Pimpinan DPRK: Banda Aceh Sudah Waktunya Punya Night Market

  • Bagikan
Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh, Usman, SE, M.Si
Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh, Usman, SE, M.Si

Alternatif Indoor Peunayong Dapat Dimanfaatkan

Banda Aceh – Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh, Usman SE MSi meminta agar pemerintah dapat memanfaatkan indoor jalan untuk menjadi night market atau pasar malam yang dapat menunjang perekonomian warga dan pelaku UMKM. Katanya pada NBA, Minggu (13/11).

Night market selalu menjadi daya tarik wisata karena setiap negara memiliki ciri khasnya. Masing-masing berbeda dari suasana, barang yang dijual dan pengalaman seru apa yang ditawarkan, di pasar malam para wisatawan dapat bersentuhan langsung dengan masyarakat setempat dalam interaksi seperti belanja dan menikmati sajian kuliner yang tersedia.

Pasar malam begitu dominan di benua Asia. Wisatawan bisa menjumpainya di Singapura, Thailand, Hong Kong atau China. Di Afrika, pasar malam tersohor ada di Maroko. Sedangkan di Eropa, aneka pasar malam dapat dijumpai di berbagai kota di Eropa.

Di Indonesia sendiri ada beberapa pasar malam yang sangat ramai dikunjungi setiap harinya, seperti di Medan, Surabaya, Yogyakarta, Solo, Cirebon, Jakarta dan Kab/Kota lainnya.

Namun untuk Aceh, khususnya Kota Banda Aceh, pemerintah perlu menyiapkan indoor jalan yang dapat disulap menjadi Night Market, yang dimana nantinya dapat menunjang pendapatan ekonomi warga setempat dan para pelaku UMKM. Kata Usman.

“Seperti di Peunayong yang akan menjadi pusat kuliner baru dan terbesar di Banda Aceh, tentunya disitu bisa menjadi alternatif indoor jalan yang dapat disulap menjadi Night Market yang akan memberi multiplier effect bagi kota tercinta ini.” Katanya.

Sebagaimana diketahui publik, tepat pada 23 Juni 2022, Aminullah yang masih menjabat sebagai Wali Kota Banda Aceh saat itu telah melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan penataan kawasan eks Pasar Peunayong yang merupakan pembangunan strategis yang akan mengubah wajah Banda Aceh ke depannya. Ujar Politisi PAN Banda Aceh ini.

Ia menambahkan, Eks pasar Peunayong  akan di bangun sedemikian indah dan menarik untuk menambah destinasi wisata, sehingga mampu menarik wisatawan domestik maupun mancanegara, sebagai penunjang sektor wisata Banda Aceh.

Saat masih difungsikan sebagai Pasar Peunayong, kawasan tersebut sudah begitu semrawut. Di atas lahan yang sempit, semua pasar dulunya ada di situ. Akibatnya menjadi penyebab kemacetan dan kumuh. Pedagang dan pembeli pun menjadi tak nyaman. Dan kepemimpinan Wali Kota Aminullah selama periode 2017 – 2022 telah berhasil merelokasi seluruh pedagang di Pasar Peunayong ke tempat yang lebih representatif di Lamdingin, yaitu Pasar Al Mahirah. Ungkapnya.

Kepada NBA, Bendahara DPD PAN Banda Aceh ini mengisahkan tekad Aminullah saat memimpin Banda Aceh, khususnya menjadikan eks pasar Peunayong menjadi pusat kuliner baru dan terbesar di Banda Aceh, yang tentunya dapat membuka banyak lapangan kerja bagi masyarakat, dan meningkatkan peran para pelaku UMKM.

Pimpinan DPRK Usman menambahkan, mengenai persoalan badan jalan yang masih rendah itu tentunya sudah dalam perencanaan untuk dilakukan perbaikan kedepannya, sehingga ketika Banda Aceh diguyur hujan deras, maka air tak akan lama tergenang.

Namun, tidak semua program pembangunan dapat langsung berfungsi, sebagai contoh Pasar Atjeh, itu 10 tahun kemudian masih belum begitu maksimal dan ketika dimasa pemerintahan Aminullah, ia melahirkan Mal Pelayanan Publik (MPP) di lokasi itu, Alhamdulillah pasar tersebut mulai berangsur jalan dan ramai dikunjungi masyarakat.

Begitu juga seperti Pasar Al Mahirah yang berhasil direlokasi para pedagang kesitu, masih membutuhkan waktu sekitar 5 tahun kemudian dengan terus ditambah sarana dan prasarana sektor penunjang pasar itu sendiri, tentunya ini membutuhkan kelihaian dari Dinas-dinas terkait dalam mendukungnya. Ungkap Usman.

“Oleh karena itu peran lintas sektor khususnya para Dinas terkait sangat dibutuhkan dalam mendukung upaya-upaya pembangunan yang telah dilakukan agar dapat berjalan dan hidup, apalagi seluruh pembangunan tersebut telah di setujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh, karena dibangun dengan APBK Banda Aceh.” Katanya.

Jadi, untuk mendukung berbagai pembangunan yang sudah ada, perlu adanya indoor jalan yang dapat disulap menjadi lokasi Night Market, dan saling berhubungan satu dengan lainnya, untuk mendongkrak pendapatan ekonomi warga dan para pelaku UMKM. Ungkap Usman.

Usman menambahkan, kepemimpinan Wali Kota Aminullah telah berhasil meningkatkan sektor pertumbuhan UMKM dari 8900 UMKM pada tahun 2016, menembus angka 17.300 UMKM dengan persentase 95 persen pada 30 Juni 2022 di Banda Aceh, untuk itu saat ini perlu perhatian seluruh stakeholder melanjutkan nya, salah satu solusinya yaitu dengan menghadirkan Night Market di Banda Aceh. Pungkas Pimpinan DPRK Banda Aceh Usman.

  • Bagikan