Didampingi Kadis Kopukmdag, Bakri Siddiq Serap Aspirasi Pedagang Pasar

  • Bagikan

Banda Aceh – Usai merampungkan rutinitas kedinasan di balai kota, Pj Wali Kota Banda Aceh Bakri Siddiq melakukan peninjauan ke sejumlah pasar tradisional di Ibu Kota Provinsi Aceh. Pasar Seutui dan Pasar Peuniti menjadi tujuan sidaknya kali ini.

Di Pasar Seutui yang terletak di pinggir Jalan Teuku Umar, Bakri berinteraksi dengan para pedagang sembari mengecek fasilitas pasar. Mulai dari los sayur, bumbu, ikan, hingga lapak pedagang ayam tak luput dari perhatiannya. Ia pun turut memborong dagangan nyak-nyak penjual sayur di sana.

Didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Jalaluddin, Kadis Koperasi UKM dan Perdagangan (Kopukmdag) M Nurdin, dan beberapa pejabat terkait, pj wali kota juga melakukan hal serupa di Pasar Peuniti. Para pedagang terlihat antusias menyambut sekaligus menyampaikan uneg-unegnya kepada orang nomor satu di Banda Aceh tersebut.

Di sela-sela peninjauan, pria yang juga menjabat Kabiro Perencanaan dan Kerja Sama BNPP tersebut, mengatakan, tujuan kedatangannya ke pasar tradisional untuk menyerap aspirasi para pedagang. “Saya ingin menginventarisir apa saja yang masih menjadi kekurangan di pasar kita dan kendala para pedagang.”

Sebelum dua pasar dimaksud, pj wali kota telah berkunjung ke Pasar Al-Mahirah, Lamdingin. Ia pun mengagendakan kunjungan ke seluruh pasar tradisional yang ada di Banda Aceh. “Saya ingin lebih dekat dengan pelaku UMKM-khususnya para pedagang. Makanya saya turun langsung untuk menyerap aspirasi -kebutuhan para pedagang,” ujarnya.

Setelah dari lapangan, dirinya akan mendapat input mengenai hal-hal yang masih menjadi permasalahan dan harus ditindaklanjuti oleh SKPK terkait. “Nanti baru kita adakan rapat dengan sekda, asisten, dan kepala dinas terkait, berembuk dalam rangka menyahuti kebutuhan pedagang dan tentu saja kenyamanan pembeli,” ujarnya lagi.

Dari peninjauan hari ini, Bakri Siddiq pun telah menampung sejumlah aspirasi pedagang. “Di Pasar Seutui misalnya, perlu sedikit pembenahan seperti tempat parkir dan plafon yang bocor. Sementara Pasar Peuniti, suasananya masih belum begitu hidup, karena ada pasar gampong lain yang tak jauh dari sini. Insyaallah kita cari solusi agar pasar ini bisa semakin maju.”

Penulis: Jun
  • Bagikan