banner 728x250

BP SPAM Aceh Simulasi Map Document Managemen System

  • Bagikan
Wakil Walikota Langsa Dr. Marzuki Hamid, MM. membuka Bimtek Pemetaan Jaringan Perpipaan PDAM Kab/Kota Melalui Program EPANET, di Hotel Kartika Langsa, yang berlangsung dari tanggal 8 s.d 10 Agustus 2017 dan diikuti oleh 13 PDAM kab/kota.

Atasi Masalah Jaringan Perpipaan PDAM

NBA – Penyediaan air minum merupakan salah satu kebutuhan dasar dan hak sosial ekonomi masyarakat, ketersediaan air minum merupakan salah satu penentu peningkatan kesejahteraan masyarakat, yang mana diharapkan dengan ketersediaan air minum dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, dan dapat mendorong peningkatan produktivitas masyarakat, sehingga dapat terjadi peningkatan pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Pengembangan sistem penyediaan air minum (SPAM) tersebut sebenarnya menjadi kewajiban dan tanggung jawab pemerintah daerah kabupaten/kota, mengingat terbatasnya sumber daya manusia dan kendala teknis maka pihak pemerintah provinsi secara bersama-sama dengan pemerintah pusat harus memberikan bantuan teknis dan pembinaan yang tepat sesuai dengan kebutuhan daerah, agar pihak pemerintah daerah kabupaten/kota dapat melaksanakan SPAM secara menyeluruh dengan efektif.

Salah satu permasalahan PDAM selain kurang optimalnya kinerja instalasi pengolahan adalah permasalahan di jaringan perpipaannya. Dari hasil evaluasi teknis yang dilakukan BP SPAM Regional Aceh, terdapat cukup banyak Instalasi Pengolahan Air (IPA) yang sudah dibangun dengan investasi relatif besar tidak dapat dioperasikan karena tidak didukung dengan ketersediaan dan kesesuaian jaringan perpipaan ke wilayah layanan.

Hal ini menunjukkan lemahnya aspek perencanaan SPAM Kabupaten/Kota, sehingga sering terjadi banyak konsumen PDAM tidak mendapatkan air sesuai dengan kuantitas, kualitas dan kontiunitas yang dipersyaratkan, sebagian pelanggan hanya dapat air sebatas kran water meter (tidak naik ke bak), sebagian lagi ada yang mendapatkan air tengah malam dan ada pula pelanggan yang berminggu-minggu bahkan berbulan tidak mendapatkan air.

Hal ini disebabkan karena usia pipa distribusinya sudah puluhan tahun sehingga diameter pipa sudah mengecil, ada yang disebabkan karena pipa distribusi yang terpasang hanya sebatas jumlah rumah yang ada pada saat itu, tidak diprediksi kebutuhan jangka panjang seiring dengan pertambahan penduduk namun pipa terus disambung sehingga kapasitas suplai air tidak sesuai dengan jumlah kebutuhan pelanggan yang tersambung, disamping itu ada juga suplai air dalam jaringan pipa yang kehilangan tekanan dsb.

Hal ini di sampaikan oleh Kabid Teknik BP SPAM Khairul Fuadi, ST, MT, tentang Gambaran Hasil Evaluasi Teknis BP SPAM yang disampaikan dalam Bimbingan Teknis Pemetaan Jaringan Perpipaan PDAM melalui Program Epanet yang di buka oleh Wakil Walikota Langsa Dr. Marzuki Hamid, MM. di Hotel Kartika Langsa, berlangsung dari tanggal 8 s.d 10 Agustus 2017 dan diikuti oleh 13 PDAM kab/kota, sebagaimana Laporan Ketua Panitia Penyelenggara Ir. Efendi, MT. yang juga selaku Ketua Tim Teknis Peningkatan Kinerja PDAM Tirta Keumueneng Kota Langsa.

Instruktur EPANET Ir. Tatang Apri Haryono,MT didampingi Tim Teknis BP SPAM Ir. Efendi, MT. sedang melakukan simulasi Aplikasi MAP MARKER dan MAP DOKUMEN MANAJEMEN SISTEM kepada Kabag Teknik PDAM Kab/kota dalam mengidentifikasi lokasi pada peta jaringan perpipaan di salah satu rumah pelanggan Kota Langsa.

Walikota Langsa menyambut baik inisiatif yang diambil oleh BP SPAM, beliau menyampaikan bahwa “untuk mencapai kondisi pengelolaan perusahaan yang baik, diperlukan suatu perencanaan yang baik oleh PDAM sehingga tercapainya optimalisasi kinerja instalasi, yang yang dibangun dengan investasi yang besarnya hendaknya dapat dimaksimalkan untuk melayani daerah layanan. Kita sering menemukan fakta di lapangan, IPA yang sudah selesai dibangun dan telah diserahterimakan ke PDAM, namun pelayanan air bersih tidak optimal karena adanya permasalahan jaringan di daerah layanan”.

Saat dimintai keterangan, Kepala BP SPAM Regional Aceh Drs. Azhari Ali, MM. Ak. mengatakan “Saat ini sulit bagi PDAM untuk mengetahui kapasitas aliran, kehilangan tekanan dan kecepatan air dalam sistem jaringan perpipaan distribusi yang mengakibatkan suplai air ke pelanggan tidak memenuhi standar.
Program Epanet dapat melakukan analisa hidrolika jaringan perpipaan yang kompleks untuk mengetahui penyebaran aliran, sisa tekanan, dan kapasitas air yang bisa digunakan, hingga sisa chlor dan sebagainya dalam rangka mengevaluasi serta merencanakan perluasan jaringan.

Menilik dari permasalahan jaringan pipa yang terjadi selama ini, BP SPAM memberi suatu pemikiran untuk menyelesaikan permasalahan tersebut secara sistemik. Untuk itu dibutuhkan suatu konsep dasar yang kuat guna menjamin ketersediaan air minum bagi masyarakat sesuai dengan tipologi dan kondisi di daerah tersebut yaitu melalui Map Document Managemen System adalah Integrasi Geographical Informasi System (GIS) dengan EPANET.

EPANET adalah suatu program komputer yang merupakan simulasi dari perkembangan waktu sistem hidrolik dan kualitas air dalam suatu jaringan pipa distribusi air bersih. Suatu jaringan pipa distribusi terdiri dari pipa, titik/ sambungan pipa (pipe junction), pompa, valve dan bak penampung air bersih atau reservoir.

Hasil simulasi untuk pipa terdiri dari : Debit pengaliran. Kecepatan aliran dalam pipa, Head loss/kehilangan tekanan yang terjadi dalam pipa dan faktor gesekan. EPANET dapat membantu dalam menentukan alternatif manajemen strategi seperti : Alternatif dengan banyak sumber yang mensuplai, Alternatif jadwal pemompaan dan pengisian/ pengaliran reservoir dan Menentukan pembersihan dan pergantian pipa jaringan.

Sedangkan Geographical Informasi System (GIS) adalah sistem yang dapat mendukung pengambilan keputusan dan mampu mengintegrasikan deskripsi-deskripsi lokasi dengan fenomena yang ditemukan dilokasi tersebut, dimana Sistem informasi ini mendukung pengorganisasian data sehingga dapat diakses dengan menunjuk daerah dengan sebuah peta. Ujar Azhari Ali. (Ril)

  • Bagikan