banner 728x250

Wali Kota: Peran Masyarakat Dalam Memajukan Sektor Pariwisata Kota Banda Aceh Sangat Dibutuhkan

  • Bagikan

ucapan idul adha

ucapan idul adha

NBA – Setelah pada malam Sabtu (14/9/2018) tidak mengadakan Zikir dan Tausiyah rutin di Pendopo Wali Kota, dikarena seluruh jamaah dan warga Kota Banda Aceh mengikuti Pembukaan MTQ ke XXXV Kota Banda Aceh yang dibuka langsung oleh Wali Kota Banda Aceh, H. Aminullah Usman, SE. Ak, MM, kumandang alunan Zikir kembali menggema malam tadi (21/9) di Pendopo Wali Kota Banda Aceh dan diikuti oleh seribuan jamaah dari berbagai penjuru Kota.

“Ini menandakan bahwa warga Kota Banda Aceh yang bersyari’at Islam ini, merasa sudah sangat nyaman dan cinta dengan Zikir. Ini merupakan sebuah modal besar menuju cita-cita dan program Pemerintah Kota Banda Aceh, yaitu mewujudkan Banda Aceh sebagai (Kota Zikir),” ujar Jumaris, S.Ag Ketua Umum Majelis Zikir dan Pengajian Gemilang (MPG).

Lanjutnya, walau baru berusia satu tahun, tepat nya tanggal 7 September 2018 yang lalu merupakan hari Milad nya MPG ke I, namun Alhamdulillah jamaah terus bertambah dari hari ke hari, semoga keadaan ini akan terus berlanjut di Pendopo Wali Kota Banda Aceh, serta seluruh Warga Kota akan terus mengumandangkan Zikir untuk selamanya, Aamiin.

Pada kesempatan Zikir dan Tausiyah gemilang rutin kali ini, MPG selaku pelaksana kegiatan menghadirkan Majelis Zikir Arafah Kota Banda Aceh, di bawah pimpinan Tgk. Zul Arafah untuk memimpin zikir dan do’a bersama, serta Tgk. Ustad Umar Ismail, S. Ag, Da’i Kota Banda Aceh sebagai penceramah. Kata Jumaris.

Dalam sambutannya, Wali Kota Banda Aceh, H. Aminullah Usman, SE. Ak, MM mengatakan bahwa beliau sangat merasa senang dan terharu melihat kehadiran jamaah yang begitu membludak menenuhi Pendopo, dan selalu antusias mengikuti pelaksanaan Zikir dan Tausiyah rutin di Pendopo.

“Saya menghaturkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh jamaah yang telah berhadir mengikuti Zikir dan Pengajian rutin yang kita laksanakan malam ini, setelah pada malam sabtu yang lalu kita sama sama menyemarakkan Pembukaan MTQ ke XXXV Kota Banda Aceh di Masjid Baitul Musyahadah Kecamatan Banda Raya, dan Alhamdulillah malam ini kita kembali dapat saling bersilaturrahmi dan bertatap muka untuk saling berbagi informasi.” Ungkap Wali Kota.

Selanjutnya, Wali Kota juga menyampaikan beliau baru saja tiba dari Jakarta untuk menerima penghargaan WTP ke 10 kali berturut-turut untuk Kota Banda Aceh yang diserahkan langsung oleh Menteri Keuangan Republik Indonesia, Sri Mulyani.

“Alhamdulillah Kota Banda kembali dapat meraih prestasi WTP yang ke 10 secara berturut turut, ini merupakan sebuah pencapaian yang luar biasa prestisiusnya bagi kita Kota Banda Aceh. Saya menyampaikan ucapan terima kasih dang penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran Pemerintah Kota Banda Aceh, kepada Pak Drs. H. Zainal Arifin Wakil Wali Kota, Pak Sekda, Para Asisten, seluruh Kepala SKPK bersama para staf nya, dan juga seluruh Camat se-Kota Banda Aceh, karena atas dedikasi kita semua maka ini dapat kita raih,” ujar Aminullah.

Sambungnya, serta ungkapan terima kasih yang sangat istimewa kepada seluruh warga Kota Banda Aceh yang terus mengawal dan berdoa atas jalannya pemerintahan yang selaras dan seirama dalam pembangunan di segala sektornya.

Dalam rangka keberangkatan ke Jakarta kali ini, Pak Wali juga didaulat untuk menjadi pemateri dalam Seminar Nasional Masyarakat Sipil Indonesia.

“Alhamdulillah, kemarin (20-9-2018), saya juga diundang untuk menjadi pembicara pada Seminar Nasional Masyarakat Sipil Untuk Indonesia, dan dalam dekat ini diundang kembali sampai ke Maluku dan juga Provinsi Bali. Khusus untuk Bali, saya di undang untuk memberikan materi tentang khasanah dan keistimewaan kopi Aceh,” terang Wali Kota.

Nantinya, saya juga akan memaparkan bagaimana keistimewaan kopi Aceh dan kopi Sanger, “Sama-sama ngerti” dan kenikmatan kuliner Aceh lainnya, yang berkonsep 3 E, “enak, enak sekali dan enaaak sekali” yang disambut dengan gemuruh suara dari jamaah.

Karena dengan memberikan informasi tentang kekayaan Alam dan Budaya Aceh, maka dapat mengundang para wisatawan untuk berkunjung ke Aceh, khususnya Kota Banda Aceh guna meningkatkan sektor pariwisata yang dapat menumbuhkan perekonomian masyarakat kita.

Kita bertekad bahwa untuk tahun depan, Banda Aceh akan dikunjungi oleh 1 juta wisatawan, yang dapat membawa aura positif dalam perekonomian kita. Maka peran serta masyarakat sangat kami harapkan. Kata Wali Kota yang disambut dengan doa dari seluruh jamaah.

Selanjutnya, penceramah Tgk. Ustad Umar Ismail, S. Ag dalam tausiyahnya dengan tema “Mencetak Generasi Islam yang Berjiwa Qurani” menyampaikan betapa untuk mencapai sebuah harapan dan cita-cita kita untuk mewujudkan suatu generasi idaman yang sesuai dengan tuntunan Islam.

Lanjutnya, butuh perjuangan dan usaha yang ikhlas serta berkelanjutan, dimulai dari keluarga, lingkungan dan peran serta pihak pemerintahan.
“Dalam perjuangan untuk meraih sebuah kehidupan dimana di dalamnya di huni oleh insan-insan baik dan berfalsafah Islam, kita pasti menghadapi rintangan dan godaan, baik dari insan maupun dari godaan dari syaitan,
Untuk itu dibutuhkan hati yang ikhlas dan pikiran yang jernih untuk dapat menangkis semua godaan tersebut. Salah satu contohnya adalah seperti yang kita laksanakan malam ini, yaitu berzikir kepada Allah,” kata Ustad Umar.

Dimulai dari keluarga, maka didiklah anak dan istri kita dengan kebiasaan untuk berfikir dan selalu berbuat yg baik dan positif.
Apalagi selama ini Pemerintah Kota Banda Aceh, dibawah Kepemimpinan Bapak Wali Kota, Aminullah Usman dan Wakil Wali Kota Zainal Arifin, terus kontinyu melaksanakan kegiatan-kegiatan yang bersifat mendidik generasi Islam, antara lain, Zikir dan Tausiyah gemilang rutin di Pendopo, mengadakan MTQ secara berjenjang mulai dari tingkat Gampong, mengadakan penyuluhan Agama Islam dan juga gerakan siswa berzikir di kalangan pelajar, penyuluhan serta seminar remaja dan pemuda anti narkoba, dan kegiatan lainnya yang bersifat mendidik.

Selanjutnya ketika kita berada dalam lingkungan masyarakat, maka tampilkanlah kebiasaan berprilaku yang baik dan bertutur bijak, yang dapat membuat hati dan jiwa orang-orang di sekeliling kita selalu damai dan nyaman.

Apalagi selama ini Pemko Banda Aceh, terus berkerja keras untuk mengupayakan terbentuk dan terwujudnya suatu generasi muda Islam yang berjiwa qurani di Kota Gemilang ini. Ungkap ustad Umar.

Hadir juga dalam kegiatan Zikir tersebut, Ulama dan Para Pimpinan Dayah di Kota Banda Aceh, para pimpinan Majelis Zikir, Wakil Wali Kota, Sekda Kota Banda
Aceh, para SKPK, Camat, Guru, Tgk-tgk, para Keuchik dan jamaah lainnya. Acara pun berjalan dengan khidmat dan penuh kekhusyukan sampai dengan selesai. (AD)

  • Bagikan