Wali Kota Bukit Tinggi Puji Aminullah Atas Keberhasilan Berantas Rentenir

  • Bagikan

Saling Tukar Informasi Majukan Kota

Banda Aceh – Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman bersama istri Nurmiati AR menerima kunjungan Wali Kota Bukit Tinggi, Erman Safar beserta rombongan lainnya di Pendopo, Blang Padang, Kota Banda Aceh, Kamis, 2 Juni 2022.

Di hadapan Aminullah Usman beserta Sekdako Amiruddin, Kepala Bappeda Weri, asisten II Jalaluddin, kadis dlhk3 hamdani, plt Kadispar Ridha, kabag prokopim said fauzan, kabag umum syukri dan kabag ekonomi nella beserta jajaran Pemko lainnya, Wali Kota Bukit Tinggi Erman Safar mengucapkan terima kasih atas sambutan yang diberikan Pemko Banda Aceh.

Erman Safar mengungkapkan, kehadirannya beserta rombongan ke Banda Aceh untuk melihat langsung perkembangan Kota Banda Aceh yang visi dan misinya hampir sama dengan Kota Bukit Tinggi, khususnya di bidang penegakan syariat islam. Di sisi lain juga memiliki luas wilayah yang hampir sama, yaitu 25 km persegi dengan 1.300 wisatawan pertahun.

“Bukit Tinggi sebenarnya hampir sama dengan Kota Banda Aceh yang memberlakukan syariat islam. Kalau di bukit tinggi kita memiliki sistem adat yang memakai hukum syariat,” jelasnya.

Saat ini, Pemerintah Kota Bukit Tinggi sedang memulai program berantas rentenir seperti yang dilakukan oleh Kota Banda Aceh. “Kami baru mulai mencoba mendalami masalah-masalah yang dihadapi oleh pelaku UMKM seperti rentenir. Dan apa yang dilakukan Wali Kota Aminullah untuk memberantas rentenir sangat luar biasa,” jelasnya.

Selain itu, Erman Safar mengagumi wisata religi yang ada di Kota Banda Aceh. Menurutnya wisata religi di Kota Banda Aceh sangat populer di kalangan masyarakat, sehingga menjadi nilai jual yang layak dikunjungi.

Sementara itu, Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman mengucapkan terimakasih kepada rombongan Wali Kota Bukit Tinggi yang telah menyempatkan waktu berkunjung ke Banda Aceh.

Pada kesempatan itu, Aminullah juga menyampaikan capaian yang di raih Kota Banda Aceh selama pemerintahannya, mulai dari Indeks Pertumbuhan Manusia (IPM) yang meningkat pesat yaitu berada pada urut dua di Indonesia setelah Yogyakarta. Kemudian Banda Aceh juga dikenal dengan kota wisata yang memiliki beragam icon pariwisata menarik seperti wisata religi, wisata alam, kuliner, dan wisata lainnya.

“Kualitas IPM ini sangat penting untuk meningkatkan berbagai indikator. Dengan IPM yang tinggi maka akan meningkatkan incam perkapita,” kata Aminullah.

Di bidang ekonomi, Pemerintah Kota Banda Aceh telah membuat Lembanga Keuangan Mikro Syariah (LKMS) Mahirah Muamalah dengan tujuan membatu modal usaha para UMK dan memberantas rentenir di Kota Banda Aceh. Selama ini, LKMS telah berkembang pesat. Dimana dari modal awal 1,5 miliar dapat memiliki aset sebesar 50 miliar, sehingga mendapat kepercayaan dari Menteri Keuangan untuk membuat Ultra Mikro.

“Dulunya modal LKMS kita hanya 1,5 miliar. Tapi saat ini asetnya sudah sebesar 50 miliar. Kita harapkan bisa membantu pelaku UMKM,” sebutnya.

Di bidang penanggulangan Covid-19, Banda Aceh fokus pada pelaksanaan vaksinasi baik dosis I, dosis II, dosis III atau booster, sehingga berada pada zona hijau dan masyarakat bisa beraktivitas seperti biasanya. (Mer)

  • Bagikan