banner 728x250

Aminullah: Rapai Geleng Hipnotis Tamu Apeksi

  • Bagikan

Bima Arya Apresiasi Banda Aceh sebagai Kota Bersahabat

Banda Aceh – Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman menggelar jamuan welcome dinner bagi delegasi Musyawarah Komisariat Wilayah (Muskomwil) I Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) di pendopo wali kota, Minggu 21 November 2021.

Tamu undangan yang hadir antara lain Ketua Apeksi Pusat yang juga Wali Kota Bogor Bima Arya, Ketua Komwil I Apeksi (Wali Kota Pekanbaru) Firdaus, Direktur Eksekutif Apeksi Alwis Rustam, Wakil Wali Kota Banda Aceh Zainal Arifin beserta para pejabat di lingkungan Pemko Banda Aceh.

Hadir pula Wali Kota Medan, Padang Sidempuan, Sibolga, Tanjung Pinang, Langsa, Lhokseumawe, Subulussalam, Padang, Tebing Tinggi, Binjai, Solok, dan Wali Kota Dumai. Kemudian Wakil Wali Kota Sabang, Gunung Sitoli, Sawah Lunto, Pariaman, dan Wakil Wali Kota Bukit Tinggi, serta Sekdako Batam dan Sekdako Pematang Siantar.

Sembari menikmati jamuan makan malam, para tamu undangan turut dihibur dengan persembahan tarian Bungong Jeumpa dan Rapai Geleng yang sukses ‘menghipnotis’ hadirin. Acara ditutup dengan prosesi pertukaran cinderamata antara Wali Kota Aminullah yang didampingi sang istri Nurmiati AR dan para kepala daerah beserta istri.

Wali Kota Aminullah mengungkapkan kebahagiaannya atas kehadiran para wali kota atau yang mewakili -anggota Komwil I Apeksi- ke Banda Aceh. “Alhamdulillah 24 delegasi kota dengan jumlah rombongan sekitar 300 orang telah hadir ke Banda Aceh. Dan semalam Rapai Geleng yang kita tampilkan sukses ‘menghipnotis’ tamu Apeksi,” kata Aminullah Senin 22 November 2021 di balai kota.

Menurutnya, saat ini merupakan waktu yang tepat bagi Banda Aceh untuk menggelar acara tersebut seiring dengan meredanya pandemi Covid-19. “Banda Aceh kini menerapkan PPKM level satu, dan baru satu-satunya di Aceh, baru di Aceh zona kuning. Tidak ada penambahan kasus dalam beberapa hari terakhir, dan tinggal enam orang pasien rawat jalan,” katanya.

Momen welcome dinner juga dimanfaatkan Aminullah untuk mempromosikan sejumlah destinasi wisata favorit Banda Aceh kepada para tamunya. “Kota kami memiliki paket wisata yang komplit, sesuai dengan brand pariwisata ‘Charming Banda Aceh’ mulai dari destinasi wisata heritage, religi, seni budaya, edukasi tsunami, hingga kuliner dan Kopi Aceh yang sudah begitu mendunia.”

Di Banda Aceh ada Masjid Raya Baiturrahman, Makam Syiah Kuala, Taman Putro Phang, Gunongan, Peucut Kerkhof, Museum Tsunami, dan masih banyak lagi kata wali kota. “Kalau kuliner di kota kami itu dulunya masih 1E: enak. Tapi sekarang 3E: enak, enak sekali, dan enak banget. Di antaranya ada Mie Aceh dan Kuah Beulangong yang bikin enak tidur.”

Kalau kopinya, sebut Aminullah, terenak di dunia dan Banda Aceh terkenal dengan julukan Kota 1.001 Warkop. “Macam-macam jenis kopinya, mulai dari Robusta, Arabika, hinga Kopi Sanger: sama-sama ngerti. Walau Banda Aceh tak punya perkebunan kopi, tapi pusat bisnis kopinya di sini, dan sudah kita ekspor hingga ke luar negeri,” katanya.

Ia pun berharap kepada para kepala daerah dan rombongan yang hadir agar dapat menikmati semua kelebihan Banda Aceh itu yang tak ada di daerah lain. “Di samping mengikuti agenda utama muskomwil, semoga bapak-ibu semua menyempatkan diri untuk berkeliling kota menikmati segala kelebihan Banda Aceh. Kami siap melayani sepenuh hati karena ‘peumulia jamee adat geutanyo’,” ucapnya.

Bima Arya Apresiasi Banda Aceh sebagai Kota Bersahabat

Sementara itu, Ketua Apeksi pusat yang juga Wali Kota Bogor Bima Arya, mengapresiasi Banda Aceh sebagai kota ramah dan bersahabat. “Banda Aceh kota yang sangat bersahabat. Kami selalu bangga dengan penyambutannya, dan bahagia diterima apabila datang ke kota ini,” katanya.

Menariknya, kata Bima, pihaknya dan rombongan punya strategi khusus ketika datang ke Ibukota Provinsi Aceh berjulukan Serambi Mekah ini. “Kita harus berstrategi jika ke sini, yaitu kosongkan perut, karena kita akan dimanjakan dengan makanan khas Aceh semenjak tiba kemarin hingga malam harinya di pendopo,” tuturnya.

Ia pun menyebutkan, penyambutan tamu di Banda Aceh patut ditiru oleh daerah lain. Sebab dapat membuat setiap orang yang berkunjung merasa sangat nyaman dan diistimewakan. “Kami sangat senang disuguhkan makanan yang luar biasa. Dessert-nya aja Mi Aceh, Kue Timphan, dan Martabak Aceh yang enak sekali. Terima kasih Pak Wali telah menyambut kami dengan baik,” katanya. (Jun/Riz)

Penulis: Jun/Riz
  • Bagikan