banner 728x250

Myanmar Tidak Pantas Lagi Mengklaim Sebagai Negara Buddhis

  • Bagikan

NBA, Takengon – Menyikap tragedi kemanusian di Rakhine, Myanmar, umat Budha di Aceh Tengah, Provinsi Aceh akhirnya angkat bicara mengecam dan mengutuk kekerasan tindakan yang menimpa etnis Rohingya. Pernyataan tersebut disampaikan umat Budha dalam konfrensi pers, Kamis (7/09/17) berlangsung di Vihara Budha Takengon.

Dalam siaran persnya, umat Budha di kota dataran tinggi Gayo ini menyampaikan bahwa tindakan yang dilakukan satuan keamanan di Myanmar adalah biadab dan pengecut.

Umat Budha Takengon  juga menyatakan keperihatinannya terhadap tindakan pasukan bersenjata lengkap di Myanmar yang menganiaya wanita, anak-anak bahkan bayi. “Myanmar tidak pantas lagi mengklaim sebagai Negara Buddhis,” demikian isi pernyataan bersama umat Budha di kota dingin Takengon tersebut.

Untuk mendukung agar konflik dan kekerasan atas Etnik Rohingya, umat Budha di Aceh Tengah juga menyampaikan imbauannya dalam 5 poin diantaranya; Meminta pemerintah turut aktif memfasilitasi perdamaian di Myanmar, Mengajak semua komponen masyarakat dan lintas agama untuk bersama memikirkan langkah lanjutan untuk membantu krisis kemanusiaan yang menimpa Rohingya.

“Kami yang tergabung dalam Keluarga Budhayana Indonesia (KBI) sedang melakukan penggalangan bantuan kemanusian untuk rakyat Rakhine di Myanmar,” sebut Edi Kuswoyo juru bicara Viara Budha Takengon itu.

Sementara itu, surat pernyataan berstempel umat Budha Aceh Tengah turut ditandatangani Alimin Tani, pengurus Yayasan Maitri Dipa Takengen, Lilian Lory Vihara Budha Takengen, Bambang Hermin, Muda Mudi Maitri Dipa Takengon dan Rusdi, SMB Maitri Budha Takengon.

Sementara hadir dalam acara tersebut antara lain Ketua Yayasan Maitri Dipa, Alimin Tani, Pembina Yayasan Maitri Dipa, Guntur Patono, Ketua Vihara Buddha Takengon, Lilian Lory, Ketua Muda Mudi, Bambang Hermin, Ketua Sekolah Minggu Buddha, Rusdi, Sekretaris Yayasan, Karman Fudji, Juru Bicara Buddha, Edy Kuswoyo, dan awak Media.  (Abdul Rahman)

  • Bagikan