BANDA ACEH – Ketua Saudara Tani Indonesia (STI), Muammar Saputra, memberikan apresiasi tinggi atas kesuksesan rangkaian perayaan HUT ke-821 Kota Banda Aceh serta kinerja pasangan Wali Kota Illiza Sa’aduddin Djamal dan Wakil Wali Kota Afdhal Khalilullah.
Muammar menilai duet kepemimpinan ini telah menunjukkan keberpihakan yang nyata terhadap rakyat kecil, penguatan sektor UMKM, hingga peningkatan integritas pelayanan publik. Terangnya kepada NBA, Senin (27/4/2026).
Perayaan HUT ke-821 yang mengusung tema “Sinergi Kolaborasi” tidak hanya bersifat seremonial, tetapi menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Rangkaian kegiatan yang dimulai sejak Ramadan—seperti Pasar Murah Sembako, santunan anak yatim, hingga Banda Aceh City Expo di Blang Padang—menjadi bukti kepedulian pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi warga dan menyediakan ruang bagi pelaku UMKM serta ekonomi kreatif untuk tumbuh.
Dalam momentum upacara HUT tersebut, Wali Kota Illiza juga memberikan penghargaan inovasi dan kinerja terbaik kepada para ASN di lingkungan Pemko Banda Aceh tahun 2026. Hal ini menegaskan komitmen pemerintah dalam membangun birokrasi yang melayani.
• Integritas Aparatur: Wali Kota menekankan bahwa ASN bukan sekadar bekerja, melainkan mengabdi.
• Membangun Kepercayaan: Melalui pelayanan publik yang profesional, diharapkan lahir kepercayaan masyarakat sebagai fondasi utama dalam membangun masa depan kota.
Muammar menyoroti kepemimpinan Illiza-Afdhal yang berhasil menghadirkan berbagai terobosan dalam pelayanan dasar:
• Kesehatan Masyarakat: Meraih penghargaan National Governance Award 2026 berkat inovasi Puskesmas Keliling, Dokter Masuk Sekolah, dan intervensi gizi terpadu.
• Capaian Nasional: Peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Banda Aceh ke peringkat pertama nasional tahun 2025 serta raihan opini WTP 17 kali berturut-turut.
• Banda Aceh Collaboration Award: Apresiasi kepada 21 pihak, termasuk tokoh masyarakat dan pelaku UMKM, sebagai wujud syukur atas kolaborasi lintas sektor.
Wali Kota Illiza menegaskan bahwa segala prestasi adalah hasil doa dan gotong royong warga. Melalui kemeriahan HUT yang diisi atraksi budaya hingga berbagai hadiah doorprize bagi warga, Muammar Saputra menilai pasangan Illiza-Afdhal telah berhasil menjadikan Banda Aceh sebagai “rumah bersama” yang religius, tangguh, dan penuh empati bagi seluruh lapisan masyarakat.[]





