banner 728x250

Wali Kota Borong Produk UMKM di Bazaar Gampong Peuniti

  • Bagikan

Minta Masyarakat dan Pelaku Usaha Kecil Jauhi Rentenir

Banda Aceh – Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman membuka secara resmi Bazaar UMKM dan Jajanan Kuliner Gampong Peuniti, Rabu (3/2/2021) di Pasar Gampong Ateuk. Wali Kota mengaku sangat senang dan mengapresiasi kegiatan yang turut disponsori Bank Indonesia tersebut.

Saat tiba di lokasi, wajahnya tampak sumringah. Disambut Praja IPDN saat turun dari mobilnya, langkah wali kota yang datang bersama Ketua TP PKK Hj Nurmiati begitu pasti menuju panggung utama untuk membuka kegiatan tersebut. Baginya Bazaar yang digelar Pemerintah Gampong Peuniti menjadi sarana memberi ruang mengembangkan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di ‘Kota Gemilang’.

Sebagaimana diketahui, Aminullah memang memiliki komitmen tinggi mendorong UMKM di Banda Aceh untuk terus tumbuh dan berkembang.

Seperti yang disampaikannya saat sesi wawancara, Pemko telah melakukan berbagai program agar pelaku usaha mikro, kecil dan menengah di Banda Aceh tetap berdaya, apalagi di tengah gempuran pandemi Covid-19 sektor ini menjadi perhatian serius Aminullah.

Katanya, selama ini Pemko telah melakukan program pelatihan skill dan bantuan peralatan usaha. Tidak berhenti di situ, UMKM di Banda Aceh juga mendapatkan akses modal usaha melalui Mahirah Muamalah Syariah (MMS) yang didirikan Aminullah dua tahun lalu.

Dengan program-program tersebut, UMKM tumbuh pesat. Tahun 2017, jumlah UMKM di Banda Aceh berjumlah 9.551 unit, meningkat jumlahnya menjadi 15.107 di tahun 2020, naik signifikan hingga 98%.

Tumbuh dan berkembangnya UMKM di ibukota Provinsi Aceh tidak terlepas dari hadirnya MMS yang kemudian secara otomatis mampu memutus hubungan pelaku usaha kecil dengan rentenir.
“Ketika UMKM sudah mudah mendapatkan modal usaha di Mahirah, mereka tidak berhubungan lagi dengan rentenir. Survey terbaru yang dilakukan ASA Solution, ketergantungan pedagang di lima pasar besar di Banda Aceh hanya 2% saja. Jauh menurun dibanding dimana MMS belum didirikan yang dulunya mencapai 80%,” ungkap Ketum MES Provinsi Aceh ini.

Dalam kesempatan ini, ia pun tidak lupa berpesan agar masyarakat kota dan pelaku UMKM di Peuniti menjauhi para tengkulak. Menurut Aminullah, selain bertentangan dengan syariat Islam, berurusan dengan rentenir juga membuat pelaku UMKM sulit berkembang karena beban bunga yang sangat besar. “Misalkan bunganya 1% per hari, bayangkan kalau setahun bisa 365 hari. Terlalu besar itu, sulit UMKM berkembang,” ujarnya dengan nada geram.

Sesaat sebelum meninggalkan lokasi, Aminullah dan istri berkesempatan berkeliling melihat produk-produk yang ditampilkan. Ada souvenir, jajanan seperti kue dan sejenisnya hasil karya ibu-ibu pelaku UMKM Peuniti.

Wali Kota mengaku produk-produk UMKM Banda Aceh tidak kalah dari produk luar. Ia pun memborong produk-produk tersebut, termasuk jajanan dan aneka jenis kue untuk dicicipi bersama istri dan para staf.

Turut hadir pada kegiatan ini, Perwakilan Bank Indonesia (BI) Tgk Amir Hamzah yang kemudian ikut membagikan QRIS kepada beberapa pelaku UMKM di acara tersebut. Hadir juga Camat Baiturrahman, Muhammad Rizal beserta Muspika dan Keuchik Kamaruddin Latief yang menyampaikan terimakasih kepada wali kota atas kehadiran dan dukungan terhadap terlaksananya kegiatan yang diikuti 100 UMKM Gampong Peuniti tersebut.[]

  • Bagikan