Revolusi Listrik di Jalur Bencana: Cara KAKI Aceh Pastikan Program MBG Tak Salah Sasaran

Avatar
Ketua Komite Anti Korupsi Indonesia (KAKI) Aceh, Muamar Saputra
Ketua Komite Anti Korupsi Indonesia (KAKI) Aceh, Muamar Saputra

Banda Aceh – Di tengah tantangan geografis Aceh yang ekstrem, sebuah langkah revolusioner kini tengah diperjuangkan untuk memastikan setiap paket nutrisi sampai ke tangan yang berhak. Komite Anti Korupsi Indonesia (KAKI) Provinsi Aceh mendesak pemerintah pusat untuk segera merealisasikan pengadaan sepeda motor listrik sebagai armada taktis dalam pendistribusian program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Ketua KAKI Aceh, Muammar Saputra dalam siaran pers -nya yang diterima media ini Minggu, 12 April 2026 menegaskan bahwa penggunaan kendaraan listrik di wilayah rawan bencana bukan sekadar soal gaya hidup ramah lingkungan, melainkan sebuah strategi bertahan hidup.

Kondisi wilayah Aceh yang kerap dihantam banjir dan tanah longsor seringkali memutus akses logistik konvensional. Infrastruktur yang hancur pasca-bencana menciptakan hambatan serius bagi penyaluran bantuan gizi.

“Pasca-bencana, banyak wilayah di Aceh yang sulit dijangkau kendaraan roda empat. Motor listrik menjadi solusi efektif karena kemampuannya menembus medan sempit dan fleksibilitasnya di jalan rusak bahkan saat kondisi banjir,” ungkap Muammar.

Bagi KAKI Aceh, memastikan program MBG “tidak salah sasaran” berarti memastikan bantuan tersebut benar-benar sampai ke daerah terpencil yang paling membutuhkan, bukan hanya menumpuk di pusat kota karena kendala distribusi.

Revolusi armada ini menawarkan dua keunggulan sekaligus:

1. Ketangguhan Operasional: Mampu bermanuver di jalur-jalur tikus dan wilayah terisolir yang baru pulih dari bencana.

2. Keberlanjutan: Mendukung kebijakan energi bersih pemerintah sekaligus memangkas biaya operasional distribusi di lapangan.

Muammar mengingatkan bahwa program strategis nasional seperti MBG harus dibarengi dengan kesiapan infrastruktur pendukung yang adaptif. Tanpa kendaraan yang mampu beradaptasi dengan karakter bumi Aceh, distribusi berisiko melambat atau bahkan terhenti di tengah jalan.

“Program ini sangat baik, namun harus diimbangi dengan kesiapan sarana. Kami berharap pemerintah pusat mempertimbangkan kondisi riil di lapangan. Pengadaan motor listrik ini adalah kebutuhan nyata untuk menjangkau masyarakat yang terpinggirkan oleh faktor alam,” tambahnya.

Dengan dukungan armada listrik yang gesit, KAKI Aceh optimis distribusi program MBG dapat berjalan lebih cepat, merata, dan menyentuh lapisan masyarakat di wilayah paling ujung sekalipun.[]