Kuota BBM Pertalite Mulai Menipis, Pemerintah Imbau Masyarakat Berhemat

  • Bagikan

Jakarta – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengimbau kepada masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan Bahan Bakar Minyak (BBM) khususnya untuk jenis BBM Pertalite. Mengingat kuota BBM Pertalite hingga Juli tinggal tersisa 6,2 juta kilo liter (KL).

Menteri ESDM, Arifin Tasrif memastikan akan selalu memenuhi kebutuhan BBM untuk masyarakat. Sekalipun di tengah kenaikan harga minyak internasional yang saat ini masih cukup tinggi.

Namun, di sisi lain ia juga menyadari bahwa kuota Pertalite sampai Juli sudah mulai menipis. Oleh sebab itu, ia meminta agar masyarakat dapat berhemat dalam menggunakan BBM.

“Minyak harganya tinggi terus gak turun-turun jadi memang harus ada upaya upaya untuk efisiensi, masyarakat kita minta untuk supaya juga bisa hemat BBM,” kata Arifin saat ditemui di Gedung Kementerian ESDM, Kamis (11/8/2022).

Selain menghimbau masyarakat untuk berhemat, Arifin juga meminta agar masyarakat mampu tidak mengkonsumsi BBM bersubsidi ini. Pasalnya, Pertalite diperuntukkan untuk masyarakat kurang mampu.

“Seharusnya yang mampu jangan ambil, BBM (Pertalite) buat orang yang memerlukan kita himbau begitu. Pemerintah juga berupaya sekuat tenaga supaya subsidinya bengkaknya luar biasa tetapi apakah kalau begini terus bisa bertahan?,” kata dia.

Anggota Komite Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), Saleh Abdurrahman mengatakan, jika tidak ada pengendalian, kuota Pertalite bisa habis pada Oktober atau November 2022 ini.

“Kalau tidak dilakukan pengendalian, ya bisa begitu (habis) di antara Oktober-November,” kata Salhe Abdurrahman Anggota Komite Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), kepada CNBC Indonesia, Kamis (11/8/2022).

Sejatinya, salah satu upaya program pengendalian konsumsi BBM Pertalite dan Solar Subsidi adalah dengan mendaftarkan kendaraan melalui MyPertamina. Kelak, Pertamina akan menjaring kendaraan sesuai dengan spesifikasi kendaraan yang berhak mengisi BBM Pertalite dan Solar Subsidi.

Adapun program pengendalian itu masih harus menunggu terbitnya revisi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 191 tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Harga Jual Eceran BBM. “Saat ini registrasi terus digencarkan. Kita harapkan revisi terbit bulan ini, jadi September mulai (pengendalian),” tandas Saleh.

Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, Irto Ginting mencatat sampai pada Juli 2022 ini, konsumsi BBM Pertalite mencapai 16,8 juta KL dari kuota tahun ini yang ditetapkan sebanyak 23 juta KL. Sementara konsumsi Solar Subsidi sudah mencapai 9,9 juta KL dari kuota 14,91 juta di tahun 2022 ini. (cnbcindonesia.com)

  • Bagikan