T. Hanansyah, SE. Ak, Dirut LKM MMS sosialisasi program-program dan manfaat LKM MMS pada jajaran PDAM Tirta Daroy Banda Aceh.

Mahirah Muamalah Syariah Gelar Sosialisasi Tabungan Qurban, Ini Manfaatnya

NBA- T. Hanansyah, SE. Ak, Direktur Utama Lembaga Keuangan Mikro (LKM) Mahirah Muamalah Syariah (MMS) milik Pemerintah Kota Banda Aceh, didampingi Mufied Al-Kamal, S.Sos.I, SE, Direktur dan para Tim Marketing serta Pembiayaan, terus melakukan sosialisasi ditahun 2019 ini, terkait apa itu LKM MMS, baik dari berbagai program-program yang ditawarkan, serta tujuan dan manfaatnya.

Seperti pada pekan lalu, LKM MMS melakukan sosialisasi kepada para pegawai di DLHK3 Banda Aceh, PDAM Tirta Daroy Kota Banda Aceh dan tadi pada Senin (28/1), diadakan di Pasar Atjeh, bersama jajaran pengelola Pasar Atjeh yang diikuti 100 orang lebih.

“Insya Allah, di bulan Januari dan Februari nanti, LKM MMS akan fokus pada sosialisasi tentang pengenalan lebih dalam lagi terkait berbagai program di Mahirah Muamalah Syariah, serta tujuan dan manfaatnya. Karena semua yang kami tawarkan disini sesuai dengan hukum-hukum Islam,” Ungkap Hanansyah yang juga Wakil Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Aceh ini.

T. Hanansyah, SE. Ak, Dirut LKM MMS sosialisasi program-program dan manfaat LKM MMS pada jajaran DLHK3 Banda Aceh.

Salah satu program baru di LKM MMS adalah, Tabungan Qurban. Dimana tabungan ini memiliki begitu banyak manfaat bagi mereka yang menjalankannya, manfaat yang sangat dirasakan adalah perencanaan keuangan yang diperuntukkan membeli hewan qurban.

“Anda tentulah akan merasa lebih ringan dalam masalah keuangan, karena diibaratkan Anda membeli barang dengan cara dicicil. Anda dapat menyisihkan sedikit penghasilan bulanan Anda untuk ditabung. Selain itu, karena Anda mengikuti tabungan hewan kurban, maka Anda akan melakukannya jauh hari sebelum hari besar tiba. Hal ini dapat memungkinkan Anda untuk memperoleh hewan qurban yang harganya lebih murah.” Terang Hanansyah.

Lalu apa itu Tabungan Qurban? Tabungan Qurban adalah simpanan uang yang berasal dari pendapatan yang tidak dibelanjakan, dan bisa dilakukan oleh perorangan maupun instansi atau lembaga untuk ibadah kurban. Tabungan Qurban biasanya fleksibel dan menyesuaikan keinginan dan kemampuan perqurban, yaitu dapat menentukan besaran dan waktunya, serta tetap mendapat harga istimewa sesuai periode pelunasan melalui berbagai kemudahan bertransaksi. Jelasnya.

Adapun teknis pelaksanaannya diatur sebagai berikut :

  1. Pendaftaran dibuka sejak bulan Desember 2018 dan seterusnya dengan setoran awal ditetapkan minimal Rp.100.000,- (Seratus Ribu Rupiah).
  2. Setoran selanjutnya, ditetapkan minimal Rp.100.000,- (Seratus Ribu Rupiah).
  3. Bila jumlah tabungan belum mencukupi harga hewan qurban pada periode tersebut, maka Nasabah diminta untuk menutup kekurangannya atau menunda Qurbannya untuk periode berikutnya.
  4. Kami menentukan 7 (Tujuh) Nasabah untuk per/ekor sapi dan pembeliannya diserahkan pada Panitia.
  5. Kami melayani Nasabah yang akan membeli hewan qurban kambing, dengan harga sesuai kambing yang tersedia (Nasabah dapat memilih sendiri kambingnya).
  6. Semua uang Tabungan Qurban disimpan di LKM Mahirah Muamalah Syariah.
  7. Jika diperoleh bagi hasil, mohon diikhlaskan untuk KSU Syari’ah Assalam sebagai biaya pemeliharaan rekening di Bank.
  8. Bagi Nasabah yang sudah menabung pada periode yang lalu, bisa melanjutkan tabungannya.

Nah, artinya Nasabah telah berniat memiliki hewan qurban pada tahun yang direncanakan, menabung sekaligus dapat beramal dan beribadah serta nasabah pula dapat merencanakan keuangannya untuk kedepannya. “Mengapa kita harus berqurban ? Karena qurban merupakan tanda syukur kepada Allah SWT. Manusia yang dibei rizki lebih, hendaknya berbagi kepada sesama yang belum beruntung. Salah satunya dengan membagikan daging qurban” tutup Hanansyah.

T. Hanansyah, SE. Ak, Dirut LKM MMS sosialisasi program-program dan manfaat LKM MMS pada jajaran Pasar Atjeh.

Sementara itu, Direktur LKM MMS, Mufied Al-Kamal mengatakan, keberadaan lembaga keuangan mikro (LKM) tidak bisa disepelekan. Sebab, LKM bisa mendukung perkembangan ekonomi Gampong dengan cakupan lebih luas dibanding lembaga keuangan sejenis yang sudah ada.

Lembaga Keuangan Mikro dapat membangkitkan Ekonomi perdesaan, bila LKM syariah tumbuh, maka akan mempunyai jaringan dengan perbankan syariah. “Ini akan membuat LKM menjadi kegiatan ekonomi syariah yang besar.” Ungkap Mufied.

Peran daerah tentunya sangat dibutuhkan dalam menumbuhkan Lembaga Keuangan Mikro (LKM) syariah. Pasalnya daerahlah yang mempunyai akses keuangan hingga ke lapisan bawah. Dan Alhamdulillah, Banda Aceh dibawah kepemimpinan H. Aminullah Usman, SE. Ak, MM, Wali Kota dan Drs. H. Zainal Arifin, Wakil Wali Kota, telah melahirkan Lembaga Keuangan Mikro Syariah, yaitu Mahirah Muamalah Syariah. Ujarnya.

Untuk itu, kami mengajak seluruh warga Kota Banda Aceh khususnya pelaku UMKM, ayo bermitra dengan Mahirah Muamalah Syariah, Insya Allah kita selalu siap membantu, baik dari pembiayaan serta pembinaannya. Dan semuanya dilakukan dengan berpedoman pada hukum-hukum dienul islam, peraturan perundang-undangan, dan peraturan yang dikeluarkan oleh Pemerintah maupun Bank Indonesia sebagai pembina dan pengawas perbankan nasional. Tutup Mufied Al-Kamal. (AD)

x

Check Also

Ketum PAN: Menjadi Anggota Dewan Adalah Jalan Pengabdian

NBA – Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan menyampaikan amanatnya kepada Pimpinan dan ...