Kepala BNN Republik Indonesia Canangkan Gampong Lampaloh Bersinar

NBA – Gampong (Desa) Lampaloh merupakan gampong terkecil di Banda Aceh. Luasnya hanya 15 Hektar dengan jumlah penduduk 662 orang. Gampong yang dipimpin Keuchik Adi Isnaini ini hanya ditempati 160 Kepala Keluarga.

Gampong ini boleh saja kalah dari sisi luas wilayah atau jumlah penduduk, namun unggul dalam sejumlah program pembangunan. Setelah di deklarasikan sebagai Gampong Layak Anak dan Gampong KB beberapa waktu yang lalu, kini Lampaloh dicanangkan sebagai Gampong Bersih Narkoba (Bersinar). 

Pencanangan dilakukan oleh Kepala BNN Republik Indonesia, Komjen Heru Winarko bersama Wali Kota Banda Aceh, H. Aminullah Usman, SE. Ak, MM dan Kepala BNN Provinsi Aceh, Brigjen Pol Drs Faisal Abdul Naser dengan memukul Rapa’i di halaman Menasah gampong setempat, Kamis (11/4).

Wali Kota bersama Komjen Heru Winarko dan Brigjen Faisal juga menandatangani prasasti pencanangan didepan Satgas Anti Narkoba dan masyarakat setempat. Penandatangan prasasti ini turut disaksikan, Sekdakota Banda Aceh, Bahagia, Ketua Dekranasda Kota, Hj Nurmiaty AR, Wakil Ketua Dekranasda, Hj Fauziah, Kepala BNN Kota, Hasnanda Putra, Camat Lueng Bata, Mustafa dan sejumlah perwakilan Forkopimda Banda Aceh.

Wali Kota sendiri mengungkapkan kekagumannya kepada pemerintah gampong dan warga Lampaloh atas pencanangan sebagai Gampong Bersinar.

Kata Aminullah, dari 90 Gampong di Banda Aceh, Lampaloh menjadi gampong pertama yang dicanangkan sebagai Gampong Bersinar. 

“Memang kita telah mendeklarasikan 90 gampong sebagai Gampong Anti Narkoba. Tapi Gampong Bersinar, baru Lampaloh dan ini jadi yang pertama di Banda Aceh. Layak dicontoh oleh gampong lainnya,” ungkap Aminullah.

Kepada Kepala BNN Republik Indonesia, Wali Kota sepintas menyampaikan program yang yelah dilakukan Pemko Banda Aceh dalam memerangi Narkoba. Katanya, sesuai visi misi Banda Aceh Gemilang dalam Bingkai Syariah yang prioritas pembangunannya pada sektor agama, ekonomi dan pendidikan, Pemko terus berupaya memberantas penyalahgunaan narkoba di seluruh Banda Aceh.

“Dari tiga sektor ini memiliki hubungan erat dengan pemberantasan narkoba. Program zikir telah menggema diseluruh pelosok kota. Kita ingin lewat zikir, masyarakat meningkat ketaqwaannya kepada Allah SWT dan pasti menjauhi narkoba. Lewat pendidikan, terus dilakukan sosialisasi ke sekolah sekolah, baik oleh BNN Kota maupun Pemko sendiri lewat Kesbangpolinmas. Begitu juga di sektor ekonomi, masyarakat kecil kita beri modal usaha lewat MMS dan saat ini angka kemiskinan menurun di Banda Aceh menjadi 7,44 % dari dua tahun sebelumnya 12 %,” ujar Wali Kota.

Wali Kota meyakini, lewat tiga program prioritas tersebut masyarakat kota Banda Aceh akan menjauhi narkoba.

Kemudian, Wali Kota juga menyebutkan Pemko terus mendorong lahirnya Ormas-Ormas yang menjadi mitra pemerintah dalam memberantas peredaran dan penyalahgunaan narkoba.

“Sudah banyak lahir Ormas anti narkoba, ada GERGANA, IKAN dan lainnya,” ungkap Wali Kota.

Komjen Heru Winarko Ajak Semua Pihak Bekerjasama Perangi Narkoba

Komjen Heru Winarko mengatakan dalam memberantas penyalahgunaan narkoba semua pihak harus bekerjasama. Katanya kebersamaan menjadi hal penting agar memiliki kekuatan memerangi barang haram tersebut.

“Yang palin penting kita harus bersama agar lebih kuat. Karena narkoba itu seperti hantu, ada tapi tidak kelihatan,” ujar Komjen Heru Winarko.

Komjen Heru juga sependapat dengan Wali Kota dimana pemberdayaan ekonomi masyarakat menjadi salah satu kunci sukses dari program ini.

“Banyak kita temukan di sejumlah daerah yang jadi pengedar narkoba itu Ibu-ibu. Karena kondisi ekonomi membuat mereka nekat menjadi pengedar untuk mendapatkan uang. Jadi, Saya setuju memberdayakan Ibu-ibu lewat kerajinan agar memiliki penghasilan, ini salah-satu solusi. Saya apreaiasi apa yang telah dilakukan Pak Wali dan Ibu Wali lewat Dekranasda,” kata Komjen Heru Winarko.

Dalam kesempatan ini, Jenderal bintang tiga ini juga menegaskan pentingnya peran masyarakat, mulai dari Kepala Desa, perangkat hingga keluarga.

“Kalau ada anak-anak kita yang kedapatan menggunakan narkoba, masyarakat harus seperti apa. Ada yang perlu dibina, ada yang perlu diselidiki dulu apakah sudah dilevel pengedar, bandar atau masih coba-coba,” ujarnya.

Kepala BNN Pusat ini menegaskan, para pengedar dan bandar boleh tembak ditempat. Tapi bagi yang masih tahap coba-coba perlu dilakukan pembinaan.

“Kalau yang bandar dan pengedar tembak ditempat. Tapi yang masih coba coba atau pemakai harus dibina. Karenanya Saya minta BNNK dan Pemko dapat memikirkan solusi untuk tempat rehabilitasi. Mungkin bisa dimanfaatkan rumah sakit dan Puskesmas sabagai solusi tempat rehab,” pintanya.

Sementara Keuchik Adi Isnaini dalam kesempatan ini banyak bercerita kegiatan kegiatan yang dilakukan pihak gampong dalam menjauhkan warga dari Narkoba.

Mulai dari memfasilitasi warga berolahrga dengan dana gampong, kesenian dan sejumlah kegiatan sosialisasi. (Red)

x

Check Also

Dibuka Wakil Wali Kota, MTR di Lambhuk Diikuti 571 Peserta

NBA – Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan, Remaja Masjid dan BKM ...