Aminullah Dukung Hamdani Basyah Pimpin KONI Aceh

Ketua Umum Barisan Atlet Veteran Tenis Indonesia (Baveti) Aceh, H. Aminullah Usman, SE. Ak, MM
Ketua Umum Barisan Atlet Veteran Tenis Indonesia (Baveti) Aceh, H. Aminullah Usman, SE. Ak, MM

Hamdani sosok yang layak dan mampu

Banda Aceh – Ketua Umum Barisan Atlet Veteran Tenis Indonesia (Baveti) Aceh, H Aminullah Usman SE Ak MM menyatakan dukungannya kepada Hamdani Basyah SH MSi yang menyatakan siap untuk bertarung memperebutkan kursi Ketua KONI Aceh periode 2022-2026, pada Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) XIII KONI Aceh, yang dijadwalkan pada 24-26 Desember 2022 di Banda Aceh.

“Saya sudah melihat sendiri bagaima kemampuan dan sepak terjang Pak Hamdani dalam memimpin dan bekerja, tentunya beliau adalah sosok yang layak dan mampu sebagai pemimpin KONI Aceh kedepannya.” Ujar mantan Wali Kota Banda Aceh ini, Rabu (7/12).

KONI merupakan induk dari semua organisasi olahraga yang tentunya bertujuan untuk dapat melahirkan generasi olahraga yang siap mengharumkan nama daerah, tentunya untuk itu harus di pimpin oleh sosok yang memiliki kompetensi dibidang olahraga dan itu ada pada Hamdani Basyah. Ungkap Aminullah.

Sosok pembina olahraga Aceh yang menjadi langganan dalam menerima penghargaan sebagai pembina dan pelaku olahraga terbaik di Aceh, Aminullah yang juga dikenal sebagai “Bapak Olahraga Aceh” mengajak agar para pemimpin Cabang olahraga tingkat Provinsi Aceh untuk tidak ragu memberikan dukungannya pada Hamdani Basyah.

“Pak Hamdani Basyah SH MSi itu sosok yang setia, loyal dan cerdas. Untuk itu saya mengajak agar teman-teman pimpinan cabor tingkat Provinsi Aceh untuk tidak ragu mendukung beliau sebagai Ketua KONI Aceh periode 2022-2026.” Pungkas Aminullah yang selalu unggul di beberapa survei calon Gubernur Aceh ini.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Ketua KONI Banda Aceh Hamdani Basyah menyatakan tekadnya secara lahir batin siap untuk berkompetisi di Musorprov KONI tahun ini. Dirinya akan buktikan bahwa KONI Aceh juga punya kader yang bukan hanya siap memilih tetapi siap pula untuk dipilih.

Selain itu, Hamdani juga ingin mendobrak proses Musorprov KONI Aceh dalam beberapa periode kepengurusan sebelumnya yang menurutnya terasa kurang greget karena pemilihan ketua hanya didominasi calon tunggal sehingga ujung-ujungnya adalah aklamasi.

Menurut Hamdani, sistem demokrasi di KONI Aceh, meski tidak ada yang salah tetapi terasa hambar. Dan itu yang mendorongnya untuk mengubah sistem tersebut, ia akan perlihatkan bahwa Musorprov KONI Aceh juga memiliki warna, bukan didasari pengkondisian, intervensi, atau kepentingan lain di luar tugas dan fungsi KONI itu sendiri.