banner 728x250

Mendorong Kreatifitas IRT Lewat Coding MUM

  • Bagikan

NBA – Pemerintah Kota Banda Aceh bekerjasama dengan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) dan Digital Innovation Lounge (DILo) Banda Aceh menggelar kegiatan Coding MUM dengan peserta Ibu Rumah Tangga (IRT) di Banda Aceh. Kegiatan ini telah berlangsung sejak 9 Agustus lalu.

Saat ditutup oleh Asisten Adminitrasi Umum Setdako Banda Aceh M Nurdin, Kamis (7/9/2017) di Ruang DILo Banda Aceh di Gedung IT Learning Center Banda Aceh, puluhan IRT telah memiliki pengetahuan IT yang membanggakan. Bahkan mereka telah mampu mendesain dan membuat halaman web untuk menjalankan bisnis dan mempromosikan usaha mereka sendiri.

M Nurdin yang memewakili Walikota Banda Aceh mengaku bangga melihat perkembangan dari para IRT yang sangat pesat. Katanya, kegiatan ini memberi kesempatan bagi para IRT untuk lebih mampu mengaktualisasikan diri dan usahanya, sehingga eksistensi setiap gagasan maupun produknya mendapat tempat yang pantas dalam persaingan global.

“Era sekarang ini, nyaris semua orang memiliki gadget dan mempunyai akun media sosial. Dunia tidak lagi terasa luas karena manusia di belahan bumi dapat saling mudah berkomunikasi,” kata Nurdin.

Karenanya, IRT dapat memanfaatkan IT hanya dari rumah membangun bisnis dan memiliki penghasilan tambahan.

Ia menambahkan, Pemko Banda Aceh berharap seluruh warga kota dapat terus eksis di media sosial dalam rangka menggiatkan promosi pariwisata serta berbagai keunikan dan kekhasan yang dimiliki Kota Banda Aceh melalui media sosial atau dunia maya.

“Maka dapat kita bayangkan bagaimana progress perekonomian dan pariwisata Kota Banda Aceh, jika ada banyak ibu-ibu rumah tangga yang paham dunia pemograman, memiliki web sendiri, berbisnis, dan eksis melakukan beragam aktivitas di dunia maya, dimana setiap eksistensinya memberi dampak yang signifikan terhadap kota kita tercinta,” ujarnya.

Pengakuan Salmiah dan Nurhayati Setelah Mengikuti Coding MUM

Salmiah (58 Tahun), adalah salah satu IRT yang mengikuti kegiatan Coding MUM di DILo Banda Aceh. Salmiah saat ini sudah mampu membuat halaman web sendiri dan mengaku senang dapat mempromosikan kue kering hasil karyanya lewat web yang dia miliki.

“Bahkan bukan kue hasil karya saya saja yang bisa saya promosikan, saya juga membantu mempromosikan kue-kue hasil karya tetangga di halaman web saya,” ungkapnya saat mempresentasikan webnya di depan peserta dan para mentor dari Bekraf.

Kata Salmiah, selama ini dirinya hanya bisa mempromosikan kue-kuenya melau SMS, WA dan BBM kepada teman-temannya. Tapi sekarang setelah mampu membuat web sendiri jangkauan promosinya produknya jauh lebih luas.

Begitu juga dengan Nurhayati, IRT yang memiliki background pendidikan kedokteran ini memanfaatkan web yang dibuatnya untuk berbinis fashion muslim.

“Saya jual baju gamis, khimar hingga mempromosikan Al-Quran lewat web saya,” ungkapnya.

Kata Nurhayati, dirinya sudah merintis usahanya mulai tahun 2015 namun hanya mampu mempromosikan produknya lewat media sosial seperti FB dan sejenisnya.

“Dengan pengetahuan programming yang saat ini saya miliki, Alhamdulillah usaha D’ Little House milik saya bisa dikenal lebih luas,” ujarnya. (Ril)

  • Bagikan