banner 728x250

DPPKP Panen Perdana di Dayah Misbahul Shalihin Al-Waliyah

  • Bagikan

Banda Aceh – Pemerintah Kota Banda Aceh terus berupaya meningkatkan ketahanan pangan bagi warganya di masa pandemi, salah satunya dengan cara membina sejumlah kelompok masyarakat agar memanfaatkan pekarangan rumah untuk ditanami dengan berbagai tanaman pangan keluarga.

Hal itu disampaikan Plt Kepala Dinas Pangan Pertanian Kelautan dan Perikanan Kota Banda Aceh melalui Kabid Ketahanan Pangan Wahyuni Wahfar saat melakukan panen perdana pada salah satu kelompok binaannya di Dayah Misbahul Shalihin Al-Waliyah, Gampong Pande, Kecamatan Kutaraja Kota Banda Aceh, Selasa (6/7/2021).

“Ini kebun perdana yang kita buat tahun ini sumber anggaran pokir anggota DPR RI,” sebutnya.

Pada panen perdana ini katanya, hasil yang diperoleh masih kurang maksimal, diharapkan kondisi bisa menjadi lebih baik pada saat panen selanjutnya.

“Ini panen perdana di pondok pesantren tahun ini, memang masih kurang maksimal karena masih banyak tanaman yang harusnya sudah kita panen tapi tampaknya belum memungkinkan. Moga pada panen yang akan datang bisa lebih ditingkatkan lagi,” jelasnya.

Selain itu, ia meminta kepada para penerima manfaat dari bantuan ini, khususnya pengurus pondok anak-anak di pesantren agar lebih semangat, dengan memanfaatkan dana yang diberikan dengan maksimal dan sesuai dengan petunjuk pelaksanaan yang ada.

“Dengan hasil maksimal akan membantu ketahanan pangan bagi santri yang ada disini,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa dirinya merasa gembira saat melihat santri pesantren bisa menghasilkan sayuran untuk konsumsi mereka sebagai lauk hariannya.

“Semoga semua kebutuhan lauk pauk mereka nanti dapat terpenuhi dari kebun ini tanpa harus membeli lagi,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Kelompok Dayah Misbahul Shalihin Al-Waliyah, Ahmad Nawawi mengaku menghadapi sedikit kendala selama proses penanaman berlangsung seperti masalah cuaca.

“Kalau kendala ya cuma cuaca apalagi selama ini agak ekstrim, kemaren sempat panas sekali ini baru mulai mendung lagi sehingga ada bibit yang mati,” katanya.

Tak kurang dari 20 jenis tanaman ikut ditanam disini seperti jahe, kunyit, sawi, kangkung, bayam, seledri, cabe, bunga kol, terong, tomat, kangkung, bayam dan lainnya, meskipun hanya beberapa yang bisa dipanen.

Ia berharap agar kelompoknya terus dibina oleh penyuluh terkait ilmu penanaman.

“Supaya kelompok pertanian kita ini terus berkembang dan terus dibina semoga ke depan biar maju terus. Kami harap kepada pendamping selalu setia mengajari kami terkait masalah pertanian,” ujarnya.

Penulis: Ah/HzEditor: Ad
  • Bagikan