Tudingan Pemko Banda Aceh Gagal Dalam Bidang Infrastruktur Tak Mendasar

  • Bagikan

Jauh Panggang Dari Api

Banda Aceh – Terkait tudingan Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman gagal membangun infrastruktur di Kota Banda Aceh, sementara Jabatan Wali Kota dan Wakil Wali Kota pada tahun 2022 akan berakhir, dibantah keras oleh Ketua Aceh Kreatif yang juga Sekretaris LPLA, Delky Nofrizal Qutni, melalui siaran persnya yang diterima redaksi NBA, Sabtu (25/12).

Pertama, yang mengkritik itu tidak sesuai dengan bidang ilmu beliau yang notabenenya Megister dan Doktoral nya di bidang ilmu kesehatan masyarakat. Kata Delky

“Seharusnya beliau bisa lebih fokus di bidang pelayanan kesehatan masyarakat yang sangat dibutuhkan di masa pandemi ini. Kalau saya bilang ini tidak sesuai pada tempatnya, makanya kesannya kritikan Dr Nasrul ini tak mendasar, masyarakat butuh beliau di bidang pelayanan kesehatan,” ujarnya.

Jadi kalau ini malah melakukan kritik di bidang kontruksi kan jadi tidak jelas bahkan bisa dikatakan seperti kurang kerjaan. Namun, bila ingin mengkritik dibidang pelayanan kesehatan di Banda Aceh sudah sangat baik, jadi bisa jadi mencari celah lain, sehingga jadinya gagal paham. Katanya.

Ia menambahkan, “Kita berharap kepada Bang Nasrul jangan aneh-aneh, yang logis-logis saja. Kita salut beliau seorang akademisi yang aktif, namun kalau bicara asal-asalan gitu justru tak elok kan. Dan Kita dukung beliau fokus untuk bidangnya sehingga ada menghasilkan pandangan yang baik dan rasional demi kebaikan.”

Terkait pemberitaan yang mengatakan Wali Kota Aminullah gagal membangun infrastruktur di kota Banda itu jelas-jelas tidak masuk akal, karena selama ini masyarakat juga mengetahui berbagai capaian prestasi sangat banyak diraih Pemko Banda Aceh dibawah kepemimpinan Wali Kota Aminullah Usman, baik dari Pemerintah Aceh hingga Pemerintah Pusat. Jelas Delky.

“Jujur sebagai elemen pemuda kita malah ragukan penilaian doktor yang katanya pengamat ini, sepertinya ada yang salah dalam pengamatannya, dimana kita dapat melihat pembangunan yang begitu banyak di Kota Banda Aceh malah dituding gagal,” katanya.

Ia berharap Dr Nasrul dapat fokus bantu masyarakat untuk tingkatkan pelayanan kesahatan termasuk kebijakan-kebijakan dibidang itu. “Minimal pandangan dan kritikannya bisa mencerdaskan, dan tidak ngaur, sehingga bukan bukan gagal membangun tapi gagal mengkritik karena tidak pada tempatnya,” tutup Delky.

  • Bagikan