banner

banner

Pimpinan DPRK: Aminullah Kepala Daerah Paling Berprestasi di Aceh

  • Bagikan
Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh, Usman, SE.

Persoalan Hutang Timbul Karena Pandemi Covid-19 dan Selesai Sebelum Masa Jabatan Amin-Zainal Habis

Banda Aceh – Wali Kota Banda Aceh, Bapak H Aminullah Usman SE Ak MM adalah kepala daerah paling berprestasi dari kepala daerah lain di Provinsi Aceh, dan hal tersebut dibuktikan dengan diraihnya berbagai penghargaan yang datang dari pemerintah pusat dan pemerintah provinsi Aceh atas kerja nyatanya selama menjadi Wali Kota.

Ditangan Wali Kota Aminullah wajah Banda Aceh berubah drastis dengan dilakukannya berbagai perubahan-perubahan nyata diberbagai sektor, dan yang tak bisa kita pungkiri adalah Wali Kota Aminullah adala kepala daerah yang paling mudah ditemui siapapun serta tidak membuat sekat dengan warganya, bahkan seluruh keluhan warganya yang ia terima langsung ia tindaklanjuti.

Hal tersebut diungkapkan Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh, Usman SE kepada NBA, Sabtu (19/3).

Teranyar, tekad Wali Kota Aminullah mengentaskan persoalan rumah tidak layak huni di Banda Aceh patut diacungi jempol dan apresiasi, pasalnya dari sejak resmi menjabat Wali Kota Banda Aceh pada tahun 2017 hingga 2022 ini sudah 727 unit rumah bantuan diberikan untuk warga dhuafa, baik yang dibangun baru atau direnovasi. Insya Allah pada tahun ini Wali Kota Aminullah menargetkan dapat mencapai 1.000 unit rumah. Ujar Usman.

Ia menerangkan, selain itu, laporan yang dilansir Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut bahwa Kota Banda Aceh terjadi peningkatan pendapatan per kapita pada 2021 menjadi Rp78,16 juta dari sebelumnya Rp73,30 juta di 2020 (atas dasar harga berlaku). Pendapatan rata-rata penduduk yang didapat dari hasil bagi antara PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) dengan populasi di Banda Aceh dalam tiga tahun terakhir terus menunjukkan trend positif. Melansir data BPS, pada tahun 2019 pendapatan per kapita Banda Aceh Rp69,24 juta per tahun, 2020 Rp73,30 juta per tahun, dan 2021 Rp78,16 juta per tahun.

Disisi lain kita akan ulas kondisi UMKM di Kota Banda Aceh masa kepemimpinan Wali Kota Aminullah, ditengah kondisi pandemi Covid-19 yang yang belum berakhir saat ini, UMKM di ‘Kota Gemilang masih terus tumbuh. Data menunjukkan UMKM tetap tumbuh subur di tahun 2021, yakni mencapai 16.970. Dan data terbaru per Februari 2022, UMKM di Banda Aceh sudah mencapai 17.080 unit. Jika dilihat dari tahun 2016 hingga saat ini, pertumbuhannya mencapai 92%. Terangnya lagi.

Lalu berbicara kemiskinan dan pengangguran, Usman mengatakan Kota Banda Aceh satu-satu nya daerah yang masuk dalam zona hijau kemiskinan di Aceh, daerah lainnya berada diatas 10%. Pemerintah Kota berhasil menurunkan angka penggangguran tercatat tahun 2017 pengangguran terbuka di Banda Aceh sebesar 7,75% dan pada tahun 2018 berhasil ditekan menjadi 7,26% indeks pembangunan manusia di tahun 2018 berada di angka 84,37%.

Indeks Pembangunan Manusia atau IPM Kota Banda Aceh pada tahun 2019 tercatat berada di angka 85,07 angka ini naik 0,7 poin dari 84,37 yang dibukukan pada tahun 2018, sementara tahun 2020 IPM Banda Aceh naik lagi menjadi dari 85,41%. Menutup 2021, IPM Banda Aceh kembali naik 0,3 poin dibanding tahun sebelumnya menjadi 85,71. Dari 514 kabupaten/kota se-Indonesia, IPM Banda Aceh tersebut berada di peringkat dua nasional. Katanya.

Namun kita tidak memungkiri juga adanya hal-hal yang belum tuntas dikerjakan oleh Wali Kota Aminullah, tapi masyarakat tidak perlu risau, Insya Allah Aminullah Usman akan mampu menyelesaikan nya. Katanya lagi.

“Nah kalau ada narasi-narasi yang menyebutkan Banda Aceh bangkrut ditangan Amin-Zainal? saya jawab tidak ada itu, justru semuanya harus memahami bersama persoalan pandemi covid-19 yang tak kunjung usai selama dua tahun ini sangat memberikan dampak yang besar pada Pemerintah Kota Banda Aceh, bahkan Pemerintah Kabupaten/Kota dan Provinsi se-Indonesia juga Pemerintah pusat.” Tegas Usman.

Wakil Ketua DPRK Banda Aceh menerangkan, penyebaran Covid-19 yang disertai mutasi varian baru virus corona mengakibatkan besarnya dampak yang diakibatkan oleh pandemi ini mengharuskan pemerintah mengeluarkan kebijakan refocussing anggaran.

Oleh karena itulah muncul permasalahan hutang. Namun, bukan Aminullah Usman namanya apabila tidak dapat menyelesaikan persoalan itu, intinya ini hanya persoalan waktu saja.

“Kami pastikan seluruh hutang Pemko Banda Aceh akan selesai sebelum masa jabatan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banda Aceh berakhir pada bulan Juli 2022 ini, serta DPRK menegaskan Banda Aceh tidak bangkrut ditangan Pak Amin-Zainal, dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) juga terus mengawasi serta tidak pernah menyatakan Pemko Banda Aceh bangkrut” pungkas Wakil Ketua DPRK Usman.

  • Bagikan