BANDA ACEH – Ketua DPRK Banda Aceh, Irwansyah, meminta para pemilik usaha kuliner, khususnya kafe dan restoran, menyediakan musala yang layak bagi pengunjung, terutama saat waktu berbuka puasa bersama (bukber) bertepatan dengan azan Magrib. Hal ini dinilai penting agar masyarakat tetap dapat menjalankan ibadah dengan nyaman.
Menurut Irwansyah, keberadaan musala yang representatif sudah seharusnya menjadi fasilitas wajib di setiap tempat kuliner, terlebih bagi usaha yang menawarkan paket berbuka puasa selama bulan Ramadan.
“Apalagi nanti saat memasuki bulan puasa, terutama usaha kuliner yang menjual paket berbuka puasa, sehingga konsumen bisa langsung melaksanakan salat Magrib di resto atau kafe,” kata Irwansyah, Selasa, 10 Februari 2026.
Dia menegaskan ketersediaan musala tidak hanya dibutuhkan saat Ramadan. Di luar bulan puasa, kafe dan restoran kini kerap dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai aktivitas produktif, seperti bekerja secara daring, mengerjakan tugas, hingga menggelar pertemuan.
“Karena aktivitas itu berlangsung cukup lama, maka keberadaan musala yang layak sudah menjadi keharusan,” ujarnya.
Selain menunjang kenyamanan beribadah, Irwansyah menilai keberadaan musala juga mencerminkan identitas Banda Aceh sebagai kota bernuansa islami yang menerapkan nilai-nilai syariat Islam.
“Jangan sampai momen buka puasa bersama justru menjadi alasan seseorang tidak melaksanakan salat Magrib karena di lokasi tidak disediakan musala,” ucapnya.
Dalam kesempatan itu, Irwansyah juga mengingatkan pemilik usaha kuliner agar memerhatikan aspek kebersihan sebagai bagian penting dari pelayanan kepada konsumen. Ia menekankan pentingnya pengelolaan limbah secara benar.
“Upaya menjaga kebersihan, termasuk pembuangan limbah cair dari proses memasak dan pencucian peralatan, harus memiliki tempat penampungan khusus, bukan dibuang ke selokan atau parit,” katanya.
Selain kebersihan, dia turut mengimbau pemilik kafe dan restoran yang berlokasi di tepi jalan agar menyediakan area parkir yang memadai guna menghindari kemacetan arus lalu lintas.
“Hal ini sebagai bentuk dukungan terhadap Pemerintah Kota Banda Aceh dan harapan seluruh warga untuk mewujudkan kota yang aman, ramah, berbudaya bersih, serta santun,” pungkas Irwansyah.[]






