banner 728x250

WTP Ke-13 Kado Terindah 4 Tahun Pemerintahan Amin-Zainal

  • Bagikan

Banda Aceh – Empat tahun sudah pasangan Aminullah Usman-Zainal Arifin memimpin Kota Banda Aceh. Banyak perubahan yang telah dilakukan oleh pasangan hasil pemilihan umum 2017 tersebut. Mulai dari pembenahan di bidang birokrasi dan pelayanan publik hingga perbaikan sarana dan prasarana kota.

Badan Pengelolaan Keuangan Kota (BPKK) Banda Aceh sebagai salah satu instansi yang berada dalam lingkungan Pemerintah Kota Banda Aceh, berkomitmen untuk mendukung visi wali kota tersebut. Sebagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang bertanggung jawab atas pengelolaan keuangan dan aset kota, BPKK dituntut untuk terus melakukan berbagai inovasi.

BPKK selaku koordinator Pendapatan Asli Daerah (PAD), menyusun bermacam strategi untuk memaksimalkan potensi pendapatan daerah. Di antaranya dengan menggandeng Bank Aceh Syariah untuk mewujudkan sebuah sistem yang mampu melakukan monitoring transaksi secara real time pada usaha milik wajib pajak. Kehadiran sistem monitoring pajak online tersebut diharapkan mampu mendongkrak realisasi PAD Banda Aceh.

Kepala BPKK Banda Aceh M Iqbal Rokan menyebutkan sektor ekonomi merupakan salah satu fokus utama Pemko Banda Aceh di bawah komando pasangan Amin-Zainal, selain agama dan pendidikan. “Dan untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat Banda Aceh, BPKK siap bekerja ekstra menggali setiap potensi PAD sebagai modal mewujudkan peningkatan ekonomi rakyat,” ujarnya.

Selain itu, Pemko Banda Aceh terus berupaya agar penyusunan belanja daerah berorientasi pada pencapaian hasil dan peningkatan proporsi belanja untuk kepentingan dan kebutuhan masyarakat. Berdasarkan data yang dihimpun dari aplikasi Simpang Keudah, persentase belanja publik Banda Aceh sejak tahun 2017 selalu berada pada angka di atas 55 persen. Bahkan ketika pandemi Covid-19 pada 2020, belanja publik Ibukota Provinsi Aceh ini menyentuh angka 60,34 persen dari total APBK sebesar Rp 1,36 triliun.

Dalam melaksanakan tugas mengelola keuangan, BPKK Banda Aceh juga melakukan pembinaan kepada setiap OPD terkait pelaporan keuangan. BPKK juga berhasil membangun sejumlah sistem informasi dan aplikasi untuk mewujudkan tata kelola keuangan yang baik.

“Kehadiran sistem informasi seperti Sigolabang, SIPKD, juga aplikasi Simpang Keudah merupakan komitmen Pemko Banda Aceh terhadap akuntabilitas, efisiensi, serta transparansi dalam hal pengelolaan keuangan dan aset daerah,” ungkap M Iqbal.

Sukses Pertahankan WTP

Berkat tata kelola dan sistem pelaporan keuangan yang baik itulah, Banda Aceh sukses mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sebanyak 13 kali berturut-turut.

“Alhamdulillah, Kota Banda Aceh pada tahun ini berhasil mempertahankan WTP ke-13. Capaian ini merupakan bukti nyata komitmen wali kota dalam mengelola keuangan kota secara professional dan akuntabel. WTP tersebut merupakan kado terindah empat tahun kepemimpinan Amin-Zainal yang dipersembahkan bagi segenap warga kota,” ungkapnya.

Iqbal menjelaskan opini WTP tersebut diketahui saat penyerahan Laporan hasil Pemeriksaan (LHP) oleh Kepala BPK Perwakilan Aceh Arif Agus di Aula BPK RI Perwakilan Aceh pada 26 April silam. Dalam penyerahan LHP tersebut, wali kota didampingi oleh Ketua DPRK Farid Nyak Umar, Sekdako Amiruddin, dan Kepala BPKK Banda Aceh.

Atas capaian tersebut, wali kota menyampaikan apresiasinya. “Terima kasih kepada seluruh jajaran Pemko Banda Aceh yang telah bekerja sesuai dengan standar operasional prosedur, sesuai dengan standar akutansi, standar keuangan, sehingga mendapatkan WTP ini,” ujar Aminullah.

Sejak 2017, Banda Aceh juga selalu mendapat predikat terbaik atas Akurasi Data, Ketetapan Penyetoran IWP, JKK dan JKM Pegawai ASN dari PT Taspen. Tidak hanya itu, pada 2019, BPJS juga turut memberikan penghargaan sebagai juara pertama se-Aceh dan Sumatera Utara dalam hal Percepatan Pembayaran BPJS.

Namun, berbagai penghargaan tersebut bukanlah tujuan utama dari pemerintahan Amin-Zainal. Itu hanyalah sebentuk penyemangat bagi pemerintah kota dalam usahanya untuk menyejahterakan masyarakat dan mewujudkan visi “Banda Aceh Gemilang dalam Bingkai Syariah”

Penulis: OlEditor: Ad
  • Bagikan