banner 728x250

Dukung Pengembangan PAUD Holistik Intergratif, Hj Nurmiaty Siap Berkontribusi

  • Bagikan

Banda Aceh – Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Banda Aceh Hj Nurmiaty AR mengikuti Rakor Bunda PAUD Provinsi Tahun 2020 dengan tema “Kerjasama Lintas Sektor Untuk Mewujudkan Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Intergratif” di Hotel Kyriad Muraya. Senin, 20 Oktober 2020.

Acara yang diikuti oleh Bunda PAUD 11 Kabupaten Kota di Provinsi Aceh berlangsung sehari penuh, turut hadir Bunda Paud Aceh Dyah Erty Idawati sebagai pemateri dan juga beberapa pemateri Nasional lainnya melalui media virtual.

Bunda PAUD Banda Aceh sekaligus Ketua Dekranasda Kota Hj Nurmiaty mengatakan, dirinya sangat mendukung program PAUD Holistik Intergratif (HI). Sebagai Bunda PAUD Kota, dia mengaku siap berkontribusi dalam menyusun Pokok Kerja PAUD Holistik Intergratif (HI) di Kota Banda Aceh.

Menurutnya, PAUD HI sangat cocok diterapkan pada pendidikan anak. Karena PAUD HI dapat memberikan penanganan terhadap anak usia dini secara utuh dan menyeluruh, yang mencakup layanan gizi dan kesehatan, pendidikan serta pengasuhan dan perlindungan.

“Saya sebagai Bunda PAUD sangat setuju dengan hal tersebut. Pola asuh HI dalam pendidikan PAUD sangat efektif dan bermanfaat untuk anak usia dini. Sebab dengan adanya PAUD HI, anak akan mendapat hak yang layak dalam pendidikan dan lingkungannya”, ungkap Nurmiati usai mengikuti Rakor.

Namun, kata Nurmiaty, agar dapat mengoptimalkan semua aspek perkembangan anak usia dini tersebut, mesti dilakukan secara terpadu, berkelanjutan dan adanya kerjasama dari berbagai pemangku kepentingan di tingkat masyarakat, pemerintah daerah dan pusat.

“Insyaallah kita siap menjalankan program HI, namun tentunya kita perlu adanya kerjasama secara terintegrasi dan selaras antar lembaga, orang tua, masyarakat dan pemerintah agar terwujudnya komitmen dalam memberikan pelayanan kepada anak usia dini”, tegasnya.

Selain itu Nurmiaty mengatakan, pengembangan PAUD Holistik integratif juga bisa memenuhi 5 pilar hak anak. Mulai dari hak anak untuk terhindar dari penyakit, terpenuhi kecukupan gizi agar dapat bereksplorasi dan mengembangkan kemampuan otaknya dengan maksimal.

“Anak juga perlu distimulasi sedini mungkin, mendapatkan pengasuhan yang baik, serta hak mendapatkan perlindungan dari kekerasan fisik dan psikologis”, jelasnya.

Bunda PAUD Kota Banda Aceh berharap, dengan adanya HI dapat memenuhi kebutuhan esensial anak usia dini. Selain itu anak dapat terlindungi dari segala bentuk kekerasan, penelantaran, perlakuan yang salah dan eksploitasi di manapun anak berada.

“Saat ini marak kita lihat kasus kekerasan terhadap anak usia dini, padahal mereka harus dilindungi. Dengan hadirnya HI, kita berharap anak dapat tumbuh kembang dengan baik di lingkungannya”, harap Nurmiaty.

Sebelumnya Bunda PAUD Aceh Dyah Erty Idawati, saat membuka acara Rakor menjelaskan, Program Holistik Intergratif (HI) megacu pada sistem pendidikan yang sehat, cerdas, ceria dan berahklak mulia sebagaimana yang tercantun dalam Peraturan Presiden Nomor 60 Tahun 2013 khususnya pasal 2 ayat 1.

“Di dalam pasal itu di jelaskan PAUD HI adalah penanganan anak usia dini secara utuh dan menyeluruh mencakup pelayanan gizi dan kesehatan, pelayanan pendidikan dan pengasuhan, pencegahan dan perlindungan dari segala bentuk kekerasan serta upaya memberikan yang terbaik bagi semua aspek perkembangan anak”, jelasnya.

Layanan PAUD HI adalah layanan yang menggabungkan proses asah, asih dan asuh dalam mengembangkan kebutuhan anak serta gizi yang cukup dengan sistem pengasuhan yang terbaik dan memberikan layanan belajar yang mengedepankan pendidikan karakter.

“Saya melihat PAUD HI ini hampir sama konsepnya dengan Posyandu Terintergasi di PKK. Jadi kalau dari Dinas Kesehatan itu namanya Posyandu Terintegrasi, tapi dari bunda PAUD namanya PAUD HI. Sehingga nanti kita tidak bingung dua duanya berbeda, padahal ini pekerjaannya sama”, ungkapnya.

Untuk itu dibutuhkan adanya koordinasi yang bersinergi dengan PP PAUD dan Dinas Kesehatan yang merupakan unsur koordinatif.

“ Selama ini antar sektor kita berjalan sendiri-sendiri, hari ini akan kita koordinasikan. Perlu adanya duduk bersama, kemudian membantu masyarakat dan membuat perencanaan kerja. Sehingga nantinya tidak terlalu membebani masyarakat”, kata Dyah.

Selain itu Dyah juga mengatakan, adapun kegiatan organisasi yang harus di lakukan oleh Bunda PAUD untuk menggerakkan program HI yaitu, melakukan rapat lintas sektor, koordinasi antar provinsi, rapat koordinasi internal, monitoring dan Evaluasi.

“Sementara tugas Bunda PAUD yaitu pertama, mendorong partisipasi masyarakat dalam mendukung HI dan mendorong hadirnya PAUD yang berkualitas. Kedua, memotivasi, perhatian, memberi inspirasi terhadap pengelola guru PAUD dan memberi pelayanan PAUD yang berkualitas. Ketiga, mengoptimalkan sumber dana yang berkualitas di badannya dengan sumber dana yang berkualitas. Terakhir, meningkatkan mutu, pengawasan kerja, bebas dari kekerasan suku dan sara”, jelas Bunda PAUD Aceh. (Mer)

  • Bagikan