40 Ribu Undangan dan 1.000 Idang Meriahkan Maulid Raya Pemko Banda Aceh

Banda Aceh – Sekira 40 ribu undangan dari berbagai kalangan mulai dari masyarakat umum, pelajar, pejabat, anak yatim, kaum disabilitas, hingga wisatawan menyemut di Lapangan Blang Padang, Banda Aceh (6/2).

Di sana, Pemerintah Kota Banda Aceh menggelar Maulid Raya 1441 Hijriah untuk memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW. Tak kurang dari 1.000 idang pun disajikan bagi para undangan. Per idangnya terdiri 25 porsi nasi dan lauknya.

Di awal acara, Wali Kota Banda Aceh, H. Aminulah Usman, SE. Ak, MM menyerahkan santunan secara simbolis kepada 1.000 anak yatim. Sebelum makan kenduri bersama, Ustaz Das’ad Latief yang terbang jauh-jauh dari Makassar sukses mencuri atensi puluhan jemaah ribu jemaah lewat gaya tausiahnya yang nge-gas berbalut jenaka.

Di antara tamu undangan terlihat hadir Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah dan sejumlah unsur Forkopimda Aceh. Wakil Wali Kota Banda Aceh Zainal Arifin, Ketua DPRK Farid Nyak Umar, unsur Forkopimda Banda Aceh, Sekda Bahagia, dan sejumlah pejabat lainnya juga hadir.

Dalam sambutannya, Wali Kota Banda Aceh mengatakan peringatan Maulid Raya yang diselenggarakan setiap tahun ini, merupakan bagian dari upaya untuk menanamkan nilai-nilai luhur, menghadirkan kembali keteladanan Nabi Muhammad SAW dalam keseharian, “serta membumikan syiar Islam di Kota Banda Aceh yang kita cintai ini.”

Insya Allah kami dari jajaran Pemerintah Kota Banda Aceh akan mengambil inspirasi dari spirit Rasulullah dalam membangun Kota Banda Aceh, sebagai titik berangkat dalam mewujudkan visi Banda Aceh Gemilang dalam Bingkai Syariah,” ungkapnya.

Ia pun mengucapkan terima kasih atas kehadiran Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah, Ustad Dasad Latief, dan seluruh undangan atas partisipasinya dalam menyukseskan maulid raya. “Wabil khusus kepada masyarakat dari 90 gampong dan jajaran pemerintah yang telah menyediakan hampir 1.000 idang untuk jamuan kenduri maulid hari ini,” katanya.

Menurut Wali Kota, pihak panitia hanya menyediakan tenda, panggung, dan fasilitas pendukung lainnya. Sisanya merupakan swadaya masyarakat. “Jika kita kalkulasi, acara sebesarnya ini seharusnya butuh dana tak kurang dari Rp 5 miliar. Tapi dengan partisipasi masyarakat, semuanya terasa ringan dan bisa kita gelar dengan baik.”

Selain sebagai wujud rasa syukur atas kelahiran Baginda Nabi dan syiar Islam, acara ini kata Aminulllah juga sebagai perekat ukhuwah antar sesama. “Alhamdulillah kita bisa berkumpul bersama merajut ukuwah dn silaturahmi. Hadir pula di tengah-tengah kita 1.000 anak yatim dan 700 disabilitas yang kita tempatkan di tenda VIP,” ungkapnya.

Ia menambahkan, dampak ekonomi dari acara yang melibatkan banyak orang ini juga begitu besar. “Mulai dari daun pisang untuk membungkus nasi Bu Kulah hingga Boh Itek laris manis di pasar. Belum lagi bidang-bidang usaha lainnya yang ikut terkena imbas positifnya, sehingga perekonomian kota ikut terdongkrak.”

Khusus kepada Ustad Das’ad Latief yang kerap berceramah keliling Indonesia, wali kota menitip pesan agar turut mempromosikan berbagai kelebihan Banda Aceh. “Kota kami memiliki destinasi wisata yang komplit dan tak dimiliki oleh daerah lain. Seni budaya, kuliner, edukasi tsunami, heritage, hingga kopinya yang mendunia.”

“Dan tentu saja, kegiatan keagamaan seperti Maulid Akbar hari ini menjadi salah satu destinasi wisata religi favorit Banda Aceh. Buktinya di antara 40 ribu lebih yang datang hari ini juga hadir para wisatawan lokal maupun luar negeri seperti dari Turki, Jepang, Australia, Malaysia, dan beberapa negara lainnya,” demikian Aminulah Usman. (Red)

x

Check Also

IPM Banda Aceh Terbaik Nasional

*Kemiskinan dan Pengangguran Menurun*Investor Lirik Banda Aceh Banda Aceh – Berdasarkan data dari ...