banner 728x250

Wali Kota Peusijuek Calon Jamaah Haji MPG

  • Bagikan

NBA – Seperti biasanya Majelis Zikir dan Pengajian Gemilang (MPG) Kota Banda Aceh, senantiasa melaksanakan kegiatan Zikir dan Tausiyah gemilang rutin di Pendopo Wali Kota Banda Aceh, yang biasanya dilaksanakan pada setiap malam sabtu, tapi kali ini dilaksanakan pada malam minggu. (26/7).

“Ini dilaksanakan tak lain karena menanti kepulangan Pak Wali yang berangkat ke Jakarta memenuhi undangan khusus Presiden RI, Ir. H. Joko Widodo, dan seterusnya menghadiri Acara Apeksi di Tarakan Kalimantan,” kata Ustad Jumaris, S.Ag, Ketua Umum MPG.

Lanjutnya, pada kesempatan kali ini, Zikir dan Doa di pimpin oleh Tgk. H. Jamhury Ramli, SQ.Alhafidh, Pimpinan Majelis Zikir Zawiyah Nurun Nabi Aceh, dan untuk penceramah, Tgk. Asy’ary Ibrahim, S. Pd, Pimpinan Majelis Zikir Mujiburrahman Aceh.

Zikir dan Tausiyah kali ini diikuti oleh jamaah dari berbagai penjuru Kota yang terdiri dari berbagai kalangan, Ini merupakan bentuk bahwa di Kota Banda sudah sangat nyaman warga berzikir. Dan harapan kita semua, semoga Banda Aceh akan terwujud sebagai “Kota Zikir”, Aamiin. Terang Ustad Jumaris.

Namun, ada yang berbeda dalam pelaksanaan Zikir kali ini, yaitu adanya kegiatan Peusijuek dan sekaligus pelepasan Jamaah calon haji yang berasal dari Pengurus atau Pembimbing MPG, sebanyak delapan orang, yaitu Tgk. M. Sufi (Abati) bersama Istri, Tgk. H. Mohd. Isa (Waled Isa) bersama Istri, Tgk. Tarmizi Daud, Tgk. H. M. Iqbal Hasan, S. Hi bersama Istri dan Wira Dharma. yang dipeusijuek oleh Tgk. H. Zainun, Tgk. H. M. Syibral Malasyi dan Wali Kota Banda Aceh, H. Aminullah Usman, SE. Ak, MM yang di dampingi oleh Ketua TP-PKK Kota Banda Aceh, Hj. Nurmiaty AR. Ungkap Ustad Jumaris.

Dalam sambutannya, Wali Kota mengatakan beliau sangat merasa senang dan terharu bahwa Majelis Zikir yang ada di Kota Banda Aceh ini semakin kompak dan bersatu dalam wadah MPG yang lahir tahun 2017 lalu.

“Kita sangat merasa bahagia melihat selama ini antara seluruh Majelis Zikir di Kota Banda Aceh, yang terus menjalin kerja sama dan bersatu dalam berjuang mewujudkan cita-cita kita untuk menjadikan Banda Aceh sebagai (Kota Zikir). Saya melihat kekompakan yang semakin erat dan kuat ini adalah modal besar serta pemicu semangat bagi kami Pemerintah Kota Banda Aceh, untuk terus berjuang menegakkan Syariat Islam yang salah satunya melalui perwujudan Banda Aceh sebagai Kota Zikir.” Kata Wali Kota.

Wali Kota juga mengungkapkan, bahwa dirinya telah menyampaikan permohonan Pembangunan tempat Zikir terhebat di Negeri ini kepada Presiden Republik Indonesia, “pada Senin 23 Juli yang lalu, saat menghadiri undangan khusus dari Presiden RI, saya mempresentasikan proposal permohonan pembangunan tempat Zikir yang bertaraf Internasional di Kota Banda Aceh, dan Alhamdulillah Bapak Presiden menyambut dengan baik rencana kita ini, serta beliau akan mempertimbangkan untuk membangun tempat zikir ini,” ujar Wali Kota yang di aminkan oleh seluruh jamaah dengan penuh semangat.

Kepada para Jamaah calon haji Aminullah mengharapkan supaya dapat menjaga kesehatan agar dapat melaksanakan seluruh rukun haji dengan sempurna.

“Ketika berada di Tanah Suci nantinya, saya berpesan semoga dapat menjaga diri, kesehatan, istirahat yang cukup, serta mengkonsumsi air putih yang banyak, sehingga dapat menunaikan seluruh rukun haji dengan sempurna dan akhirnya dapat menjadi haji mabrur.” Pesannya.

Lanjut Wali Kota, “Dan mohon ketika berada di sana agar dapat mendoakan semoga Kota Banda Aceh akan mempunyai tempat Zikir yang sesuai dengan yang telah kita cita-citakan, serta doakan pula saya, H. Aminullah Usman dan Pak H. Zainal Arifin agar selalu dalam keadaan sehat untuk dapat menjalan roda pemerintahan di Kota Banda Aceh sesuai dengan amanah dan cita-cita kita, sehingga dapat mewujudkan warga kota yang sejahtera dalam tatanan Kota Banda Aceh yang gemilang dalam Bingkai Syariah,” tutup Wali Kota.

Tgk. Asy’ary Ibrahim dalam tausiyahnya menyampaikan bahwa, peranan orang tua dalam menentukan arah masa depan anak – anaknya adalah yang paling mutlak dari segalanya. “Orang yang merupaka garda pertama bagi pendidikan anak untuk menentukan masa depannya adalah orang tua, sebab lembar pendidikan pertama yang diambil oleh anak adalah dari orang tuanya, kalau baik yang diajarkan dan ditauladankan oleh orang tua, maka baik pula yang akan ditiru oleh anak-anaknya,” ungkapnya.

Maka mari kita selaku orang tua, mendidik anak kita dengan jiwa qurani, antarlah anak – anak kita ke lembaga pendidikan Islam yang dapat melahirkan generasi Islam yang berjiwa Qurani,” ujar Tgk. Asy’ary. (UJ)

  • Bagikan