banner

banner

Wali Kota Terima Kunjungan Sekolah Al-Azhar Medan

  • Bagikan

Kepala Sekolah, Jajaran, dan Pelajar Al-Azhar Kagum dengan Kota Banda Aceh

Banda Aceh – Wali Kota Banda Aceh menerima kunjungan rombongan Sekolah Al-Azhar Medan di Pendopo Wali Kota Banda Aceh, Senin (7/2/2021).

Pada pertemuan tersebut turut hadir, Kepala Dinas Pendidikan Kota Banda Aceh, Asisten I Pemko Banda Aceh Muzakir Tulot, Sekertaris Yayasan Islamic Boarding School Sumatera Utara Maratua Simajuntak, Kepala Sekolah Al-Azhar Medan Ahmad Alaudin Sulthoni, staf, guru dan siswa-siswi sekolah Al-Azhar.

Sekertaris Yayasan Maratua Simajuntak diwakili kepala Sekolah Al-Azhar Medan Ahmad Alaudin Sulthoni, dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman yang telah menerima rombongan Sekolah Al- Azhar Medan, dan menyambut dengan penuh hangat.

“Kami mengucapkan terimakasih kepada Wali Kota Banda Aceh dengan sambutan yang sangat luar biasa diluar perkiraan. Kami tidak menyangka bisa bertemu dengan Bapak Aminullah, Alhamdulillah hari ini dapat bersilaturrahmi,” ungkapnya.

Ia menceritakan perjalanannya ke Banda Aceh, dari semenjak hari Sabtu (5/1/22) lalu yang sangat berkesan dan kagum dengan Kota Banda Aceh. Alaudin menilai, Kota Banda Aceh memiliki lingkungan yang sangat bersih, dengan penduduk yang ramah, dan merupakan kota bersejarah.

“Saat pertama kali sampai ke Kota Banda Aceh, kami melihat pemandangan kota yang sangat bersih, dan para penduduknya sangat ramah, ditambah dengan banyaknya bangunan bersejarah. Dan siswa-siswi memang memiliki cita-cita untuk melihat langsung daerah terjadinya musibah gempa dan Tsunami yang paling dahsyat 2004 silam,” ceritanya.

Alaudin menuturkan, sejak Aceh mengalami musibah Tsunami, Aceh dikenal di seluruh dunia. Sehingga dirinya melihat ada sisi positif dari dampak bencana tersebut.

“Saat itu semua negara datang ke Aceh, banyak dari pemerintahan luar, bahkan artis manca negara yang datang ke Aceh untuk menyumbangkan bantuan. Kita juga harus melihat sisi positif dari suatu musibah itu sendiri,” jelas Kepala Sekolah itu.

Selain menjadi kota bersejarah, kata Alaudin, Kota Banda Aceh juga memiliki prestasi yang unik yaitu dalam hal memberantas renteir. “Ini merupakan prestasi unik dan tidak dimiliki oleh daerah lain,” ujarnya.

Pelayanan kesehatan di Kota Banda Aceh pun di nilai sangat baik oleh Alaudin. Disamping itu, ia mendoakan Kota Banda Aceh menjadi kota yang terus sukses dengan penegakan Syariat Islam, dan selalu sukses dengan segala program ke depan yang akan dijalankan.

“Sekali lagi kami mengucapkan selamat kepada bapak walikota, semoga semua diberi kemudahan oleh Allah, dan mohon doanya untuk anak kami agar dapat menjadi pemimpin-pemimpin masa depan,” kata Alaudin.

Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman pun mengucapkan selamat datang kepada rombongan Sekolah Al-Azhar Kota Medan. “Alhamdulillah hari ini diberi kesempatan untuk bertemu. Ini merupakan sebuah bentuk komitmen kerjasama yang erat antara Banda Aceh dan Kota Medan,” katanya.

Dalam pertemuan tersebut, Aminullah menjelaskan profil singkat terkait Kota Banda Aceh kepada seluruh rombongan yang hadir. Ia mengatakan Kota Banda Aceh merupakan Ibu Kota Provinnsi Aceh, dengan luas wilayah hanya 61, 36 km.

“Kota Banda Aceh merupakan daerah nomor dua paling kecil di Indonesia setelah Yogyakarta, tapi Banda Aceh selalu ingin memberikan yang terbaik untuk warga kotanya,” ungkapnya.

Memiliki 9 Kecamatan dan 90 Gampong, serta jumlah penduduk sebanyak 252,899 jiwa, Banda Aceh dijuluki sebagai pusat Kota Dagang. “Karena kota yang sempit tidak ada lahan untuk bertani dan berternak, sehingga berdagang menjadi solusi permasalahan ekonomi masyarakat,” jelas Walikota.

Selain itu, Banda Aceh merupakan Kota Wisata. “Sebelum Covid-19 wisata Kota Banda Aceh sedang naik-naiknya hingga 100 persen, namun seleteh Covid-19 turun 100 persen pula,” sebutnya.

Selanjutnya, Kota Banda Aceh juga dijuluki sebagai Kota Pelajar. Berbagai Universitas di Kota Banda Aceh menjadi target pendidikan bagi para pelajar baik tingkat Nasional maupun Internasional.

“Banyak para pelajar di luar Aceh yang ingin menempuh pendidikan di Banda Aceh. Sekarang ini para mahasiswa banyak berasal dari jawa, jakarta, papua, bahkan luar negeri seperti Malaysia, Turki, Arab, dan negara-negara lainnya,” sebut Walikota.

Dari segi kesehatan pun, rumah sakit yang terdapat di Kota Banda Aceh menjadi solusi utama tempat pengobatan, karena telah memiliki fasilitas dan dokter-dokter yang ahli di bidang kesehatan. Disamping itu, Banda Aceh juga disebut sebagai Kota Jasa.

Bukan hanya itu, Kota Banda Aceh dibawah kepemimpinan Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman dan Wakil Wali Kota Banda Aceh Zainal Arifin memiliki visi misi mewujudkan Banda Aceh Gemilang Dalam Bingkai Syariah.

“Sehingga semua kegiatan di Kota Banda Aceh dilakukan harus selalu mengutamakan syariah. Ketika visi dan misi itu kita jalankan, maka sukseslah Kota Banda Aceh ini,” ungkapnya.

Aminullah pun berpesan kepada para siswa-siswi Al-Azhar, dan kepada semua pengunjung yang ingin datang ke Banda Aceh agar tidak takut dan khawatir terhadap pemberlakukan syariat di Kota Banda Aceh.

“Yang di beri hukuman adalah orang yang melanggar syariat Islam, seperti Khalwat, judi, dan minum Khamar. Jika orang tidak melakukan itu, maka tidak akan di hukum atau di cambuk,” tegas Wali Kota.

Aminullah juga menegaskan, Banda Aceh sebagai kota yang paling aman di Indonesia, dan merupakan kota paling toleransi terhadap berbagai agama. Hal tersebut dibuktikan dengan diberikannya penghargaan oleh Kementrian beberapa tahun lalu.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota juga menyampaikan penghargaan yang pernah di raih oleh Banda Aceh selama masa jabatannya. Para siswa-siswi pun diberikan kesempatan untuk berkeliling Pendopo, sambil melihat piagam-piagam penghargaan yang terpajang. (Mer)

  • Bagikan