Wali Kota Banda Aceh, H. Aminullah Usman, SE. Ak, MM, didampingi Istri Hj. Nurmiaty AR, berfoto bersama puluhan rombongan Ibu-ibu dari Meulaboh Aceh Barat.

Puluhan Ibu-ibu Dari Aceh Barat Ikuti Zikir dan Tausiah Gemilang di Pendopo Wali Kota

NBA – Kegiatan Zikir dan Tausiyah Gemilang rutin di pendopo Wali Kota Banda Aceh terus bergulir sabang minggunya, untuk pekan ini, tidak dibuat sebagaimana biasa disetiapmalam Sabtu, tapi dilaksanakan malam Jumat, (19/9), dikarenakan Wali Kota Banda Aceh, H. Aminullah Usman, SE. Ak, MM dan jajarannya akan berada di Kota Sigli, Pidie pada malam Sabtu dalam rangka pembukaan MTQ ke-34 Tingkat Provinsi Aceh tahun 2019.

Diawali dengan kumandang shalawat yang dilantunkan oleh group Shalawat Mujiburrahman Aceh. Shalawat Nabi yang di selama ini sering dikumandangkan oleh Group Haddrah Zawiyah Nurun Nabi Aceh, tapi kali ini Majelis Zikir dan Pengajian Gemilang (MPG) menghadirkan group Shalawat Mujiburrahman, yang merupakan bagian dari Majelis Zikir Mujiburrahman, juga bertindak sebagai majelis yang memimpin zikir kali ini.

Suasana pelaksanaan Zikir dan Tausiyah Gemilang, sarat dengan keakraban dan kesahajaan antara Teungku – teungku Pimpinan Dayah, Pimpinan – pimpinan Majelis Zikir, dan seluruh jamaah yang berhadir dari berbagai Gampong dalam Kota Banda Aceh dengan Wali Kota dan jajarannya.

Malam tadi, Zikir terasa lebih meriah dengan kehadiran puluhan Ibu-ibu dari Meulaboh Kabupaten Aceh Barat yang khusus datang ke Kota Banda Aceh hanya untuk menyaksikan dan mengikuti pelaksanaan zikir di Pendopo Wali Kota Banda Aceh.

Mereka semua sangat terpana dan berbahagia dapat hadir dan menyaksikan langsung rangkaian acara Zikir, Tausiyah dan Doa bersama Wali Kota yang hanya ada satu-satunya di Negeri ini, yaitu digelar rutin saban Minggu di Pendopo Wali Kota Banda Aceh. Hal tersebut diungkapkan Ketua Umum Majelis Zikir dan Pengajian Gemilang, Ustad Jumaris, S.Ag, pada NBA.

Dalam sambutannya, Aminullah mengatakan Zikir sudah menjadi bagian dari warga Aceh, dan di kegiatan Zikir ini selain sebagai ibadah antara hamba dan Sang PenciptaNya, juga merupakan sebuah tempat membangun ukhwah dan silaturrahim antara kita, kami Pemerintah Kota Banda Aceh dengan seluruh warga, dan yang tak kalah pentingnya adalah, Zikir yang kita bacakan setiap saat ini, dapat menghancur leburkan iblis dan syaitan.

“Karena bacaan – bacaan Zikir sangat dibenci oleh iblis dan syaitan, maka iblis terus menerus menghalangi dan menggoda kita untuk tidak melakukan zikir, tapi kita tetap dengan teguh dan tegas serta ikhlas akan terus berzikir kepada Allah SWT,” ungkap Aminullah yang disambut dengan terikan takbir oleh jamaah.

Wali Kota juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh jamaah yang selalu mengikuti zikir rutin di Pendopo setiap malam sabtu nya. Dan malam Wali Kota juga menyucapkan terima kasih yang ter khusus kepada rombongan Ibu-ibu dari Meulaboh, Aceh Barat yang hadir untuk ikut zikir dan doa bersama.

“Kami menyampaikan terima kasih atas ketekunan dan keikhlasan Bapak Ibu jamaah yang selalu hadir di sini bersama – sama kita untuk berzikir kepada Allah, dan kami juga menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada rombongan Ibu – ibu dari Meulaboh, yang telah mengapresiasi kegiatan Zikir di Pendopo Wali Kota Banda Aceh ini, semoga mendapat balasan yang setimpal dari Allah SWT. Tutup Aminullah.

Sementara itu, untuk mengisi ceramah kali ini, MPG menghadirkan Prof. DR. Nazaruddin, MA, Guru Besar dari UIN Ar Raniry Banda Aceh, yang mengangkat tema tentang sosialisai Lembaga Keuangan Syari’ah.

Prof. Nazaruddin menyatakan sudah saatnya kita melaksanakan dan mengikuti tatanan dalam Islam secara kaffah. “Kita di Provinsi yang sangat istimewa ini, sangat mudah dan memiliki peluang yang sebesar-besarnya untuk dapat mengaplikasikan kehidupan Islam yang sempurna, termasuk dalam hal keuangan,” katanya.

Selama ini, kita hanya mengedepankan untuk hal kehidupan ibadah saya yang sering sangat kita utamakan, tapi kadang kita abaikan atau lupa dalam memperhatikan sumber pemasukan dan keuangan keluarga kita, sehingga timbul kekhawatiran akan kehalalan rezeki yang kita konsumsi. Ujarnya.

“Dengan lahirnya Qanun Aceh no 11 Tahun 2018, tentang lembaga keuangan syari’ah, maka sangat membantu dan memudahkan kita dalam melakukan aktivitas keuangan dalam kehidupan sehari-hari. Kalau pemerintah sudah berbuat untuk memperbaiki sistem keuangan kita yaitu dari konvensional ke sistem syari’ah, tentu kita juga akan mengikutinya,” terang Prof. Nazaruddin.

Seusai Tausiah, kegiatan dilanjutkan dengan Zikir bersama dan ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Tgk. Asy’ari Ibrahim, S. Pdi, Pimpinan Majelis Zikir Mujiburrahman Aceh. (AD)

x

Check Also

Wali Kota: MoU BNNK Banda Aceh dan Lapas Perkuat Pencegahan Peredaran Narkoba

NBA – BNN Kota Banda Aceh dan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA ...