Diduga Sebar Video Hoak, Akun Instagram @acehworldtime Resmi Dipolisikan

Banda Aceh – Pasca viralnya unggahan video berdurasi 13 detik yang tersebar di akun media sosial instagram @acehworldtime, yang diduga menyebarkan ujaran kebencian dan berita bohong (hoax), membuat masyarakat Kota Banda Aceh resah dan geram, sehingga pada Senin 27 Juli 2020 masyarakat melaporkan akun tersebut ke Ditreskrimsus Polda Aceh.

“Video yang diduga menyebarkan ujaran kebencian dan berita bohong pada Minggu 26 Juli 2020 tersebut, menyebabkan keresahan masyarakat Aceh umumnya dan kota Banda Aceh khususnya, untuk itu kami secara resmi telah membuat laporan ke Ditreskrimsus Polda Aceh.”

Hal tersebut diungkapkan Muchti Khairul Haji selaku pelapor, bersama para saksi yang melaporkan akun @acehworldtime didampingi Kantor Pengacara Teuku Rachmad Kurniawan, SH, MH & Rekan.

Ia melanjutkan, Alhamdulillah laporan kami tadi telah resmi diterima Ditreskrimsus Polda Aceh untuk diproses lebih lanjut.

“Kita berharap pemilik akun Media sosial di Aceh agar lebih hati-hati dalam menyebarkan informasi yang belum diketahui kebenarannya, apalagi jika menyinggung pelanggaran syariat yang isunya sangat sensitif di Aceh, karena unggahan hoax tersebut, ratusan komentar bernada kasar muncul di akun tersebut, lalu setelah mengetahui postingannya adalah hoax, malah dengan mudah saja menghapus postingan tersebut, tentunta ini tidak bisa dibiarkan begitu saja,” terang Muchti yang juga pembina GEMA dan mantan pendiri SIGAP Aceh ini.

Selain akun instagram @acehworldtime, akun @tercyduck.aceh dan @captionaceh juga dijelaskan dalam pemeriksaan laporan dugaan pelanggaran UU ITE tersebut. Tiga akun instagram itu, jadi bagian dari penyebaran berita bohong juga. Katanya.

“Tiga akun Instagram ini diduga tidak memiliki badan hukum dan bukan perusahaan media massa,” ungkap Muchti.

Sebelumnya warga Aceh dihebohkan oleh video yang menayangkan para pengunjung cafe sedang berjoget ria dengan musik house disuatu cafe yang diduga di tepi kali Banda Aceh.

Pada keterangan dalam video tersebut yang diupload oleh akun Instagram @acehworldtime tertulis “BAK TANYOE viral… Video Malam Mingguan Ala Kota Gemilang ditepi Krueng Aceh Banda Aceh Semalam.”

Selain di akun @Acehworldtime, akun @Tercyduck.Aceh juga menayangkan video tersebut yang seolah-olah bahwa itu terjadi di Aceh, khususnya di Kota Banda Aceh tepatnya di cafe yang berada di Tepi Kali, kawasan Peunayong Kuliner Riverwalk, bantaran Krueng Aceh.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi III DPRK Banda Aceh Ismawardi pun menjadi berang dan meminta kepada Pemerintah Kota Banda Aceh untuk melaporkan akun-akun Instagram tersebut kepada pihak berwajib, karena telah menyebarkan video hoax dan pencemaran nama baik Kota Banda Aceh dan citra masyarakat Aceh khususnya.

“Kita meminta kepada Pemerintah Kota Banda Aceh untuk menuntut Akun @acehworldtime tersebut dan melaporkan pemilik akun tersebut kepada pihak berwajib, karena sangat mengganggu kenyamanan warga Kota Banda Aceh, dan Pemerintah Kota yang saat ini sedang gencar-gencarnya dalam penerapan syariat Islam di Kota Banda Aceh.” Ujarnya.

Meskipun telah dihapus, Ismawardi menjelaskan bukan berarti pemilik akun yang telah menyebarkan berita hoax tersebut bisa seenaknya begitu saja.

Selain pemilik akun tersebut dilaporkan ke pihak berwajib, juga harus meminta maaf kepada Pemerintah Kota Banda Aceh, warga kota dan masyarakat Aceh pada umumnya, atas postingan video hoax tersebut yang sudah menimbulkan keresahan didalam masyarakat. (MK)

x

Check Also

Dewan Apresiasi dan Dukung Aminullah Perangi Rentenir

Banda Aceh – Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh menyampaikan apresiasi dan ...