Wali Kota Resmikan Rumah Pengolahan Tiram Desa Alue Naga

Banda Aceh – Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman meresmikan Rumah Pengelolaan Tiram Desa Alue Naga, Kecamatan Syiah Kuala, Rabu (12/2) di lingkungan desa setempat.

Peresmian bangunan tersebut ditandai dengan pemotongan pita secara simbolis oleh Wali Kota didampingi Camat Syiah Kuala, Aulia R Dahlan , Keuchik Alue Naga, Faisal dan Plt Perkim, Rosdi.

Dalam kesempatan itu juga, Wali Kota turut menyerahkan bantuan berupa alat budidaya tiram, kartu dan santunan bencana, buku bacaan dan paket pelatihan yang didukung penuh oleh sponsor, yakni PT Tunas Astra, Natural Aceh, Politeknik Kutaraja Banda Aceh, PT FIF, PT ACC dan tim fasilitator KOTAKU.

Dalam sambutannya, Aminullah mengatakan peresmian rumah pengolahan tiram tersebut merupakan bentuk pemanfaatan potensi alam desa yang berada di pesisir Kota Banda Aceh itu.

“Ini sangat menyentuh dan bermanfaat bagi warga Alue Naga, karena 30 persen ibu-ibu disini mata pencahariannya itu adalah dari tiram dan Pemko sudah menginvestasikan dalam bentuk budidaya tiram dan mulai tahun ini sudah mulai dilaksanakan,” ujar Aminullah.

Seperti gayung bersambut, lanjutnya, oleh karena itu tempat tersebut akan sangat bermanfaat Wali Kota berharap kepada Keuchik dan  seluruh warga dapat memanfaatkan fasilitas gedung yang diberikan oleh Kementerian PUPR semaksimal mungkin.

“Selama ini kan prosesnya sederhana, setelah diambil dari sungai para petani tiram langsung menjualnya, namun kini berbeda, memanfaatkan teknologi kita mengolah tiram ini menjadi produk makanan lainnya seperti kerupuk tiram, nugget tiram dan makanan semacamnya, tentu harganya pun meningkat,” terang Wali Kota.

Aminullah pun mengatakan, dengan adanya fasilitas ini maka akan menambah kesempatan kerja bagi warga lainnya, “jadi disini akan ada yang mengambil, ada yang mengolah dan ada yang menjual, pendapatan warga juga semakin bertambah.”

“Yang paling penting bagi saya adalah jangan lagi ada warga Alue Naga ini yang mengambil tiram ini dengan menyelam, kita bantu para warga ini dengan pemanfaatan teknologi, jadi lebih efektif intinya,” ungkap Aminullah.

Sementara itu, Keuchik Desa Alue Naga, Faisal menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kota atas pembangunan rumah dan berbagai bantuan lainnya kepada desanya.

“Terima kasih kepada Bapak Wali Kota khususnya dan berbagai pihak yang telah memberikan perhatian berupa bantuan juga santunan kepada warga kami disini,” kata Faisal.

“Alhamdulillah Pemko memberikan bantuan berupa jalan akses ke lokasi budidaya tiram, dermaga serta perahu untuk para petani tiram,” tuturnya lagi.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas BPBD Kota, Fadhil, Kepala DPMG, Dwi Putrasyah, Ketua TP-PKK, Nurmiaty AR, Kabag Pembangunan Setdako, Ambiya, Dirut PT Mahirah Muamalah Syariah, T Hanansyah dan Direktur Mufied Alkamal, Wakil pimpinan Bank Aceh KPO, M Daniel dan sejumlah SKPK Banda Aceh lainnya.

Wali Kota Bantu Petani Tiram

Usai meresmikan Rumah Pengelolaan Tiram, Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman, Ketua PKK Nurmiaty AR dan rombongan SKPK serta bersama para petani tiram desa Alue Naga beranjak mengunjungi keramba apung budidaya tiram, yang tak jauh letaknya dari lokasi awal.

Tiba di dermaga, Aminullah langsung menuju perahu dan menaikinya bersama Keuchik Gampong Alue Naga, Faisal untuk melihat lebih dekat proses pembibitan tiram.

“Berawal ketika sebelum saya menjabat sebagai wali kota Banda Aceh, saya selalu melihat hal ini (penongkah tiram) saat melintas daerah Alue Naga. Salah seorang warga bertanya kepada saya apa solusinya agar mereka tidak seperti ini lagi, ini sudah ratusan tahun katanya,” ungkap Aminullah saat diwawancarai media.

Aminullah mengungkapkan, bantuan dermaga, perahu serta keramba tersebut merupakan realisasi dari janjinya semasa kampanye pada Pilkada 2017 lalu.

Aminullah berharap, dari terobosan hasil studinya di Jepang itu, akan mampu memberikan kemudahan bagi para petani tiram yang didominasi kaum ibu itu dan efesiensi waktu dalam prosesnya.

Keuchik Faisal juga mengatakan, para penongkah tiram telah dibagi dalam sembilan kelompok. Untuk perkiraan panennya sendiri, Faisal menyebutkan, setiap enam bulannya para petani tiram akan menuai hasil panen.

“Alhamdulillah program ini sangat membantu pertumbuhan ekonomi disini, dari hasil panen ini nanti kita berikan kepada ibu-ibu yang bekerja menongkah tiram itu,” ungkapnya. (Riz)

x

Check Also

IPM Banda Aceh Terbaik Nasional

*Kemiskinan dan Pengangguran Menurun*Investor Lirik Banda Aceh Banda Aceh – Berdasarkan data dari ...