banner 728x250

Ratusan Masyarakat dan Tokoh Politik Antusias Nobar G30S/PKI di Rumah PAN Banda Aceh

  • Bagikan

NBA – DPD PAN Kota Banda Aceh menggelar nonton bareng (nobar) film G30S/PKI yang diselenggarakan oleh para pengurus PAN Banda Aceh, Sabtu (30/09) malam di Rumah PAN Jalan T. Iskandar, No 12, Beurawe, Kota Banda Aceh.

Turut hadir dalam nobar tersebut, Drs. H. Zainal Arifin, Ketua DPD PAN Banda Aceh yang juga Wakil Wali Kota Banda Aceh, Musriadi Aswad, M.Pd Sekretaris, Usman, SE Bendahara, Anggota Fraksi PAN DPRK Banda Aceh, Ismawardi Syarbini, Tgk. Mahdi, S.Ag, Khairul Basyar, Ketua BM PAN Banda Aceh, Munadi, M.Pd, Anggota DPR Aceh dari PAN Sulaiman Ali, Presiden Club Persiraja H. Nazaruddin (Dek Gam), Hendra Halim, SE Ketua AMPG Banda dan dan para kader PAN Banda Aceh.

Pantauan NBA dilokasi acara, nobar tersebut dipadati ratusan kader DPD PAN se Kota Banda Aceh dan masyarakat sekitar pengguna jalan lainnya yang antusias menyaksikan pemutaran film tersebut.

Kita berharap dengan pemutaran film tersebut, dimana masyarakat kita mengetahui perjalanan sejarah bangsa dan mudah-mudahan kejadian ini cukup sekali, tidak terulang lagi untuk dikemudian hari. Ujar Drs. H. Zainal Arifin.

“Kemudian kepada orang tua, guru dan tokoh-tokoh masyarakat, kita harapkan dapat memberikan pengamalan agama yang kokoh, pengamalan pancasila yang utuh, Insya Allah akan menghindari generasi-generasi bangsa untuk tidak terpengaruh dengan ideologi sesat partai komunis tersebut,” kata Chek Zainal sapaan akrab Ketua DPD PAN Banda Aceh.

“Mari bentengi anak-anak kita dari ideologi komunis dan faham-faham sesat lainnya,” tutup Chek Zainal.

Terkait pemutaran film tersebut, ini merupakan amanah dan intruksi dari DPP PAN yang harus dijalankan oleh Dewan Pimpinan Daerah (DPD), tentunya Partai Amanat Nasional bertanggung jawab penuh terhadap proses pemutaran film G30S/PKI ini. Kata Musriadi Aswad, M.Pd, Sekretaris DPD PAN Kota Banda Aceh dikonfirmasi NBA usai nobar.

“Sebagaimana kita ketahui, sudah 50 tahun paska peristiwa gerakan tiga puluh september PKI ini, tentunya banyak generasi muda kita yang kurang paham terhadap pemahaman tentang sejarah G30S/PKI, sehingga nantinya setelah mereka melihat dan menonton langsung tentang peristiwa-peristiwa ini, dapat memberikan pemahaman perjuangan bangsa ini dimasa itu,” terang Musriadi.

Lanjutnya, Jadi ini kan berhubungan dengan ideologi. Ideologi Indonesia yaitu Pancasila, tentunya Ideologi-ideologi selain Pancasila itu tidak bisa kita berikan pemahaman kepada generasi muda, khususnya yaitu yang perhubungan dengan Ideologi Komunis.

Kita berharap agar generasi muda ini benar-benar paham tentang sejarah, karena sejarah ini adalah merupakan sebuah momentum merefrensi kita terhadap peristiwa-peristiwa Negara ini. Tutup Musriadi. (AD)

  • Bagikan