BANDA ACEH – Anggota DPRK Banda Aceh, Ismawardi, mengeluarkan desakan keras kepada Satpol PP Kota Banda Aceh untuk segera menertibkan peredaran petasan yang kian marak. Gangguan suara ledakan petasan ini dinilai telah merusak kekhusyukan warga yang sedang melaksanakan ibadah salat Tarawih dan tadarus Al-Qur’an di berbagai gampong.
Ismawardi menegaskan bahwa fenomena ini bukan lagi sekadar kenakalan anak-anak biasa. Menurutnya, ledakan yang terus-menerus terjadi di sekitar masjid dan meunasah sangat mengganggu kenyamanan beribadah di bulan suci Ramadhan.
“Ini jelas mengganggu kekhusyukan. Saat warga sedang Tarawih, suara petasan terus meledak di lingkungan rumah ibadah,” tegas Ismawardi kepada media ini, Minggu (1/3/2026).
Lebih lanjut, Ismawardi meminta agar Satpol PP tidak hanya menertibkan anak-anak di lapangan, tetapi juga melakukan razia dari hulu dengan menyasar para penjual petasan yang menjamur. Ia berpendapat bahwa penindakan terhadap pedagang adalah kunci utama untuk memutus rantai peredaran petasan.
“Kalau petasan tidak dijual, tentu anak-anak tidak akan bisa membeli. Jadi, jangan hanya anak-anaknya yang ditertibkan, penjualnya juga harus dirazia,” ujarnya lugas.
Selain masalah ketertiban, Ismawardi juga mengkhawatirkan faktor keselamatan. Petasan yang dinyalakan sembarangan, terutama di kawasan padat penduduk, memiliki risiko besar memicu musibah kebakaran. Ia tidak ingin kelalaian kecil berujung pada bencana di tengah bulan penuh berkah ini.
Menutup pernyataannya, politisi PAN Banda Aceh ini meminta Satpol PP untuk meningkatkan intensitas patroli malam dan memperketat pengawasan terhadap lapak-lapak pedagang petasan. Ia pun menitipkan pesan kepada para orang tua agar lebih ketat menjaga aktivitas anak-anak mereka. Sinergi antara ketegasan pemerintah dan pengawasan orang tua dianggap Ismawardi sebagai solusi mutlak agar suasana Ramadhan di Banda Aceh tetap aman, tertib, dan khusyuk.








