banner 728x250

Melemahnya Nilai Tukar Rupiah, Ketua BEM FISIP Unsyiah Ingatkan Ini Pada Presiden Jokowi

  • Bagikan
M. Mauval (Ketua BEM FISIP Unsyiah)

NBA – Melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS tersebut membuat BEM Fisip Unsyiah Angkat Bicara. Pada Selasa (3/1) melalui press release yang diterima media ini.

Seperti yang telah diberitakan beberapa media massa, sebelumnya pada 2 juli 2018 yang menyebutkan bahwa nilai tukar Rupiah yang sebelumnya Rp. 14.330 per Dolar AS. Namun, pada hari ini ditutup melemah sebesar 60 poin, sehingga menjadi Rp 14.390. Kata Ketua Ketua BEM Fisip Unsyiah, M. Mauval.

“Melemahnya nilai tukar Rupiah ini tentu akan membuat perekonomian Indonesia semakin tertinggal di bandingkan negara-negara lainnya. Sehingga hal tersebut membuat BEM Fisip Unsyiah menilai pemerintah telah gagal.” Terang nya.

Ketua BEM Fisip Unsyiah yang juga Alumni Sekolah Pemimpin Muda Aceh (SPMA) mengatakan, “Ini merupakan sebuah tolak ukur kinerja pemerintah, dimana pemerintah dinilai gagal dalam meningkatkan perekonomian di Indonesia, sehingga membuat nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS anjlok yang hampir mencapai Rp. 14.400. Padahal sebelumnya, awal tahun kemarin tepatnya pada 1 Januari 2018 nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sebesar Rp. 13.550.”

Lanjutnya, jika kita menelisik data sejak 1 Januari 2018 hingga 2 Juli 2018, dapat di katakan dalam waktu setengah tahun nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS terus merosot hingga mencapai Rp.840.

Apabila kita melihat perhari, naik turunnya nilai tukar Rupiah perpoin kita tidak terlalu signifikan. Namun, apabila lama kelamaan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS semakin jauh tertinggal. Karena nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS lebih banyak naiknya dibandingkan dengan turunnya.

“Apabila permasalahan ini terus terjadi, maka tidak menutup kemungkinan dalam waktu sekitar 5 tahun kedepan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS akan mencapai lebih dari Rp 20.000.” Ujar Mauval.

Selaku mahasiswa, tentunya tidak banyak yang dapat kami lakukan selain menyuarakan dan memberi kritik terhadap permasalahan ini, dikarenakan yang membuat kebijakan adalah pemerintah. Tambahnya.

Selain itu, terus merosotnya nilai tukar Rupiah juga akan berdampak pada dunia usaha serta berpangaruh kepada penurunan cadangan devisa. Cetus Mauval.

“Saya berharap dalam waktu dekat pemerintah mampu dalam meningkatkan kembali nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS, sehingga di akhir masa pemerintahan Presiden Jokowi nanti tidak diakhiri dengan catatan yang buruk terhadap perekonomian Indonesia.” Harap Mauval

Apalagi Presiden Jokowi saat ini di gadang-gadang akan mencalonkan diri lagi sebagai Presiden Republik Indonesia periode 2019-2024. Ya sudah seharusnya jika Presiden Jokowi ingin menang di pemilu nanti, tentu Presiden Jokowi juga harus mampu memberikan catatan yang baik di akhir pemerintahannya kali ini. Tutup Ketua Bem Fisip Unsyiah ini. (Red)

  • Bagikan