Ketua MAA Banda Aceh: Mantan Wali Kota Aminullah Sangat Peduli Adat

  • Bagikan

“Bapak Aminullah itu sosok yang cukup konsisten dan memiliki tekad kuat dalam mempertahankan warisan budaya”

Banda Aceh – Ketua MAA Banda Aceh Tgk H Zainun Muhammad menyebutkan sosok mantan orang nomor satu di Kota Banda Aceh Aminullah Usman sangat peduli akan adat dan budaya indatu.

Ia pun turut mengapresiasi sejumlah langkah Aminullah Usman semasa menjabat Wali Kota yang mengimplementasikan berbagai program dalam penguatan nilai adat yang bersangkut pada syariat.

“Kami akui, Bapak Aminullah itu sosok yang cukup konsisten dan memiliki tekad kuat dalam mempertahankan warisan budaya termasuk adat istiadat kita yang mulai pudar tergerus zaman,” ujarnya.

Katanya, hal tersebut dibuktikan dengan komitmen Aminullah Usman yang kala ia menjabat sangat berkomitmen menjadikan MAA sebagai garda terdepan di kalangan masyarakat.

“Kami (MAA) selalu dilibatkan dalam program-program Pemko, dan saling bekerja sama. Pak Aminullah menaruh harapan tinggi kepada kami dalam menanamkan nilai adat budaya khususnya pada generasi penerus,” ucapnya.

Ia mengungkapkan, dalam rangka membumikan warisan indatu di Kutaraja, Aminullah meminta pihaknya agar terus mengadakan agenda adat seperti lomba dalail khairat dan zikir setiap menyambut hari ulang tahun Kota Banda Aceh.

“Penguatan lainnya yang diamanahkan kepada kami yakni menggelar muzakarah adat yang diikuti oleh tokoh adat dari 90 gampong se-Banda Aceh. Selain itu, kita juga akan menggelar pelatihan peradilan adat, dan membentuk sebuah pilot project desa adat sesuai dengan program pemerintah pusat,” ungkapnya.

Amanah Aminullah Usman lainnya, yaitu meminta para Imum Mukim dapat meningkatkan perannya dalam memperkuat pelaksanaan adat istiadat ditengah-tengah masyarakat gampong.

“Bapak Aminullah pernah berpesan, bahwa Imum Mukim memiliki fungsi sebagai pembinaan adat istiadat, Kemudian mukim juga memiliki peran yang tidak kalah penting pada penegakan syariat Islam, penegakan hukum, penyelesaian sengketa seperti batas gampong hingga koordinasi program pembangunan dengan pihak gampong dan kecamatan,” ungkapnya lagi.

Ia mengungkapkan kesannya lagi yang sangat tinggi kepada Bapak Aminullah semasa masih menjadi Wali Kota.

“Sebagaimana yang pernah diungkapkan mantan Wali Kota Aminullah. Masyarakat Aceh umumnya adat dan agama itu tidak dapat dipisahkan, hal itu berdasarkan sebuah pernyataan yang bersumber dari orang-orang bijak dahulu. “Adat ngon hukom (agama) lagei zat ngon sifeut (adat dan hukum syariat ibarat zat dengan sifat),” katanya mengulangi perkataan yang pernah diucapkan Aminullah Usman dalam sebuah kesempatan.

  • Bagikan