banner 728x250

Sejalan Dengan Visi dan Misi, Wali kota Harap Kerjasama dengan Higashimatsushima Berlanjut

  • Bagikan

NBA – Aminullah Usman menerima kunjungan perwakilan Kota Higashimatsushima di Miyagi Perfecture, Jepang Rabu (20/9) di Ruang Rapat Wali Kota. Banda Aceh sendiri mempunyai Kerjasama sister city dengan Kota Higashimatsushima, yang telah berlangsung sejak tahun 2014.

Kerjasama yang digagas oleh JICA ini telah melahirkan COMU (Community Based Mutual Reconstruction Acceleration) Project yang merupakan Program Percepatan Rekonstruksi Berbasis Masyarakat dengan Memanfaatkan Sumber Daya Lokal. Kerjasama yang dibangun juga mencakup program peningkatan kapasitas nelayan dengan mengirimkan nelayan Banda Aceh untuk belajar ke Jepang, penanganan sampah perkotaan, serta mitigasi kebencanaan.

Melihat Kerjasama kedua kota ini yang akan berakhir di 2019 nanti, Aminullah Usman dalam fungsinya sebagai Wali kota Banda Aceh berharap agar kerjasama yang terjalin ini dapat terus dilanjutkan.

“Banyak hal yang sudah dicapai dari kerjasama ini, terutama dari sisi peningkatan ekonomi masyarakat nelayan dan petani. tentunya kami berharap kerjasama ini masih perlu dilanjutkan karena sejalan dengan visi misi pemerintahan kami yang memberdayakan ekonomi kerakyatan,” ungkap Aminullah yang disambut baik oleh perwakilan Kota Higashimatsushima ini.

“Program ini sangat bagus dalam rangka membuka lapangan pekerjaan, saat ini angka pengangguran di Banda Aceh mencapai 12 % dan kemiskinan masih di angka 7 %. Lanjutan kerjasama kedua kota ini tentunya menjadi salah-satu solusi dalam mengatasi persoalan pengangguran dan kemiskinan” tambah Wali Kota.

Dalam kesempatan ini pihak COMU Project menyampaikan ke Wali Kota bahwa akan menggelar hari pasar yang akan mengenalkan kepada publik berbagai produk masyarakat Meuraxa.

“Ada berbagai kegitan menarik pada Hai Pasar ini, diantaranya penjualan sayuran organic dari masyarakat gampong, pemutaran video tentang mitigasi bencana, bazaar (produk PNPM, stand foto memakai baju tradisonal jepang dan penjualan kerajinan masyarakat). Kegiatan ini juga menyediakan kopi gratis bagi para pengunjung. Sebagaimana diketahui dalam kerjasama kedua kota, kopi menjadi komoditi andalan Aceh yang sudah dikenal di Higashimatsushima” ujar salah seorang perwakilan yang hadir. (TA)

  • Bagikan