banner

banner

MAA Banda Aceh Ajak Warga Manfaatkan Hari Meugang Sebagai Momen Berbagi

  • Bagikan

Banda Aceh- Warga Banda Aceh dapat memanfaatkan hari meugang sebagai momen untuk berbagi. Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Ketua Majelis Adat Aceh Kota Banda Aceh Mulyadi Thaib, Selasa (29/3).

“Meugang ini sebagai tradisi membeli daging, makan daging dan apabila ada kemudahan dapat berbagi daging kepada tetangga-tetangga yang fakir miskin atau anak-anak yatim agar dapat menikmati daging menyambut bulan suci ramadan, karena itu hari meugang dapat dimanfaatkan untuk berbagi, sebagaimana yang dilakukan oleh Wali Kota Banda Aceh bapak H Aminullah Usman SE Ak MM beliau sangat peduli kepada fakir miskin dan sangat menyayangi anak-anak yatim,” kata Mulyadi.

Mulyadi menceritakan pada zaman Sultan Iskandar Muda dulu menjelang bulan ramadan beliau memerintahkan Ule Jurong untuk mendata semua anak-anak yatim dan fakir miskin untuk kemudian diberikan daging agar semua dapat menyantap daging.

Kata Mulyadi, hari meugang tersebut dirayakan selama 3 kali dalam setahun yaitu pada megang menyambut bulan suci ramadan, hari raya Idul Fitri dan menyambut hari raya Idul Adha.

“Pada hari meugang tersebut masyarakat biasanya memotong lembu atau kerbau yang nantinya akan dimasak dengan berbagai macam menu seperti masak mirah, masak puteh, sie reuboh menurut khas daerah masing masing bahkan menjelang bulan puasa setelah memasak daging masyarakat bersama sanak saudara pergi makan bersama baik ke laut atau ke tempat-tempat wisata,” kata Mulyadi.

Mulyadi menambahkan, untuk merayakan hari meugang tersebut masyarakat sudah jauh-jauh hari mempersiapkan menyambut megang dan bulan suci ramadhan untuk dapat membeli daging menyantap daging dan pelengkapnya seperti leumang, ketupat , tape dan lain-lain.

  • Bagikan