Kongres JKPI ke V di Bogor Berakhir

  • Bagikan

Aminullah: Semakin Termotivasi dengan Dukungan Presiden Jokowi

Bogor – Kongres ke V Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) yang berlangsung di Bogor resmi berakhir. Seluruh rangkaian kegiatan JKPI di Bumi Pajajaran berakhir Sabtu (4/12/2021). City tour menjadi kegiatan terakhir yang dikuti oleh seluruh delegasi anggota JKPI.

Kongres ke V menetapkan Wali Kota Bogor, Bima Arya sebagai Ketua Presidium. Bima Arya menggantikan Ketua Presidium yang lama, yakni Bupati Siak Alfedri.

Usai kongres, Wali Kota Bogor Bima Arya selaku Ketua Presidium dan para kepala daerah lainnya bertandang ke Istana Bogor untuk melaporkan hasil kongres kegiatan tersebut ke Presiden Jokowi.

Sejumlah poin yang disepakati di dalam kongres seperti jumlah delegasi dan perwakilannya, penetapan Ketua Presidium dan pemberian penghargaan bagi tokoh-tokoh yang berjasa menjaga kota pusaka dilaporkan ke Presiden Jokowi.

Menanggapi laporannya soal kongres, Presiden Jokowi menitipkan sejumlah pesan kepada kepengurusan JKPI yang baru, di antaranya jangan takut menjaga warisan budaya dan warisan pusaka.

Presiden berharap anggota JKPI dan para kepala daerah dapat terus berkreasi dan melakukan inovasi untuk menghidupkan kembali warisan pusaka dan warisan budaya agar tidak saja bisa diterima pasar atau menarik bagi wisatawan tetapi juga bisa menjadi hal yang menarik bagi kaum muda, yaitu perlu sentuhan kemasan yang menarik, sentuhan profesional dan juga kreatif.

Delegasi Banda Aceh yang dipimpin langsung Wali Kota Aminullah Usman dan Wakil Wali Kota Zainal Arifin sudah meninggalkan Kota Hujan usai kongres berakhir.

Aminullah Usman mengaku sangat optimis kota dan kabupaten yang tergabung dalam JKPI akan meraih kejayaan lewat program-program pelestarian budaya dan program merawat warisan pusaka.
“Apalagi Presiden Republik Indonesia Bapak Joko Widodo hari ini memberikan perhatian khusus dan dukungan untuk kota-kota yang memiliki heritage. Tentu ini menjadi motivasi bagi kita,” kata Aminullah.

Lanjutnya, bagi Banda Aceh yang telah ditetapkan sebagai salah-satu Ibukota Kebudayaan Indonesia yang memiliki daya tahan penuh, daya tahan kebudayaan akan perubahan masa depan menjadi modal penting dalam meraih kejayaan untuk mensejahterakan masyarakatnya.
“Melestarikan budaya dan merawat pusaka akan menjadikan Banda Aceh sebagai destinasi wisata yang akan banyak dikunjungi. Ini menjadi strategi kita dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat kota,” kata Aminullah.[]

  • Bagikan