banner 728x250

Peringatan Hari Lingkungan Hidup sedunia, Banda Aceh Sabet Enam Penghargaan

  • Bagikan

NBA – Pemerintah Aceh memperingati hari lingkungan hidup sedunia, moment peringatan ini digelar dalam bentuk upacara yang dipimpin Wakil Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah, Senin (24/7/2017) di halaman Kantor Gubernur Aceh.

Dalam peringatan hari lingkungan hidup sedunia ini, Nova Iriansyah menyerahkan sejumlah penghargaan untuk Kabupaten/Kota di Aceh. Kota Banda Aceh sendiri menyabet enam penghargaan.  Dari keenam penghargaan tersebut, salah-satunya adalah penghargaan Kota Sehat dan Bersih (Adipura). Penghargaan ini diserahkan Wagub Nova Iriansyah kepada Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdakota Banda Aceh Iskandar S Sos MSi.

Kota Banda Aceh ditetapkan sebagai kota sehat dan bersih (Adipura) Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Aceh. Sementara peringkat kedua dan ketiga diraih Kota Langsa dan Takengon sebagai ibukota Kabupaten Aceh Tengah.

Selain Kota sehat dan bersih (Adipura), Banda Aceh juga menyabet lima penghargaan lain, yakni juara II Indikator Kinerja Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (IKPLHD), penghargaan ini diterima oleh Kepala DLHKKK Banda Aceh Drs T Samsuar MSi. Banda Aceh juga meraih juara III Sekolah Adiwiyata (Cinta dan Peduli Lingkungan Sekolah) tingkat SMP, yakni diraih MTsN Model Banda Aceh. Kemudia juga meraih juara III Adiwiyata Tingkat SMA yang diraih MAN Model Banda Aceh. Kemudian penghargaan Putri Lingkungan Hidup atas nama Najmi Munifa. Sedangkan Muhammad Iilham Adli meraih runner up I Duta Lingkungan Aceh.

 

Wagub Ajak Masyarakat Peduli Terhadap Kelestarian Lingkungan

Usai menyerahkan penghargaan, Wakil Gubernur Aceh, Nova Iriansyah dalam sambutannya mengajak seluruh masyrakat Aceh peduli terhadap kelestarian lingkungan dengan memperlakukan alam secara proporsional dan tidak hanya mengeruk keuntungan dari alam tapi juga harus memberikan perlindungaan kepada alam demi keseimbangan ekosistem yang ada di bumi.

“Kita harus menjadikan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia sebagai momentum untuk menggugah kesadaran masyarakat agar lebih peduli terhadap kelestarian lingkungan,” kata Nova.

Badan lingkungan Hidup Dunia kata Nova telah mengangkat tema “Connecting People to Nature” atau Menyatukan Manusia dengan Alam pada Peringatan Hari Lingkungan Sedunia tahun ini.

Tema tersebut kata Nova merupakan ajakan kepada seluruh masyarakat dunia untuk menghargai alam, memahami pentingnya keselarasan antara manusia dan alam, serta mendorong masyarakat untuk hidup seleras dengan kondisi alam.

Lebih lanjut Nova menjelaskan, membangun hubungan yang harmonis antara manusia dengan alam bukanlah menjadikan alam sebagai objek untuk mendapatkan keuntungan ekonomi semata, tapi menciptakan relasi yang indah, sehingga alam tetap terjaga, dan kehidupan manusia semakin nyaman.

“Pengelolaan alam harus menggunakan cara-cara modern, dengan menerapkan pendekatan sustainabilitas atau keberlanjutan agar alam tetap lestari, ekosistem terjaga, dan kehidupan manusia akan lebih nyaman,” kata Nova.

Untuk menjaga kelestarian alam lanjut Nova, beberapa langkah  konkrit yang dapat dilakukan bersama, antara lain, menjaga siklus air, mengendalikan pencemaran udara, pemanfaatan panas bumi, serta mengelola keindahan alam untuk obyek wisata.

“Langkah sederhana inipun tidak mudah dilakukan oleh masyarakat kita. Yang terjadi, justru potensi alam terus dieksploitasi sehingga terjadi kerusakan di sana sini, akibatnya, sumber air menjadi terganggu, ekosistem menjadi rusak, lingkungan menjadi kotor, ruang hijau menjadi berkurang, hingga akhirnya bencana pun datang silih berganti,” ujar Nova.

Nova mengatakan, Pemerintah Aceh tetap memutuskan untuk  untuk menjadikan program pelestarian lingkungan sebagai salah satu program prioritas ke depan.

“Fungsi-fungsi alam akan kita kembalikan pada kondisi semula dengan menerapkan program tetap tata kelola hutan yang ideal. Begitupun dengan sungai-sungai, harus kita pulihkan dari pencemaran dan kerusakan,” kata Nova.  (Ril)

  • Bagikan