banner 728x250

Wali Kota Dukung Pelaksanaan Festival Ilmiah Ekonomi Islam 2020

  • Bagikan

“H. Aminullah Usman, SE. Ak, MM terima Piagam Penghargaan atas pencapaian dalam usaha pemberantasan dan ketergantungan terhadap rentenir”

Banda Aceh – Festival Ilmiah Ekonomi Islam (FIEL) kembali hadir. Event terbesar dari Islamic Economic Students Assosiation (iESA) kali ini akan dilaksanakan pada 24 – 26 November 2020 secara virtual melalui platform ZOOM.

Adapun rangkaian kegiatan di FIEL 2020 kali ini adalah, Webinar Nasional Vol I yang di laksanakan tanggal 24 November dengan pemateri yang sangat istimewa yaitu DR. Irfan sauqi beik, SP, M.Si, Prof. Dr. Nurul huda, S.E, MM, M.Si., Dr. Hafas furqani, M.Ec, dengan moderator yaitu Dr. Ridwan Nurdin, SE, MA.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Umum Islamic Economic Students Assosiation (iESA) FEB-UNSYIAH, M. Haiqal Maulana bersama jajaran pengurus iESA saat beraudiensi dengan Wali Kota Banda Aceh, H. Aminullah Usman, SE. Ak, MM di Pendopo Wali Kota, Rabu (4/11).

Webinar nasional Vol I ini mengangkat tema “Peran Ekonomi Islam dan Keuangan Syariah Dalam Mengatasi Permasalahan Ekonomi di Tengah Pandemi Covid-19” ungkapnya.

Haiqal melanjutkan, kemudian rangkaian kedua yaitu Webinar Nasional Vol II yang akan di laksanakan pada tanggal 25 November 2020 dengan pemateri Dr. Luqyan Tamanni dan Prof. Dr. M. Shabri, SE, M.Ec. Pada Webinar Nasional Vol II ini mengangkat tema yaitu “Implementasi Lembaga Keuangan Syariah Pasca di Terapkannya Qanun No 11 di Aceh” katanya.

“Khusus di Webinar Vol II dengan tema tersebut, kami sangat mengharapkan kesedian Bapak Wali Kota Banda Aceh yang juga Ketua MES Aceh agar bersedia menjadi keynote speech,” pinta Haiqal yang di amin kan jajarannya.

Haiqal melanjutkan, kegiatan FIEL tahun ini juga akan dimeriahkan dengan berbagai perlombaan, diantaranya Lomba Essay Nasional, Micro Blog Competition, Digital Campaign Competition. Perlombaan ini akan diadakan untuk tingkat SMA dan Mahasiswa.

FIEL 2020 ini nantinya akan ditutup dengan Kajian Talkshow Millenial (KTM) yang akan di laksanakan pada tanggal 26 November 2020 dengan menghadirkan Milenial berbakat yaitu dr. Gamal Albinsaid. dr Gamal Albinsaid merupakan CEO Indonesia Medika dan beliau juga merupakan 50 Most Impactful Social Innovator, kemudian akan berhadir juga penceramah yaitu ustad H Masrul Aidi, Lc. Kajian Talkshow Millenial ini akan mengangkat tema “Membentuk Karakter Religius dan Entrepreneur Millenial di Tengah Pandemi”

Usai melaporkan berbagai rangkaian kegiatan di FIEL 2020 nantinya, Ketua Umum iESA FEB-UNSYIAH yang didampingi Ketua Ikatan Alumni Ekonomi Islam FEB-UNSYIAH, Sayid Muhammad Azzahir, SE memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Wali Kota Banda Aceh atas pencapaian dalam usaha pemberantasan dan ketergantungan terhadap rentenir.

Apresiasi juga diberikan atas langkah Wali Kota melahirkan LKM Mahirah Muamalah Syariah dan meluncurkan Program Pembiayaan Pemuda Entrepreneur (Propamen).

“Khusus untuk Propamen, tentunya ini merupakan solusi bagi kaum milenial pelaku UMKM di masa pandemi ini, jika kekurangan dana bisa mengajukan ke MMS. Dan juga menjadikan para pemuda pelaku UMKM lebih semangat untuk  membangun usahanya, dan tidak khawatir memikirkan dalam urusan bantuan modal dana, dan tentunya dengan syarat-syarat yang harus dipenuhi.” Ungkap Haiqal.

Sementara itu Wali Kota Banda Aceh, H. Aminullah Usman, SE. Ak, MM, yang didampingi Kabag Keistimewaaan dan Kesejahteraan Rakyat, Fahrul Razi menyambut baik audiensi yang dilakukan oleh iESA FEB-UNSYIAH tersebut.

Terkait rangkaian kegiatan FIEL 2020 yang telah disampaikan oleh Ketua Umum iESA serta permohonan yang meminta Wali Kota Aminullah untuk dapat menjadi keynote speech pada Webinar Nasional Vol II dengan tema yaitu “Implementasi Lembaga Keuangan Syariah Pasca di Terapkannya Qanun No 11 di Aceh”

Wali Kota mengatakan, “Insya Allah saya bersedia dan webinar tersebut nantinya diharapkan bisa melahirkan rekomendasi tentang adanya gangguan yang mengharuskan atau meminta  agar  disamping ada LKS tetap juga ada non LKS di Aceh.”

Aminullah menjelaskan, “jadi ini sudah dikembangkan dan selaku Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Aceh, saya sudah duduk dengan pakar-pakar semua dan sudah membuat rekomendasi kepada Gubernur/Pemerintah Aceh yang mengeluarkan Qanun Aceh Nomor 11 Tahun 2018 tentang Lembaga Keuangan Syariah (LKS) itu.”

Aminullah memberi arahan kepada Himpunan Mahasiswa Ekonomi Islam Unsyiah tersebut agar nantinya tidak ada peluang lagi non LKS untuk di Provinsi Aceh yang sudah lama berlaku Syariat Islam. Dan bisa melahirkan rekomendasi kepada Gubernur yang menguatkan bahwa di Provinsi Aceh hanya ada satu yaitu Ekonomi Syariah atau Ekonomi Islam.

Pada kesempatan itu, Wali Kota Aminullah juga menyampaikan terkait Program Pembiayaan Pemuda Entrepreneur (Propamen) yang baru diluncurkan dirinya, Rabu 28 Oktober 2020 di kantor pusat Mahirah Muamalah Syariah (MMS).

Aminullah mengatakan salah satu solusi menghidupkan UMKM selama masa Covid-19 dengan melahirkan Propamen, yaitu program pembiayaan anak muda yang memiliki bakat entrepreneur, target awal program ini akan menyasar 1.000 pemuda kreatif di Banda Aceh.

Terkait LKM Mahirah Muamalah Syariah (MMS) Wali Kota Aminullah mengatakan, MMS sebagai satu-satunya LKM Syariah pertama milik pemerintah Daerah di Indonesia yang hadir sejak 2018, dan telah secara efektif meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat Kota Banda Aceh. Hingga pertengahan 2020, persentase rentenir terus menurun menjadi 14 persen, hal tersebut berdasarkan survei sejak lembaga ini didirikan.

Diakhir audiensi tersebut, Ketua Umum iESA didampingi jajarannya dan Ketua Ikatan Alumni Ekonomi Islam FEB-UNSYIAH memberikan Piagam Penghargaan kepada Wali Kota Aminullah atas pencapaian dalam usaha pemberantasan dan ketergantungan terhadap rentenir. (Red/Ad)

  • Bagikan