banner 728x250

Terkait Sepak Terjang Kepemimpinan Aminullah-Zainal, Politisi Gerindra Angkat Bicara

  • Bagikan
Teuku Arief Khalifah, ST, M.App, Mgt (tengah, mengenakan batik)

NBA – Politisi Partai Gerindra Kota Banda Aceh, Teuku Arief Khalifah, ST, M. App, Mgt memandang sepak terjang Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banda Aceh dalam menuntaskan permasalahan Kota sudah berjalan baik. Hal ini ditegaskan Arief yang juga Wakil Ketua Bidang Humas Gerindra Banda Aceh dalam pertemuan di Aula ATC Lampaseh, Selasa (12/6)

Arief menyampaikan bahwa permasalahan Kota Banda Aceh bukan serta merta muncul ketika Aminullah Usman dan Zainal Arifin mengambil alih tampuk pimpinan.

“Permasalahan seperti tidak beres nya fungsi drainase dan jalan yang kurang baik merupakan PR yang ditinggalkan dari pemerintahan sebelumnya untuk dibenahi. Saya ambil contoh Pemko baru-baru saja melakukan penataan dan pembersihan drainase di Kampung Baru Kecamatan Baiturrahman, padahal sebelumnya dibiarkan tidak terurus yang tentunya sangat mengganggu kenyamanan penggunan jalan, kalau urusan jalan berlubang sekarang jumlah nya malah makin menurun dengan respon cepat dinas mengatasi keluhan,” ungkapnya.

“Permasalahan lain seperti Air Bersih telah menjadi perhatian utama Aminullah – Zainal untuk dibenahi. Walaupun keadaan sekarang sudah lebih baik dari periode sebelum nya, namun pembenahan terus dilakukan agar di 2019 masyarakat tidak lagi mengeluh tentang distribusi air” ujar lulusan Project Management University of Adelaide Australia ini.

Arief juga menyampaikan bahwa Aminullah-Zainal sangat berjasa untuk kembali meningkatkan gairah perekonomian masyarakat kecil.

“Lembaga Keuangan Syariat Mahira Muamalah jelas sangat membantu pelaku UMKM dan ekonomi kreatif. Ratusan masyarakat pelaku ekonomi setiap harinya mendatangi PT. Mahira untuk mengajukan pinjaman yang tentunya tidak membebani. Dan hal ini jelas menghilangkan praktir rentenir yang sebelumnya sangat meresahkan dan mencekik masyarakat. Jadi saya pikir keadaan sebenarnya sangat bertentangan dengan pandangan-pandangan dari beberapa orang yang mengatakan bahwa sekarang terjadi kemunduran dalam mengembangkan usaha,” terang Arief.

“Juga jangan di lupakan bahwa menghidupkan Car Free Day merupakan suatu komitmen dimana Wali Kota menyediakan ruang bagi kreatifitas warga. Bukan sekedar ajang kreatifitas tapi juga menambah pendapatan bagi para pelaku ekonomi kreatif. Menurut pengamatan saya kali ini warga Kota Banda Aceh jelas merasa punya Pemimpin yang pro terhadap ekonomi kerakyatan. Apalagi program-program seperti bantuan terhadap penyandang disabilitas, santunan melahirkan dan kematian juga sudah diluncurkan,” tambahnya.

Lanjut Arief, menurut hemat saya Arah pembangunan Kota Banda Aceh ini berjalan jelas seperti yang tertuang di Rencana Program Jangka Menengah dan Visi Misi. Walau masih terdapat kekurangan dapat dipahami karena di 2017 Aminullah – Zainal menjalankan program yang telah ditetapkan Wali Kota sebelumnya, di 2018 ini program baru 2 bulan berjalan.

“Mari berikan kepercayaan bagi Wali Kota dan Wakil Wali Kota untuk bekerja membenahi permasalahan Kota, Insya Allah mereka merupakan pemimpin yang amanah. Lebih lanjut, komitmen terhadap pelaksanaan syariat juga terlihat dari pasangan ini dengan Zikir rutin serta penempatan WH dan Pol PP di titik-titik yang berpotensi terjadi pelanggaran. Serta masyarakat sekarang lebih mudah dalam melakukan pengaduan dengan dapat menghubungi call centre respon cepat,”

Apabila terdapat kekurangan dalam pelayanan tentunya hal tersebut akan terus dibenahi. Kritik dan saran jelas diperlukan dalam pembangunan, namun juga harus fair. Apabila banyak hal positif yang harus diapresiasi maka kita harus mengapresiasi. Tutup Arief. (Red)

  • Bagikan