Menparekraf RI Buka Pameran AKI di Taman Sari

  • Bagikan

Pj Wali Kota Siap Mendukung Kebangkitan UMKM Lokal

Banda Aceh – Usai dari Ulee Lheue yang masuk dalam 50 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI), Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) RI Sandiaga Salahuddin Uno membuka secara resmi Pameran Apresiasi Kreatif Indonesia (AKI) di Taman Bustanussalatin (Taman Sari), Kamis, 4 Agustus 2022.

AKI sendiri merupakan program pengembangan ekonomi kreatif melalui peningkatan kapasitas dan pameran kepada para pelaku ekonomi kreatif pada subsektor kuliner, kriya, fesyen, aplikasi, film, dan musik, yang akan diselenggarakan di 16 Kota/Kabupaten di Indonesia. Dan Banda Aceh menjadi kota ke-10 tuan rumah ajang tersebut.

Begitu tiba di lokasi acara, Sandiaga didampingi Pj Wali Kota Banda Aceh Bakri Siddiq langsung meninjau seluruh atau 27 stand produk UMKM yang ada di sana. Turut serta dalam rombongan, Direktur Kuliner Kriya Desain dan Fesyen Yuke Sri Rahayu dan Direktur Event Daerah Kemenparekraf Reza Fahlevi, serta sejumlah pejabat lainnya.

Sembari meninjau satu per satu booth, Sandiaga yang akrap disapa Mas Menteri juga berbelanja produk-produk UMKM Banda Aceh, dan sejumlah daerah lainnya yang dipamerkan. Perbincangan santai tapi serius juga terlihat antara Menparekraf, Pj Wali Kota, dan para pelaku usaha. Kemudian rombongan disambut dengan tarian Aceh, Ratoh Jaroe, yang ditampilkan oleh siswi SMA 10 Fajar Harapan.

Dalam sambutannya, Sandiaga mengatakan baru kali pertama pameran AKI digelar berkonsep outdoor. Hasilnya, tak kalah meriah. “Baru pertama ini acara AKI di taman. Kalau di kota lain biasanya di mal. Saya sangat senang berkunjung ke Banda Aceh, kotanya indah, islami, produk ekonomi kreatifnya bagus-bagus, dan makanannya enak banget.”

Ia pun mengucapkan terima kasih atas dukungan pimpinan daerah dan stakeholder terkait atas dukungan terhadap pelaku pariwata dan ekonomi kreatif. “Potensi Aceh luar biasa, dan acara AKI adalah salah satu puncak acara kehadiran saya dalam kunjungan kerja kali ini,” ujarnya.

Pemerintah pusat, kata Sandi, sangat komit untuk memfasilitasi, memberikan pendampingan, dan mengembangkan usaha di sektor ekonomi kreatif yang memikiki 17 sub sektor, “Dan 99 persennya terdiri dari UMKM, mulai dari kuliner, fashion, hingga kriya,” ujarnya lagi.

Ia pun meminta pihak terkait untuk menjaring UMKM yang agar selanjutnya bisa naik kelas ke usaha menengah dan besar. “Pemerintah daerah juga harus mendukung penuh, demi terwujudnya 1,1 juta lapangan kerja baru dalam tahun ini dan 4,4 juta lapangan kerja pada 2024 dari sektor ekonomi kreatif. Kuncinya inovasi, kolaborasi, dan adaptasi.”

Sementara Pj Wali Kota Bakri Siddiq menyampaikan tiga kata yang bisa menggambarkan tentang Aceh. “Pak Menteri, ada tiga kata tentang Aceh, yakni Islami, tangguh: masyarakatnya pekerja keras dan pantang menyerah, dan setia: termasuk kepada Indonesia.”

Terkait dengan pemberdayaan UMKM lokal, Bakri menyatakan Pemko Banda Aceh siap mendukung kebangkitan UMKM lokal. “Kami sangat mendukung UMKM lokal yang memang menjadi tulang punggung perekonomian kota kami selama ini. Dengan dukungan Pak Menteri, insyaallah UMKM Banda Aceh akan semakin berjaya ke depan,” katanya.

Sebuah pantun pun tak lupa ia bacakan untuk Mas Menteri. “Buah Durian Buah Berduri, Enak Dimakan Bersama Ketan. Selamat kepada Mas Menteri, Sering-Sering ke Mari Kami Harapkan,” sebut Bakri Siddiq pada acara yang ditutup dengan “Bincang Apresiasi” bersama para pelaku UMKM. (Jun)

  • Bagikan