Aminullah Perjelas Kenapa Dirut BAS Diusulkan Dari Internal

  • Bagikan

Sarankan Direktur Bisnis yang Dari Eksternal

Banda Aceh – Bankir senior Aceh yang juga Ketua Ikatan Pensiunan Bank Aceh Syariah (BAS), H Aminullah Usman SE Ak MM, perjelas terkait dukungan dirinya agar kandidat calon Direktur Utama BAS ke depan dilakukan secara kolektif melalui melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB) dan kandidat Dirut harus dari internal BAS.

Hal tersebut selain untuk menambah spirit kerja kolektif BAS, dan ini sangat layak untuk menjadi pertimbangan para pemegang saham. Selain itu, jajaran direksi yang lama existing juga disarankan untuk ikut mendaftar. “Bila mana ternyata existing tersebut telah lewat usia, tetap bisa diajukan ke OJK untuk dapat ikut serta dan ini ada aturannya. Namun terlepas dari semua itu, usulan tersebut tetap harus diawali dengan RUPS LB, karena ini dasar hukum sebuah Perseroan Terbatas” ujar Aminullah dikonfirmasi di kediamannya kawasan Lampaseh Aceh, Senin (14/11).

Selain itu, kenapa harus dari internal. Aminullah mengisahkan kepemimpinan di Bank Aceh sejak dirinya bekerja mulai bekerja pada tahun 1984 sampai 2010, telah banyak perkembangan yang telah dicapai oleh Bank kebanggaan masyarakat Aceh itu.

“Sejarah BAS ini memiliki histori yang sangat panjang, mulai dari perubahan Badan Hukum dari NV menjadi Perusahaan Daerah (PD) dan terakhir menjadi PT. Tentu ini dalam perjalanannya terjadi pasang surut,” ujarnya.

Lalu, disaat Aminullah memimpin Bank Daerah itu, ada tiga peristiwa besar yang dihadapi. Yaitu krisis moneter yang mengakibatkan Bank Aceh saat itu hampir kolaps dan masuk Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN), karena Cavital Adequacy Ratio (CAR) minus 25 persen dan NPL 45 persen, serta persoalan internal yang sangat rumit saat itu, kondisi SDM tidak produktif, kesulitan likuiditas dan bank dalam kategori tidak sehat, BPD Aceh cukup terpuruk dan dalam keadaan rugi.

Kemudian, Bank dihadapkan dengan konflik Aceh berkepanjangan dimana banyak karyawan dan aset bank menjadi korban, ditambah musibah gempa dan tsunami yang meluluhlantakkan Aceh saat itu yang telah menelan puluhan karyawan menjadi korban alam aset bank hancur, ditambah lagi musibah kebakaran kantor pusat.

Tapi dengan seluruh persoalan tersebut, Alhamdulillah bank ini masih eksis hingga hari ini. “Pada tahun 2000 saya dilantik menjadi Dirut BPD Aceh saat itu, dengan aset awal Rp 660 miliar. Alhamdulillah pada tahun 2010 asetnya itu sudah Rp 13 triliun, Bank Aceh bisa melewati seluruh persoalan tersebut. Atas keberhasilan itu, saya dinobatkan oleh salah satu lembaga ternama di pusat sebagai CEO on Crisis Management terbaik nasional,” ungkap Aminullah.

Aminullah yang berhasil menjadikan bank Aceh sehat hasil penilaian BI, juga membawa bank tersebut meraih WTP penilaian akuntan publik, seluruh rasio keuangan bank Car, Npl, Ldr, bopo, dan lain-lain semuanya sehat, dan bank mampu meraih keuntungan besar saat itu hingga mencapai keuntungan Rp 1 miliar per hari.

Jadi kembali ke kenapa harus Dirut dari Internal, itu tujuannya untuk tetap menjaga harmonisasi internal dan eksternal. Apalagi sepanjang badai COVID-19 yang belum selesai hingga saat ini, tentunya peran perjalanan dari internal itu sendiri yang dapat memotivasi para pegawai, seperti yang terjadi selama ini.

Ia menambahkan, Bank Aceh juga pernah dipimpin oleh Dirut dari luar. Namun, hanya bertahan selama dua tahun. Kan tidak mungkin ini harus terulang lagi, sementara di internal sendiri lebih memahami perjalanan dan histori bank ini lebih baik dan mumpuni.

Selain itu, juga sebagai bentuk penghargaan kepada pegawai karena telah menyelamatkan bank dari berbagai krisis dan tentunya komitmennya tidak diragukan lagi apabila memimpin bank kebanggaan rakyat Aceh ini. Ungkap mantan Wali Kota Banda Aceh ini.

Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Aceh ini juga mendukung bila Direktur Bisnis dari eksternal atau Direktur lain bila dibutuhkan, karena Direktur Bisnis ini perlu pengalaman perbankan bertaraf nasional bahkan internasional, maka disarankan dari luar.

“Namun, Aminullah mengatakan semua itu terserah pemegang saham dan bagi saya tidak ada kepentingan apapun dan tidak bermaksud membela kalangan internal, ini murni karena melihat histori dan pengalaman masa lalu untuk BAS yang lebih baik kedepannya.” Terangnya.

Aminullah menegaskan, tidak ada maksud dan inisiatif sedikitpun secara pola lama terkait itu, kita sangat menghargai kader bank Aceh yang telah membawa bank ini sehat dan berkembang pesat, karena ada kader internal yang mempunyai kapasitas.

“Yang perlu ditekankan kepada Dirut baru sistem operasional bank yang berpihak kepada rakyat, dan dengan dukungan Direktur Bisnis dari eksternal. Namun, siapa yang diusulkan dari internal sepenuhnya menjadi hak pemegang saham, dan berikutnya fit and proper test ranahnya OJK. Jadi saya murni tidak ada kepentingan apapun disitu.” Tegas Aminullah.

  • Bagikan