banner 728x250

Anggota DPRK Siap Perjuangkan Program Baca Tulis Al-Qur’an di Sekolah Dasar

  • Bagikan
Ismawardi Syarbini (Wakil Ketua Komisi A DPRK Banda Aceh)

NBA – Nasib guru BTQ (Baca Tulis Al-Qur’an) berjumlah 60 orang yang belum jelas sampai saat ini, sudah hampir delapan bulan setelah berlakunya regulasi aturan UU No 23 thn 2014 tentang pelimpahan wewenang dari Provinsi ke Kabupaten/Kota. Kata Ismawardi Syarbini, Wakil Ketua Komisi A DPRK Banda Aceh pada NBA, Kamis 27 Juli 2017.

“Sebagai wakil rakyat, saya mohon perhatian dari Walikota dan Wakil Walikota Banda Aceh untuk mendukung program pemberantasan buta uruf Al-Qur’an dengan program BTQ, yaitu program satu orang Tengku, Ustad atau guru mengaji Al-Qur’an di setiap sekolah dasar di Kota Banda Aceh,” ungkap Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) Banda Aceh ini.

Lanjutnya, menurut informasi yang saya dapat dari masyarakat, program BTQ sudah berjalan sejak tahun 2009 yang dikelola langsung oleh Dinas Pendidikan Provinsi Aceh, atas permintaan Ulama-ulama Aceh yang bertujuan agar anak-anak Aceh tidak ada lagi yang tidak bisa membaca Al-Qur’an.

“Tetapi sejak berlakunya regulasi aturan dari UU No. 23 tahun 2014 tentang pelimpahan wewenang jenjang pendidikan tingkat SD/MI sederajat yang harus dikelola oleh Kabupaten/Kota masing-masing, maka disinilah program mulia tersebut terkendala,” terang Ismawardi.

Ismawardi menambahkan, sebagai Anggota DPR Kota Banda Aceh saya siap memperjuangkan agar program tersebut bisa dimasukan pada Anggaran Perubahan nantinya.

“Mari bersama-sama kita ciptakan generasi emas Kota Banda Aceh gemilang yang mampu baca tulis Al-Qur’an, serta generasi yang cerdas dan berakhlak mulia,” tutup Ismawardi. (AD)

  • Bagikan