Alimsyah, S.Pd, MS memberikan materi pada peserta kegiatan sosialisasi dan publikasi minat dan budaya membaca.

Gelar Kegiatan Sosialisasi Minat dan Budaya Membaca, Ini Harapan Alimsyah

NBA – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Banda Aceh menggelar kegiatan sosialisasi dan publikasi minat dan budaya membaca, dengan mengusung tema “Peran Strategis Perpustakaan Gampong Dalam Mewujudkan Banda Aceh Sebagai Kota Literasi yang Gemilang”​ pada 11 – 12 April di Acc Sultan Selim II Banda Aceh.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Dekan Fakultas Adab dan Humaniora UIN Ar-Arniry, Staf Ahli Keistimewaan Banda Aceh, para Camat, Ketua Assosiasi keuchik Banda Aceh dan Perwakilan APUS Provinsi Aceh.

Tujuan dari acara ini adalah bagaimana kita mempromosikan budaya baca tersebut menjadi gerakan gemar baca dimasyarakat kita. Khususnya, adalah dengan melakukan penguatan pada pustaka Gampong dan pengelola pustaka di setiap Gampong yang ada di Banda Aceh. Ujar Alimsyah, S.Pd, MS, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Banda Aceh, pada NBA.

Kemudian kenapa ini harus kita kuatkan dengan tema kita “Peran Strategis Perpustakaan Gampong Dalam Mewujudkan Banda Aceh Sebagai Kota Literasi yang Gemilang”​ tujuannya adalah bagaimana Kota Banda Aceh dapat menjadi Kota Literasi, karena dari posisi Banda Aceh ini sebagai kota dengan pusat pengetahuan itu akan memudahkan kita untuk menjadi Kota Literasi atau Kota membaca, tentunya sebuah kota dimana warganya gemar membaca buku. Terangnya.

Baca Juga:

Kembangkan Pustaka di Madrasah, Alimsyah Kunjungi Kemenag Banda Aceh

Masjid Al-Furqan Kini Miliki Pojok Baca Gemilang

Keren, Ada Pojok Baca di Area Car Free Day, Mahyiddin: Kadis Baru Inovasi Baru

Ada Daya Tarik di Pojok Baca, Ini Harapan Warga Pada Wali Kota

“Jadi dengan kita masukan penguatan peran Pustaka Gampong, sehingga di Gampong-gampong juga bisa berbenah. Berbenah dalam arti, bahwasanya pembaca itu sangat dibutuhkan untuk perkembangan dan kemajuan kota dari masyarakat di suatu daerah,” kata Alimsyah.

Lanjut Alimsyah, tentunya untuk dapat mewujudkan itu semua, sangat diperlukan peran seluruh stake holder, tak terlepas daripada peran Keuchik – keuchik di Gampong. Semoga kita harapkan seluruh Keuchik dan jajarannya bisa bisa bergabung sebagai anggota Pustaka, dimana nantinta sangat kita harapkan dapat memberikan masukan-masukan yang terbaik, guna menuju Banda Aceh Kota Literasi yang Gemilang.

“Kami juga disini bekerjasama dengan UIN Ar-Raniry dan Unsyiah, tujuannya ialah agar ada tindak lanjutnya kedepan. Jadi Alhamdulillah kita membuat MoU dengan UIN Ar-raniry, yang nantinya dimana UIN Ar-raniry bersedia untuk bisa menindaklanjuti menguatkan pustaka di Gampong – gampong. Jadi dalam hal ini, tentunya kami juga akan dapat memajukan minat-minat membaca di Gampong-gampong kita,” ungkap Alimsyah.

Harapan utama kita dengan diadakannya kegiatan ini adalah, bagaimana caranya pengelola pustaka di Gampong-gampong untuk bisa menghidupkan pustaka di Gampongnya masing-masing, dimana nantinya pustaka di setiap Gampong dapat memenuhi minat baca warganya. Harapnya.

Penandatanganan MOU kerjasama pendampingan dengan UIN Ar-Raniry tentang pengelolaan Perpustakaan Gampong menuju Banda Aceh Kota literasi yang gemilang.

Untuk saat ini perserta yang ikut ada 60 orang dari 60 Gampong di Kota Banda Aceh, “Jadi hari ini dari 90 Gampong se Kota Banda Aceh yang sudah bergerak pustakanya baru 60 Gampong. Insya Allah kedepan 90 Gampong yang ada di Kota Banda Aceh akan kita berikan sebuah kemudahan untuk dapat menghidupkan atau menggerakkan minat gemar membaca di Kota Banda Aceh, terutama dari setiap Gampong,” ungkapnya.

Mungkin banyak yang belum mengetahui bahwasanya terkait Pustaka Gampong, ada penguatan dari Kementerian Desa yaitu Permendes Nomor 19 Tahun 2017 yang berisi skala prioritas dalam penggunaan dana desa tersebut, jadi Anggaran Dana Desa juga bisa diarahkan ke perpustakaan di Desa atau Gampong, jadi tergantung daripada kebutuhan Desa tersebut, ya tentunya dengan musyawarah dan mufakat. Terang Alimsyah.

“Dan bapak Presiden Republik Indonesia juga sangat mengharapkan Anggaran Dana Desa untuk dapat dimasukan ke perpustakaan. Seperti baru-baru ini kita ada mengikuti Rakornas di pusat, itu ada bapak Kementerian Desa dengan Kepala Perpustakaan Nasional yang sudah menjalin kerjasama. Dimana bahwasanya sentuhan Dana Desa tersebut dapat memantapkan sumber daya manusianya, dengan gemar dan mudah mencari tempat untuk membaca, tentunya dengan menguatkan peran pustaka di desa-desa,” ujar Alimsyah.

Tambahnya, jadi banyak hal yang bisa kita manfaatkan dengan adanya pustaka Gampong, misalnya. Di daerah yang banyak masyarakatnya berdagang, jadi bisa kita isi sebagian besar isi di pustaka Gampong tersebut, dengan buku-buku bacaan seputar perdagangan, lalu misal daerah pesisir tentunya dapat kita isi seputar buka cara-cara pengelolaan ikan, cara berbisnis dan lainnya seputar kebutuhan buku disana.

Seorang peserta memberikan saran dan pendapat dalam kegiatan sosialisasi dan publikasi minat dan budaya membaca, pada Alimsyah, S.Pd, MS terkait penguatan Pustaka Gampong.

Harapan kami juga kedepan apabila Pustaka Gampong ini benar-benar hidup, apapun yang dibaca masyarakat bisa langsung di aplikasi, misal baca buku tentang bagaimana cara menciptakan ekonomi kreatif, jadi hasil dari bacaannya itu bisa langsung di aplikasikan dan dipasarkan, lalu buku bagaimana cara memulai bisnis kecil dan lainnya. Tentunya ini dapat menjadi sumber penghasilan masyarakat kita juga. Harap Alimsyah.

Dalam hal ini, dukungan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banda Aceh juga sangat besar dan Alhamdulillah luar biasa. Selain itu, “Pak Wali dan Wakil juga selalu memberikan saran dan masukan untuk bagaimana cara menguatkan literasi di Banda Aceh, dengan catatan lakukan kemitraan dengan bidang-bidang yang sesuai dengan perpustakaan, dan terus mewujudkan minat warga Kota gemar membaca dari tingkat Gampong, Kecamatan dan seterusnya,” kata Alimsyah.

Tentunya untuk itu sangat dibutuhkan sekali peran seluruh Gampong untuk dapat menghidupkan Pustakanya, serta dapat menyediakan tempat Pojok Baca di lokasi-lokasi strategis. Seperti yang sudah kami buat saat ini ada di Masjid Beurawe, khusus untuk pasar-pasar dengan menggunakan mobil Pustaka Keliling, area Car Free Day setiap minggu pagi, dan ada beberapa tempat lagi yang akan segera memiliki Pojok Baca permanent. Tutup Alimsyah. (AD)

x

Check Also

IPM Banda Aceh Terbaik Nasional

*Kemiskinan dan Pengangguran Menurun*Investor Lirik Banda Aceh Banda Aceh – Berdasarkan data dari ...