banner 728x250

Wujudkan Banda Aceh Sebagai Kota Zikir, Ini Pesan Wali Kota Pada Jemaah MPG

  • Bagikan

NBA – Majelis Zikir dan Pengajian Gemilang (MPG) Kota Banda Aceh kembali menggelar kegiatan tausiah dan zikir rutin mingguan di pendopo wali kota, Jumat (2/11) malam.

Acara yang dihadiri oleh ratusan jemaah zikir dari berbagai kalangan tersebut diawali dengan Salat Isya berjamaah, yang dilanjutkan dengan tausiah dan zikir.

Pada kesempatan kali ini, MPG menghadirkan Pimpinan Dayah Darul Hikmah Al Waliyah Tgk. Syukri Daud Pango yang memimpin zikir dan doa bersama. Sementara tausiah dengan tema “Santun Berkomunikasi” disampaikan oleh Pimpinan Majelis Zikir Zawiyah Nurun Nabi Tgk. Jamhuri Ramly.

Wali Kota Banda Aceh, H. Aminullah Usman, SE. Ak, MM dan Wakil Wali Kota Drs. H. Zainal Arifin serta Sekda Bahagia bersama para pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Banda Aceh turut hadir di sana. Hadir pula para penyandang disabilitas yang tergabung dalam Persartuan Tuna Netra Indonesia (Pertuni).

Dalam sambutan singkatnya, Wali Kota mengajak seluruh jemaah untuk terus membesarkan gema zikir di seluruh penjuru kota guna menggapai cita-cita mewujudkan Banda Aceh sebagai kota zikir. “Kita mulai dari pendopo ini, Masjid Raya Baiturrahman, dayah-dayah, masjid hingga meunasah gampong yang ada di Banda Aceh,” katanya.

“Banda Aceh sebagai kota zikir ini senafas dengan visi pemerintahan kami saat ini yakni, Mewujudkan Banda Aceh Gamilang dalam Bingkai Syariah dengan tiga pilar pembangunan kota yakni dalam bidang agama, ekonomi, dan pendidikan. Mohon dukungan dari seluruh masyarakat agar cita-cita mulia ini dapat kita wujudkan bersama,” katanya lagi.

Terkait dengan tema tausiah, wali kota mengatakan hal tersebut sangat penting dalam menjaga dan memperat ukhuwah antar sesama. “Berkomunikasi itu tidak boleh menyakiti perasaan orang lain. Tetap menjaga sopan santun dan saling menghormati.”

“Apalagi Banda Aceh sedang giat-giatnya menggenjot sektor pariwisata, maka penting bagi kita selaku tuan rumah bagi wisatawan untuk berkomunikasi dengan baik. Tatap mata lawan bicara kita maupun saat bersalaman adalah contoh kecil namun bermakna lebih jika dapat kita lakukan kepada setiap tamu yang datang ke kota kita,” katanya. (Red)

  • Bagikan