banner 728x250

Gampong dan Sekolah Terbersih Serta Pekerja Kebersihan Terbaik‎ Terima Penghargaan DLHK3

  • Bagikan

NBA – Dinas Lingkungan Hidup Kebersihan dan Keindahan Kota (DLHK3) Banda Aceh menyerahkan penghargaan bagi gampong dan sekolah terbersih serta 16 pekerja kebersihan terbaik.

Acara yang digelar di Gedung Workshop DLHK3 di kompleks TPA Gampong Jawa ini turut dihadiri oleh Wali Kota Banda Aceh H. Aminullah Usman, SE. Ak, MM dan Wakil Wali Kota Drs. H. Zainal Arifin, serta Ketua DPRK Banda Aceh Arif Fadillah, Senin (11/12).

Kepala DLHK3 Banda Aceh T Samsuar menyebutkan penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi kepada para pihak yang telah berpartisipasi aktif dalam menjaga kebersihan di Banda Aceh. “Khususnya kepada ‘pasukan orange’ yang bekerja sejak jam enam pagi hingga jam 12 malam setiap harinya.”

“Kami berharap dengan reward yang kita berikan setiap tahunnya ini dapat mendorong peningkatan partisipasi seluruh elemen masyarakat dalam menjaga kebersihan dan keindahan kota. Kami menyadari sepenuhnya bahwa tak mungkin kami dapat menjaga kebersihan kota ini sendiri tanpa melibatkan semua pihak,” ungkapnya.

Untuk menunjang tugas DLHK3, ungkap Samsuar, pihaknya masih membutuhkan penambahan pekerja kebersihan dan armada pengangkut sampah yang jumlahnya saat ini belum sebanding dengan luas wilayah kerja. “Kepada Pak Wali, kami juga berharap agar dapat memperjuangkan kenaikan upah bagi pekerja kebersihan,” katanya yang disambut applause ‘pasukan orange’.

Terkait penerima penghargaan, jelasnya, untuk kategori gampong terbersih dipilih tiga juara hasil penilaian dari sembilan gampong yang mewakili tiap kecamatan di Banda Aceh. Sementara untuk sekolah terbersih, nominasinya diusulkan oleh Disdikbud sebanyak lima sekolah dari setiap tingkatan.

“Untuk gampong dan sekolah terbersih kita pilih Juara I, II, dan III, dan berhak atas dana pembinaan masing-masing Rp 2,5 juta, Rp 2 juta, dan Rp 1,5 juta plus trofi. Sementara untuk kategori pekerja kebersihan terbaik, kita pilih 16 orang dari total 600 pegawai di lingkungan DLHK3 Banda Aceh. Untuk setiap pekerja kebersihan terbaik kita berikan reward Rp 1 juta plus sertifikat,” rincinya.

Adapun penghargaan gampong terbersih diberikan kepada Gampong Suka Ramai sebagai juara pertama, Gampong Peurada juara kedua, dan Lamteumen Timur juara ketiga. Untuk sekolah terbersih tingkat SD/sederajat; Juara I SDN 1 Banda Aceh, Juara II MIN 1 Banda Aceh, dan Juara III SDN 27 Banda Aceh.

Sekolah terbersih tingkat SMP/sederajat; SMPN 19 Banda Aceh di peringkat pertama, SMPN 4 Banda Aceh peringkat kedua, dan SMP Fatih Bilingual School sebagai juara ketiga. Sementara untuk tingkat SMA/sederajat, predikat sekolah terbersih diberikan kepada SMKN 1 Banda Aceh sebagai Juara I, SMK SMTI Juara II, dan SMAN 4 Juara III.

Hadiah kepada para pemenang termasuk ke-16 pekerja kebersihan terbaik diserahkan oleh Wali Kota Aminullah didampingi Wakil Wali Kota Zainal Arifin, Ketua DPRK Arif Fadilah, dan Kepala DLHK3 Banda Aceh T Samsuar serta perwakilan dari Bank Aceh selaku pihak donor.

Wali Kota: ‘Pasukan Orange’ Pahlawan Kebersihan Kota Banda Aceh

Dalam sambutannya, Wali Kota Aminullah Usman menyampaikan apresiasi kepada DLHK3 Banda Aceh yang telah berinisiatif memberikan reward kepada gampong dan sekolah terbersih serta pekerja kebersihan terbaik. “Selamat kepada seluruh penerima penghargaan khususnya kepada ‘pasukan orange’ -pahlawan kebersihan Kota Banda Aceh,” sebutnya.

“Ke depan, total hadiah yang kita berikan kepada penerima penghargaan ini akan kita tingkatkan, dengan jumlah penerima yang lebih banyak lagi. Untuk kenaikan gaji pekerja kebersihan, saya minta Pak Kadis untuk segera mengajukannya,” sebutnya lagi.

Pada kesempatan itu, wali kota juga mengungkapkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan juga semakin meningkat. Hal tersebut dibuktikan dengan raihan Piala Adipura yang telah diterima Banda Aceh sebanyak sembilan kali.

“Pada tahun ini, Banda Aceh juga telah ditetapkan sebagai kota yang bebas dari prilaku buang air besar sembarangan. Dan saat ini Banda Aceh menjadi satu-satunya kota di luar Pulau Jawa yang mampu mencapai akses sanitasi layak 100 persen. Ini juga menjadi bukti jika masyarakat kita semakin sadar akan pentingnya kebersihan,” ungkap Aminullah.

Kota yang bersih, sambungnya, juga sangat disukai oleh wisatawan yang tentunya juga sejalan dengan pengembangan sektor pariwisata yang saat ini menjadi salah satu fokus Pemko Banda Aceh. “Untuk itu, kita sudah meluncurkan beberapa program terkait persampahan di antaranya membentuk tim reaksi cepat penanganan sampah, call center aduan pelayanan sampah, dan patroli sampah oleh Satpol PP/WH.”

“Kami yakin dengan kerja keras pasukan orange dan peran serta segenap elemen kota, Piala Adipura kesepuluh akan dapat kita raih bersama. Dan insyaallah pada 2018 nanti kita dapat mencanangkan Banda Aceh sebagai kota bersih yang bebas dari sampah,” pungkas wali kota. (Red)

  • Bagikan