banner 728x250

Mahasiswa Internasional Asal Afrika Puji Penerapan Penegakan Syariat Islam di Banda Aceh

  • Bagikan
Mahasiswa internasional pendidikan bahasa inggris Unsyiah asal Senegal Afrika Tengah, Muhammad Pouye sedang berdiskusi bersama Kabag Administrasi Perekonomian Setda Kota Banda Aceh, M Ridha S STP, MT, M.Sc

Banda Aceh – Komitmen Pemerintah Kota Banda Aceh dibawah kepemimpinan Wali Kota Aminullah Usman dan Wakil Wali Kota Zainal Arifin dalam penerapan penegakan syariat islam mendapat pujian dari mahasiswa internasional pendidikan bahasa inggris Unsyiah, Muhammad Pouye.

Mahasiswa asal Senegal Afrika Tengah yang sudah tiga tahun menempuh pendidikan bahasa inggris di Unsyiah ini melihat Pemerintah Kota sangat komit dan konsisten dalam penerapan penegakan syariat islam.

Hal tersebut disampaikan Muhammad Pouye saat bersilaturahmi bersama Kabag Administrasi Perekonomian Setda Kota Banda Aceh, M Ridha S STP, MT, M.Sc yang juga merupakan kolega guru bahasa Perancis bersama Pouye. Selasa (17/11) di Banda Aceh.

“Kota Banda Aceh sangat bagus, indah dan masyarakat nya baik-baik semua, itu patut kami apresiasi selaku mahasiswa internasional yang saat ini sedang menimbah ilmu di Kota ini dalam program beasiswa,” kata Pouye.

Ia melanjutkan, khususnya dalam beribadah, di Masjid manapun kami pergi Alhamdulillah selalu mendapat sapaan yang ramah dan para jamaahnya terkesan sudah seperti kenal lama.

“Kami mahasiswa Internasional sangat merasakan manfaat dari penerapan penegakan syariat islam, pertama kita terhindar dari hal-hal negatif dan tindak kejahatan pun tak pernah kami temui, semuanya menjadi terkontrol dan tentunya dengan hal tersebut akan membuat siapapun orang luar yang ke kota ini akan berpikir panjang bila ingin melakukan hal-hal yang melanggar syariat.” Ujar Pouye.

“Selama tiga tahun ini di Banda Aceh, kotanya luar biasa aman, saat kami keluar pukul berapapun dijalanan tidak ada yang mengganggu lalu destinasi wisatanya bagus-bagus dan apalagi kuliner nya enak-enak semua, begitu juga dengan kopi dan sanger sangat nikmat.” Pungkas Muhammad Pouye.

Pouye menambahkan, Insya Allah kami mahasiswa internasional yang ada di Banda Aceh saat ini akan menceritakan kepada keluarga dan sahabat-sahabat di Negara kami tentang berbagai hal tersebut, dan Semoga mereka dapat berwisata ke Kota Banda Aceh.

Sementara itu Kabag Hukum Setda Kota Banda Aceh, Azmi, SH yang turut hadir di silaturahmi tersebut mengatakan, sepanjang kepemimpinan Wali Kota Aminullah Usman dan Wakil Wali Kota Zainal Arifin penerapan penegakan syariat islam di Banda Aceh benar-benar terlaksana dengan baik dan gemilang.

Hal tersebut dapat kita lihat dari data kasus pelanggar syariat yang menurun dari tahun 2017 hingga 2020 saat ini. Kata Azmi.

“Dari data yang saya dapat, pada tahun 2018 terjadi sebanyak 171 pelanggaran syariat di Banda Aceh. Kemudian terjadi penurunan signifikan pada 2019 yaitu sebanyak 97 kasus. Dan penurunan terus berlanjut di angka 53 kasus ditahun 2020 ini.” Terang Kabag Hukum.

Dan Pemerintah Kota juga setiap tahunnya mengucurkan dana hingga dua persen dari APBK Banda Aceh untuk memastikan program-program bidang syariat Islam berjalan lancar. Pungkas Azmi. (Ad)

  • Bagikan