banner 728x250

Kisah Nabi Yusuf Mimpi Matahari dan Bulan Sujud

  • Bagikan
kota dubai berkabut. ©2016 AFP Photo/Rena slama

NEWS BANDA ACEH – Nabi Yusuf As ialah nabi tertampan setelah Nabi Muhammad SAW. Nabi Yusuf putra dari Nabi Yakub As dari istrinya bernama Rahiel. Nabi Yusuf anak paling patuh dan taat kepada orangtuanya di antara putra-putra Yakub yang lainnya. Oleh karena itu, Yusuf anak yang lebih disayang dan dicintai.

Sewaktu kecil Yusuf pernah bermimpi sebelas bintang, matahari, dan rembulan. Semua sujud kepadanya. Dia pun menceritakan mimpi itu kepada ayahnya. “Wahai ayah! Sesungguhnya saya bermimpi melihat sebelas bintang dan matahari dan rembulan. Saya melihat semuanya sujud kepada saya.” (QS Yusuf {12}:4).

Mendengar cerita itu, Yakub mengerti akan tabir mimpi putranya tersebut. Yakub cemas jika Yusuf mendapat celaka bila mimpi itu diketahui oleh saudara-saudaranya. Yakub kemudian menasihati Yusuf, “Hai anakku! janganlah kamu menceritakan mimpimu itu kepada saudara-saudaramu, nanti mereka akan memperdayakan kamu dengan segala tipu daya. Karena sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia.” (QS Yusuf {12}:5).

Dikutip dari buku Cerita 25 Nabi dan Rasul, karangan Yudho P mengisahkan bahwa Yusuf lebih disayang oleh ayahnya, maka saudaranya seperti Benyamin dan Yahudza iri dan tidak senang kepada Yusuf. Mereka bersekongkol untuk mencelakakan Yusuf dan ingin melenyapkannya. Benyamin yang merupakan saudara kandung Yusuf tidak ikut serta dalam niat jahat itu.

Saudara-saudaranya itu berdiskusi dan menyusun rencana. Semua berpendapat mengenai cara yang bakal ditempuh untuk membunuh Yusuf. Namun Yahudza berkata, “Janganlah kamu bunuh Yusuf, tetapi lemparkan saja ke dalam sumur. Nanti tentu ia akan diambil oleh orang-orang yang lalu lalang jika kamu suka lakukan itu”. (QS Yusuf {10}):10).

Akhirnya mereka sepakat kepada saran Yahudza. Lalu mereka bersama-sama minta izin kepada Yakub untuk mengajak Yusuf pergi. Namun, Yakub sempat terkejut dengan niat mereka mengajak Yusuf. Dia khawatir mereka mencelakakan putra kesayangannya itu. Oleh sebab itu, Yakub melarang mereka mengajak Yusuf. Akan tetapi mereka tetap mendesak dan berusaha meyakinkan Yakub. Sang ayah pun akhirnya luluh dan mengizinkan mereka mengajak Yusuf.

Tiba lah hari nahas itu. Mereka bersama-sama pergi ke suatu tempat. Kala itu, Benyamin tidak diajak karena masih terlalu kecil. Tiba di tempat tujuan, mereka bermain kejar-kejaran lebih dulu. Saudara-saudaranya juga membuka baju Yusuf. Dengan polos Yusuf mengikuti semua perintah saudara-saudaranya. Sedikit demi sedikit, mereka sampai di tepi sebuah sumur. Setelah berkumpul di tepi sumur, mereka mengangkat Yusuf dan memasukkan ke dalam sumur itu.

“Maka mereka (saudara-saudara Yusuf) membawanya (Yusuf) dan sepakat memasukkan ke dalam sumur (lalu mereka memasukkan Yusuf) dan (sewaktu Yusuf di dalam sumur), Kami wahyukan kepada Yusuf, “Sesungguhnya kamu akan menceritakan kepada mereka perbuatan mereka ini, sedangkan mereka tidak ingat lagi.” (QS Yusuf {12}:15).

Setelah itu saudara-saudaranya pulang menemui Yakub sambil berpura-pura menangis mengatakan bahwa Yusuf telah dimakan serigala. Ayahnya terkejut mendengar itu.

Tak berapa lama Yusuf di dalam sumur, lewatlah musafir dari Madyan hendak ke Mesir. Mereka mendatangi sumur itu untuk mengambil air. Setelah timba ditarik terasa sangat berat. Ternyata di timba itu bergantung anak yang sangat tampan, yakni Yusuf. Yusuf lalu dibawa dan dijual oleh musafir itu ke salah seorang pejabat di Mesir untuk dijadikan budak. Namun oleh pejabat itu, Yusuf dijadikan sebagai anak angkat. [merdeka]

  • Bagikan