Terkait Persoalan PDAM dan Sampah di Banda Aceh, VHO Pemuda Barsela Angkat Bicara

ucapan idul adha

ucapan idul adha

NBA – Elemen pemuda Barat Selatan (Barsela) sesalkan pernyataan Sekjen Meuseraya terkait permintaan Wali Kota Banda Aceh untuk mundur jika tidak bisa menuntaskan masalah pelayanan air bersih dalam tiga bulan ke depan, atau awal 2019.

Vhodzan Adzima, selaku Pemuda Barat Selatan Aceh menilai pernyataan tersebut tidak objektif dan lebih bersifat personal, serta didasarkan kepada ketidaktahuannya kepada usaha-usaha yang sudah dilakukan oleh Pemko Banda Aceh melalui PDAM dalam setahun ini. Ujar Vhodzan pada NBA, (20/9).

“Dalam kenyataannya sejak dilantik tahun 2017 lalu, Pemerintahan H. Aminullah Usman, SE. AK, MM dan Drs. H. Zainal Arifin, malah menjadikan program peningkatan pelayanan air bersih oleh PDAM sebagai prioritas,” kata Vhodzan.

Jika mengacu kepada rasio jumlah penduduk, pada tahun 2016 cakupan pelayanan pada angka 82.76%, maka pada 2017 menjadi 86,39% dan diharapkan menjadi 90% pada tahun ini. Terang sosok yang mulai akrab disapa VHO ini.

Lanjutnya, di samping itu ada kemajuan dalam penuntasan sistem ke dalam empat zonasi yang kondisi tahun 2017 target 60%, tahun 2018 diharapkan 85% dan 2019 menjadi 100%, sehingga kelancaran distribusi menjadi lebih meningkat.

Dengan sistem zonasi, maka gangguan dan kebocoran pipa akan mudah dideteksi, serta sekaligus meningkatkan tekanan aliran. “​VHO menyebutkan bahwa selama setahun belakangan ini PDAM melakukan penertiban air yang tidak berekening, dengan tujuan menurunkan tingkat kehilangan air dan mengoptimalkan pelayanan.”

Penertiban tersebut juga berdampak bagus dalam hal penerimaan penagihan yang pada tahun 2016 sekitar Rp. 35 Miliar menjadi Rp 40.5 Miliar pada tahun 2017, dan diprediksi akan meningkat juga tahun 2018. Terangnya.

“Semua itu memang sudah direncanakan pada tahun 2017, bersama dengan beberapa program lainnya, dengan asumsi eksekusinya 2018 dan 2019 untuk menuju pencapaian mendekati 100% pada Tahun 2020,” ungkap VHO sambil menambahkan bahwa dia memperoleh data-data tersebut dari PDAM Tirta Daroy Banda Aceh.

​Terkait dengan persoalan sampah, secara umum juga sudah ada penanganan dengan baik. “Bahwa kadang ada sampah yang menumpuk, hal itu disebabkan oleh sikap warga yang membuang sampah saat jadwal pengumpulan sampah sudah lewat,” katanya.

VHO menambahkan, Pemko Banda Aceh juga sudah meluncurkan pelayanan call center terkait persoalan sampah. “Silakan warga menghubungi dan sampah akan diangkut meskipun di luar jadwal regular,”

Atas dasar-dasar tersebut tentunya menjadi tidak beralasan munculnya desakan agar Wali Kota Aminullah Usman mundur dari jabatannya. Sebutnya.

“Khusus untuk air bersih, saya dapat pastikan bahwasanya optimalisasi pelayanan terus dilakukan, dan data pun sudah bicara. Jadi ya aneh saja permintaan mundur itu. Seharusnya baca juga aturan-aturan terkait dengan kapan pimpinan daerah dapat diberhentikan,” saran VHO yang juga mantan Ketua IPELMABAR.

Tambahnya, mengakui bahwa di lapangan masih terdapat sejumlah kekurangan, misalnya debit air ke sejumlah rumah penduduk masih kurang dan kadang warna air menjadi keruh. “Tetapi dengan sejumlah rencana yang sudah disusun, kendala-kendala tersebut diharapkan dapat ditangani dengan baik, sehingga pelanggan merasa puas dan yang terpenting semua PR lama yang harus diselesaikan pasangan Aminullah Usman dan Zainal Arifin,” tutup Vhodzan Adzima. (AD)

x

Check Also

H. Aminullah Usman, SE. Ak, MM: Banda Aceh Akan Miliki Baitul Yatama

NBA – Majelis Zikir dan Pengajian Gemilang (MPG) kembali menggelar kegiatan Zikir perdana di tahun ...