banner 728x250

Komitmen Aminullah – Zainal Membantu Berbagai Pelaku Industri Kecil Menengah Melalui Dinas Tenaga Kerja

  • Bagikan
Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Banda Aceh, Ir. Sofyanuddin. | Foto: Riz

NBA – Pemerintahan Wali Kota Banda Aceh, H. Aminullah Usman, SE. Ak, MM bersama Wakil Wali Kota, Drs. H. Zainal Arifin selalu berkomitmen untuk mengurangi kesenjangan ekonomi, komitmen tersebut kembali ditegaskan Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Banda Aceh, Ir. Sofyanuddin dalam wawancara nya yang kepada NBA, pekan lalu.

Sosok yang dikenal humoris, santun dan tegas dalam mengemban setiap tugasnya ini mengatakan “Kesenjangan dan kemiskinan menjadi tantangan kita bersama. Saya rasa itu yang menjadi tugas besar kita agar yang namanya kesenjangan dan kemiskinan bisa kita selesaikan dengan baik,” kata Sofyanuddin.

Salah satu strategi yang dijalankan Pemerintahan Aminullah – Zainal untuk mengentaskan kemiskinan adalah pemberdayaan di sektor ekonomi.

Dalam rangka pemberdayaan perekonomian masyarakat Kota Banda Aceh, Kepala Dinas Tenaga Kerja ini mengungkapkan pihaknya telah membina berbagai Industri Kecil Menengah (IKM) di dalam mengembangkan usahanya.

Tidak hanya sebatas binaan saja, tapi sampai ke pengawalan dalam melakukan pemasaran produknya hingga pengurusan ijin merek serta pengemasan produknya, sehingga dapat memberikan daya tarik dan nilai jual yang baik dan tepat sasaran.

Sofyanuddin yang didampingi Kepala Bidang Industri Ilyas menerangkan, sepanjang 2017 s/d 2019 dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat dibidang IKM, Dinas yang ia pimpin telah merealisasikan berbagai bantuan, baik dalam bentuk barang dan menggelar berbagai pelatihan serta pengurusan sertifikasi ijin, yang tentunya semua itu sesuai dengan RPJM Wali Kota Banda Aceh dan renstra SKPD.

Selama ini, Pemerintah Kota Banda Aceh melalui Dinas Tenaga Kerja juga telah melakukan monitoring terhadap program-program dan bantuan yang diberikan kepada para pelaku usaha. Hasilnya, dari sekian banyak IKM yang mendapat sentuhan Pemerintah Kota Banda Aceh, tak sedikit yang menjadikannya sebagai usaha pokok. Ujarnya.

“Dengan adanya bantuan kepada para pelaku IKM ini, masyarakat yang berusaha itu tentunya ada nilai tambah, bahkan jika mereka menjadikannya sebagai usaha pokok maka dia akan mendapatkan penghasilan tetap untuk menghidupi keluarga, serta tentunya dapat membuka lapangan pekerjaan.”

Kemudian, ia juga mengatakan bantuan yang telah diberikan itu akan terus berkesinambungan. “Seperti yang telah mendapatkan bantuan dalam bentuk peralatan, maka pada tahun selanjutnya kita akan bantu kembali dari segi peningkatan mutu produknya.”

Setiap tahunnya Dinas Tenaga Kerja Kota Banda Aceh juga memberikan bantuan dalam bentuk pelatihan-pelatihan dan bimbingan kepada para pelaku IKM ini. Selain itu produksi IKM yang berkualitas juga akan dibawa dalam setiap agenda Pemerintah Kota di dalam taraf nasional hingga internasional untuk di promosikan.

“Misalnya pada produk kopi, disetiap event-event yang diikuti Pemerintah Kota Banda Aceh diluar daerah bahkan diluar negeri, kita selalu bawa dan kita juga berikan nomor kontak si pengusaha tersebut untuk memudahkan distribusi dalam order selanjutnya,” ungkap Sofyanuddin.

Dari segi pemberdayaan dalam daerah, ia juga menjelaskan bahwa tekad Wali Kota dan Wakil Wali Kota selama ini dalam menggenjot sektor wisata sangat sesuai dalam menciptakan lapangan bagi IKM itu sendiri.

“Banda Aceh ini kan kota jasa, yang kita tingkatkan disini dari segi pariwisata, kita kebun tak punya, lahan juga tak punya. Banda Aceh ini kota perdagangan, dan kita berharap banyak dari kunjungan wisata baik mancanegara maupun luar negeri,” katanya.

Menurut Sofyanuddin, dengan adanya wisatawan yang datang maka pastinya mereka akan berbelanja barang berupa souvenir lokal sebagai cinderamata.

Disamping itu, berbicara IKM ini sudah pasti ada kaitannya dengan penumpasan angka pengangguran dan kemiskinan di Kota Banda Aceh. Sofyanuddin pun menjelaskan bahwa dengan memberdayakan IKM ini tentunya secara tidak langsung kita telah memberdayakan banyak orang.

“Contohnya dalam sebuah IKM itu pembuatan produknya membutuhkan jasa tiga orang, maka jika kita berdayakan 1000 IKM otomatis sudah menciptakan peluang kerja sebanyak 3000 orang,” terangnya.

Dan selama dua tahun ini, tambahnya, upaya yang telah dilakukan pihaknya sangat memuaskan. Yang dimana diawal kepemimpinan Wali Kota, Aminullah dan Wakil Wali Kota Zainal Arifin, itu angka pengangguran mencapai 12% dan sekarang sudah turun menjadi 7,25% dalam tahun 2019. Sofyanuddin menyatakan cita-citanya dalam masa kepemimpinan Amin – Zainal akan terus berupaya untuk mencapai angka lebih rendah lagi dengan target dibawah nasional. “Ya mungkin bisa tiga persen, ini harapan kita.” (ADV)

  • Bagikan