banner 728x250

Ikaboga Aceh Perkenalkan Kuliner Khas Aceh Pada Utusan Brunei

  • Bagikan

NBA – Ketua Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Ahli Boga (Ikaboga) Aceh Hj. Ismaniar, S.E. bersama pengurus Ikaboga Aceh menerima kunjungan tamu dari Kerajaan Brunei Darussalam, Jum’at (19/1/18) di kantor DPD Ikaboga Banda Aceh. Rombongan yang merupakan para Pejabat Persatuan Sejarah Melayu Brunei Darussalam (Persebar) beranggotakan 15 orang pakar sejarah dan budaya, saat bertandang ke kantor DPD Ikaboga dipimpin ketuanya, Prof. Dr. Haji Hasbol Hj Mail.

Acara silaturahmi antara Ikaboga Aceh dan rombongan tamu dari Brunei berlangsung hangat dan akrab selama sekitar dua jam. Dalam pertemuan ini Ikaboga Aceh melalui sang ketua umum, Hj. Ismaniar, S.E. memperkenalkan berbagai kuliner khas Aceh dan berbagai kerajinan hasil karya wanita Aceh yang terbina dalam kegiatan Ikaboga yang dipimpinnya.

Kata ketua rombongan tamu dari Brunei, Prof. Dr. H. Hasbol, Aceh memiliki sejumlah kesamaan dengan Brunei Darussalam, terutama dalam hal masakan karena sama-sama berasal dari rumpun Bangsa Melayu. Selama empat hari berada di Banda Aceh, Hasbol dan rombongan tidak merasa sebagai warga asing dan serasa berada dirumah sendiri.

“Aceh terasa bagai rumah saya sendiri, masakan Aceh juga sangat nikmat di lidah. Aceh meninggalkan kesan tersendiri dalam perjalanan kami ini,” ujar Prof. Dr. H. Hasbol usai pertemuan tersebut.

Dalam kesempatan ini, Hj. Ismaniar, S.E. juga menyampaikan harapan agar ada kerjasama lebih lanjut antara Ikaboga Aceh dan Kerajaan Brunei Darussalam. Seperti program pemberdayaan perempuan Aceh dan pengembangan skill serta kerjasama memasarkan hasil produksi wanita Aceh di Kerajaan Brunei Darussalam.

“Saya berharap pertemuan ini bisa menjadi awal hubungan kerjasama yang lebih erat di masa yang akan datang. Salah satunya membuka kesempatan memasarkan hasil karya wanita-wanita Aceh baik berupa produk kuliner maupun kerajinan di Brunei.” Ujar Hj. Ismaniar, S.E. di penghujung acara.

Ikaboga Aceh terus berjuang memberdayakan perempuan Aceh untuk dapat menjadi lebih kompeten dan mandiri. Sebagai wujud ikhtiar untuk menyejahterakan Aceh dimulai dari membekali kemampuan mandiri pada kaum wanita. ( Fazel J. Haitamy )

  • Bagikan