banner 728x250

Dyah Erti: Manfaatkan Teknologi untuk Pemasaran Produk di Masa Pandemi

  • Bagikan
Ketua Dekranasda Aceh Dyah Erti Idawati, membuka Webinar dalam rangka Rapat Kerja Daerah Dekranasda se-Aceh tahun 2020, di Aula Rumah Dinas Wakil Gubernur Aceh, Banda Aceh, Senin (16/11/2020).

Banda Aceh – Tidak hanya perusahaan besar, para pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) juga sangat merasakan imbas negatif dari pandemi Covid-19. Namun apapun yang terjadi, optimisme harus tetap ada karena Allah selalu menjanjikan, bahwa selalu ada hikmah di balik suatu musibah. Dalam konteks Covid-19 yang mengharuskan pemerintah membuat sejumlah pembatasan, pasar daring menjadi tantangan yang harus ditaklukkan para pelaku UMKM.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Dekranasda Aceh Dyah Erti Idawati, dalam sambutannya saat membuka Webinar dalam rangka Rapat Kerja Daerah Dekranasda se-Aceh tahun 2020, di Aula Rumah Dinas Wakil Gubernur Aceh, Senin (16/11/2020).

“Selalu ada kesempatan yang terbuka. Selalu ada peluang di balik musibah. Kuncinya adalah  optimisme, kreativitas, inovasi. Dan, pandemi Covid-19 yang saat ini melanda dunia menantang kita untuk beralih ke pasar digital, memasarkan dan mempromosikan produk yang kita hasilkan secara daring,” ujar Dyah Erti.

Dyah Erti menjelaskan, Rakerda yang mengangkat tema ‘Sisi Positif Pandemi Covid-19: Momentum Percepatan Digitalisasi Pasar Kerajinan di Daerah’ ini merupakan agenda tahunan. Kegiatan ini bertujuan untuk saling mensinergikan program bersama pembina dan perajin di Aceh dan kabupaten/kota serta sarana berbagi informasi demi kemajuan pengembangan kerajinan di Aceh.

“Tema yang kita usung tahun ini mengandung makna bahwa dalam setiap permasalahan yang terjadi, hendaknya kita bisa mengambil sikap positif dan mencari peluang dari hal-hal baru yang muncul, dalam hal ini pemanfaatan teknologi digital. Kita harus mendorong para perajin untuk melakukan inovasi digital misalnya dalam hal pemasaran dengan memanfaatkan platform online. Dengan adanya teknologi digital ini tentunya sangat membantu IKM pada saat adaptasi kebiasaan baru saat ini,” kata Dyah Erti

Dalam kesempatan tersebut, Dosen Teknik Arsitektur Unsyiah itu mengajak para peserta untuk mengikuti setiap materi yang akan disampaikan oleh para narasumber.

“Kami sangat mengharapkan Bapak/Ibu narasumber dapat memberikan pencerahan, informasi dan dukungan bagi kami untuk dapat terus bertahan, berinovasi dan tetap  kreatif dalam mengembangkan pasar kerajinan ini dengan memanfaatkan teknologi digital. Untuk itu, saya mengajak para peserta untuk mengikuti setiap materi, sehingga dapat diaplikasikan dengan baik,” imbuh Dyah Erti.

Dukung UMKM Aceh dengan Membeli Produk Lokal

Dalam sambutannya, Ibu dari dua orang putra itu mengajak para peserta untuk mendukung Gerakan Nasional yang digaungkan pemerintah, yaitu Bangga Buatan Indonesia. Menurut Dyah, Kampanye ini harus terus digalakkan untuk menciptakan kesadaran, kecintaan, dan kebanggaan untuk menggunakan produk-produk Indonesia.

“Untuk mendukung hal ini tentunya harus dibarengi dengan peningkatan kualitas serta desain produk yang lebih baik sesuai dengan selera pasar. Kampanye ini dilakukan dalam upaya mengantisipasi persaingan pasar global yang semakin ketat. Dalam hal ini peran Dekranasda sangat penting fungsinya dalam membantu pemerintah membina perajin untuk menghasilkan produk-produk kerajinan berdaya saing tinggi dan dapat menembus pasar lokal, nasional dan internasional,” sambung Dyah Erti.

Pemerintah Aceh, sambung Dyah Erti, sangat mendukung gerakan Bangga Buatan Indonesia. Khusus di Aceh, pelaku IKM/UKM merupakan salah satu penggerak roda perekonomian, berbagai upaya dilakukan oleh Pemerintah Aceh. Bahkan, Gubernur Aceh telah menerbitkan surat himbauan untuk penggunaan produk IKM/UKM Aceh pada setiap kesempatan.

“Ini adalah bentuk kepedulian kita bersama untuk memajukan IKM/UKM Aceh, sehingga dapat membantu menekan angka kemiskinan dan mengurangi pengangguran. Bahkan pemerintah telah menggelontorkan sejumlah dana agar UMKM tidak gulung tikar akibat tak mampu menghadapi tekanan ekonomi akibat COVID-19. Salah satu bantuan yang dapat dimanfaatkan UMKM adalah Banpres Produktif UMKM yang disalurkan melalui Dinas Koperasi dan UKM Aceh.”

Dyah Erti berharap para pelaku IKM/UKM Aceh benar-benar memanfaatkan kesempatan ini. Bentuk lain dukungan Pemerintah Aceh Bagi sektor ini adalah menfasilitasi para IKM/UKM Aceh untuk memanfaatkan tempat promosi dan penjualan produk perajin Aceh di SMESCO Jakarta dan mengikutsertakan pada pameran-pameran virtual yang disesuaikan dengan kondisi saat ini.

“Untuk para IKM/UKM pesan saya untuk selalu dan tetap semangat. Terimakasih kepada pengurus Dekranasda Aceh dan para pihak yang telah mendukung terlaksananya kegiatan webinar Ini. Semoga perjuangan kita untuk mensejahterakan pengrajin Aceh mendapat ridha dari Allah,” pungkas Dyah Erti.

Sejumlah narasumber nasional dihadirkan dalam webinar ini, di antaranya Deputi Bidang Pariwisata dan Produk Kreatif Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Muhammad Neil El Hima, dan Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia Victoria br. Simanungkalit.[]

  • Bagikan