banner 728x250

Pantai Lhoknga dan Lampuuk Belum Bersih dari Tumpahan Batu Bara, Anggota DPR Fraksi PAN Angkat Bicara

  • Bagikan
Anggota DPR Kabupaten Aceh Besar, Abdul Mucthi (kiri), bersama Lhoknga Surf Team, menunjukkan batu bara hasil kutipan mereka di Pantai Babah Kuala Desa Mon Ikeun, Lhoknga Kabupaten Aceh Besar.

NBA, Aceh Besar – Laut Lhoknga dan Lampuuk Kabupaten Aceh Besar, saban tahun selalu dikotori oleh tumpahan batu bara yang dapat merusak biota laut dari ikan hingga terumbu karang.

Batu bara yang tumpahnya ini bersumber dari kapal tongkang pengangkut batu bara untuk supply kebutuhan power plant PT SBA atau lebih dikenal dengan nama PT Semen Andalas sebelumnya.

Hal tersebut disampaikan oleh Zaki Mulia, Ketua Lhoknga Surf Team pada NBA, melalui siaran persnya. Senin (28/10).

Lanjutnya, Kapal tongkang TB Marina pengangkut batu bara terdampar dan patah sekitar 1 tahun yang lalu, yakni Minggu 29 Juli 2018 sekitaran pukul 07.30 WIB, sampai sekarang sebaran batu bara masih banyak terhampar dilaut, di termbu karang dan sebagian tamoak jelas di pinggir pantai.

PT. Solusi Bangun Andalas dan Perusahaan Pengangkut/Pemilik Kapal Tongkang, sesuai dengan komitmen dengan Pemerintah Aceh, Pemerintahan Kabupaten Aceh Besar dan warga sekitar sudah membersihkan ini secara tuntas. Ujarnya.

“Meskipun PT. SBA dalam beberapa keterangannya menyebutkan bahwa ini merupakan tanggungjawab pihak ketiga yang menjadi penyalur batu bara tersebut, itu urusan koordinasi internal yang tidak berhubungan langsung dengan Masyarakat. Pemerintah Aceh Besar sudah beberapa kali menghimbau agar PT. SBA bertanggungjawab menyelesaikan kasus yang kalau terlalau lama dibiarkan akan merusak lingkungan.” Ungkapnya.

Dalam Hal ini, Lhoknga Surf Team, yang terdiri dari anggota selancar sudah beberapa kali menekankan ke semua pihak untuk lebih serius menangani tumpahan batu bara, karena secara lisan sudah banyak peselancar-peselancar lokal dan nasional yang complain terhadap kondisi ombak yang suhu airnya meningkat cepat dan secara kesehatan tumpahan batu bara ini bisa menyebabkan penyakit kulit. Jelas Zaki Mulia.

“Untuk itu kami meminta seluruh Anggota DPRK Aceh Besar, dalam hal ini yang sudah hadir disini adalah Bapak Abdul Mucthi, sedianya meminta semua pihak untuk melakukan tugas dan tanggungjawabnya sesuai tupoksi msing-masing, sehingga tidak merugikan potensi wisata bahari Lhoknga,” harap Ketua Ketua Lhoknga Surf Team beserta jajarannya.

Lebih lanjut Zaki Mulia merincikan, saat ini kita sedang pelan-pelan memperkenalkan potensi wisata laut ke masyarakat luar, jangan sampai tumpahan batu bara ini menjadi penyebab berkurangnya pengunjung atau wisatawan, belum lagi dampak lingkungan terutama masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan, yang mencari nafkah di laut Lhoknga dan Lampuuk.

“Jangan karena sudah memberikan kompensasi seakan-akan sudah menuntaskan tanggung jawab Perusahaan. Dampak tumpahnya batu bara yang bisa merusak biota laut terutama terumbu karang dapat merugikan nelayan secara khusus dan laut secara lebih luas, karena zat adiktif dari batu bara dapat terpapar secara terus menerus dan meninggalkan residu berbahaya yang tidak begitu mudah bisa dihilangkan.” Jelas Zaki.

Sementara itu, Anggota DPR Kabupaten Aceh Besar, Abdul Mucthi secara tegas menyebutkan bahwa PT. Solusi Bangun Andalas dan Perusahaan Pengangkut/Pemilik Kapal Tongkang harus terbuka ke Pemerintah dan masyarakat sekitar, karena sampai saat ini kita tidak tahu berapa yang sudah diangkut atau dibersihkan, berapa yang tersisa dan bagaimana kelanjutan pembersihannya termasuk apa yang mereka berikan ke masyarakat.

“Kalau sekedar kompensasi itu penyelesaian jangka pendek, apa komitmen perusahaan untuk dampak jangka panjangnya, tidak ada yang tahu karena Perusahaan tidak terbuka. sebenarnya tidak hanya masalah insidentil seperti ini saja, banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan oleh PT. Solusi Bangun Andalas dengan masyarakat Lhoknga dan masyarakat Leupung terkait masalah lingkungan hidup, penyelamatan sumber mata air, penyelamatan kawasan karst, reklamasi lahan tambang termasuk transparansi dan penggunaan dana CSR. Semuanya harus menjadi prioritas penyelesaian oleh Perusahaan.” Tegas Anggota DPRK Aceh Besar, Fraksi Partai Amanat Nasional ini.

Kemudian kepada Dinas Lingkungan Hidup Aceh dan Kabupaten Aceh Besar demikian halnya, Perangkat Gampong dan Kemukiman untuk terus mengawasi proses pembersihan ini. Terlebih, November 2019, bulan depan akan dilaksanakan event tingkat nasional Aceh Surfing Camphionship, ini momentum untuk memperkenalkan peselancar muda Aceh, khususnya Lhoknga ke tingkat nasional dan juga untuk mengundang wisatawan. “Untuk itu saya meminta dan mengharapkan agar semua pihak untuk bisa menyelesaikan masalah ini sebelum event itu dilaksanakan.” Tutup Abdul Mucthi, yang diaminkan oleh Lhoknga Surf Team. (Red)

  • Bagikan